Surat Kutu

Browse By

Sadewa yang dikara, yang sani, yang jalak lawa, yang kirana
Entah dibelahan bumi mana kau istirahatkan kakimu?

Ilustrasi oleh Yulius Herwindito

Apakah kau berkedok menjadi secangkir senja yang diteguk si petang tukang berkuasa?

Atau jangan-jangan terlalu jemawa kau dengan tahumu akan segala hal
hingga kau malu bersanding dengan aku, si kutu yang hampir mati dihimpit buku?

Sadewa, surat berperangko kutub manapun yang membocorkan keberadaanmu
akan tetap kutunggu sampai aku, si kutu ini, berkalang tanah.

Jessica Moranggi Tobing, menulis juga di @moranggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *