Balairung UKSW Bocor, Kenapa?

Browse By

Baru empat bulan pemakaian pasca renovasi tahun ini, Balairung UKSW sudah mengalami kebocoran. Kebocoran ini terjadi pada seminar “The 3rd International Conference and Technology for Empowering Agents of Change” yang diadakan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), pada Rabu (2/11).

Seminar yang melibatkan pakar asing seperti Dato See Ching Mey dari Universiti Sains Malaysia, Andrea Dugan dari Mountainview International Christian School, dan John Hunt dari University of Sunshine Coast ini  berlangsung di BU, sekitar jam 12 siang.  Ngadiyono, salah satu petugas keamanan di lapangan, menduga bahwa kebocoran berasal dari air yang tersumbat di pipa paralon bagian balkon depan BU. Akibatnya, air tertampung dan merembes. “Kebocoran berasal dari tersumbatnya pipa air. Tapi setelah daunnya dibersihkan tadi, masalah beres,” ujar Ngadiyono.

Arsip BMK

Arsip BMK

Deddy Prasaja, Kepala Biro Manajemen Kampus (BMK), membenarkan bahwa bocor di BU adalah salah satu akibat dari tersumbatnya pipa air. “Maka dari itu rencananya rontokan daun itu akan kita bersihkan rutin supaya lancar dan tidak menyumbat saluran air,” ujar laki-laki yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas renovasi BU.

Selain dari daun-daun yang menyumbat di pipa air, Deddy mengatakan bahwa rupanya ada kesalahan teknis dalam pipa jalur air di bagian balkon depan BU. Kesalahan teknis pipa jalur air ini merupakan konsekuensi logis dari perubahan bentuk atap BU. Sebelum renovasi pada 2016, BU menggunakan atap berbentuk pelana kuda. Namun sekarang, BU menggunakan atap berbentuk semi limasan, yang punya kecenderungan mudah bocor ketimbang pelana kuda.

Selain itu, menurut Deddy, atap BU yang sekarang punya kecenderungan mengalirkan air hujan ke talang bagian depan gedung, sehingga jumlah volume air hujan dengan tempat penampungan tidak sebanding. “Hujan deras kemarin dan tempat penampungan air tidak sanggup untuk menampung,” kata Deddy.

Panitia acara membereskan genangan air. | Dok.scientiarum.com/Pranazabdian Waskito

Panitia acara membereskan genangan air. | Dok.scientiarum.com/Pranazabdian Waskito

Sebagai konsultan renovasi Balairung UKSW, Basuki Sugiharto, berpendapat agar dibuatkan saluran air di bagian samping gedung. “Sebagai pengalih beban air,” kata Deddy lewat pesan seluler pada 7 November 2016.

Karena bocor itu, PT. Majapahit Astabaja sebagai pihak yang merenovasi BU akan meninjau ulang BU dan memperbaiki. Masa perawatan oleh pihak pelaksana renovasi ini akan berlangsung hingga Januari 2017.

Akibat dari bocornya air yang jatuh, mengakibatkan beberapa panitia dari seminar harus membereskan tetesan air yang jatuh. Tak selang berapa lama, pegawai kebersihan datang membereskan genangan air.

Chris Chandra Simanungkalit, wartawan magang Scientiarum.

Redaktur: Arya Adikristya

One thought on “Balairung UKSW Bocor, Kenapa?”

  1. Dicky Mansula says:

    Om Deddy…. njenenengan sebagai ketua satgas renovasi hanya bicara kekurangan atap limasan yang sulit menampung air hujan dalam volume yang banyak dan akhirnya mudah bocor….. lalu apa kelebihan atap limasan waktu njenengan putuskan memilih ini???

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *