Lihat Nilai, Syarat dan Ketentuan Berlaku

Browse By

Beberapa mahasiswa mengalami kendala ketika mengakses hasil studi semester II TA 2016/2017 yang semestinya sudah dapat dibuka sejak tanggal 14 April 2016. Saat mahasiswa mencoba mengecek nilainya, laman malah dialihkan ke pemberitahuan yang bertuliskan: “Anda wajib melunasi tagihan semester II 2016/2017 terlebih dahulu.” Hasil studi baru bisa diakses setelah mahasiswa melunasi tagihan uang semester lalu.

Belum adanya sosialisasi ketentuan baru membuat sejumlah mahasiswa bertanya-tanya.  “Saya bingung, semester sebelumnya aku bisa buka laman hasil studi tanpa harus melunasi ataupun dispen dahulu,” ucap salah satu mahasiswa Fakultas Psikologi angkatan 2015.

Mahasiswa yang tidak ingin disebutkan namanya ini menyayangkan kebijakan itu. “Kenapa harus bayar dulu sebelum lihat hasil studi,” tambahnya.

Nota rektor perubahan ketentuan akses hasil studi baru dibagikan ke seluruh mahasiswa melalui email student pada 20 April 2017. Padahal, pada nota rektor tercantum tanggal pengesahan per 14 Desember 2016. Menurut Suharyadi, Manajer Biro Administrasi Akademik (BAA), ketentuan sudah diujicobakan sejak semester 1 TA 2016/2017. BAA baru menerima nota rektor pada pertengahan semester lalu. “Setelah nota rektor sebagai dasar hukum turun, kami kemudian berani memberlakukan ketentuan tersebut,” ujarnya.

Suharyadi mengatakan, ketentuan tersebut dianggap perlu untuk menyaring aspirasi mahasiswa tentang dosen pengampu, juga untuk menanggulangi tunggakan pembayaran mahasiswa. “Terdapat kurang lebih 15 ribu mahasiswa UKSW dan hanya sekitar 13 ribu yang aktif membayar uang SPP,” tambah Suharyadi.

Berbeda dengan biaya pembangunan, ketentuan tersebut hanya berlaku untuk uang kuliah per semester. Ada ketentuan tersendiri yang mengatur keterlambatan pembayaran biaya pembangunan. “Keterlambatan pembayaran biaya pembangunan memiliki banyak sebab dari setiap mahasiswanya, jadi cara menindaklanjutinya juga berbeda-beda. Ada yang diberi dispensasi, pengurangan cicilan, perpanjangan waktu pencicilan, sesuai dengan kemampuan setiap mahasiswa,” jelas Suharyadi.

Kiptya Nur Astari, mahasiswa program studi Manajemen angkatan 2014.

Penyunting: Arya Adikristya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *