Pemilihan Rektor Baru: Sejauh Apa yang Sudah Diketahui?

Browse By

Dua pekan terakhir, linimasaa media sosial ramai dengan berbagai ucapan selamat atas terpilihnya Neil Samuel Rupidara sebagai rektor ketujuh  UKSW untuk masa jabatan 2017-2022. Kami mengutip cuitan dari beberapa  pengguna. Salah satu contohnya ialah Josua Maliogha, Ketua Senat Mahasiswa Teologi periode 2011-2012 yang menulis ucapan selamat atas terpilihnya rektor baru pada dinding Facebooknya

Selain Josua, Izak Lattu, Dosen Fakultas Teologi juga menulis cuitanya di laman Facebook miliknya.

Pengguna akun bernama Aria Wahyudi juga menulis ucapan selamat atas terpilihnya rektor baru, serta mengunggah foto dirinya dengan Neil Rupidara.

Namun hingga  berita ini dibuat, belum ada pernyataan resmi dari pihak yayasan atau Kampus UKSW mengenai terpilihnya Neil sebagai rektor baru. Untuk menelusuri hal ini, kami menghubungi Onesimus Dani, Sekretaris Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Kristen Satya Wacana (YPTKSW) beberapa hari yang lalu.

“Benar, Neil Samuel Rupidara,” jawabnya melalui pesan singkat, saat kami mengonfirmasi  perihal rektor terpilih. Namun, saat kami menanyai lebih lanjut, dirinya belum memberi jawaban. Mengenai hal ini. kami akan lengkapi lagi jika sudah ada perkembangan.

Memberi Pertimbangan

Saat kami mewawancarai Lamberg Nicolas, ketua SMU periode 2016-2017, ia buka suara mengenai alur linimasa pemilihan rektor.

“Sebenarnya, saya dan anggota senat universitas yang lain sudah diberi linimasa  tahap-tahap pendaftaran dan pemilihan rektor. Semua sudah ada tanggalnya. Di linimasa tersebut tertulis bahwa pemilihan rektor baru dilakukan pada 1 Agustus.,” ujarnya.

Linimasa alur pemilihan rektor UKSW periode 2017-2022. Sumber: Dok. Lamberg Nicolas

“Saya tahunya pemilihan rektor itu pada 1 Agustus besok. Tapi saat tanggal 4 Juni kemarin, saya dapat informasi mengenai terpilihnya Neil sebagai rektor baru UKSW,” lanjutnya. Saat ia mencoba mengonfirmasi hal ini ke Pembantu Rektor III sebagai pimpinan kampus, ia mendapatkan jawaban “tidak tahu”.

Beberapa hari setelah ia mendapatkan kabar tersebut, Lamberg mendapatkan banyak pertanyaan dari mahasiswa mengenai kebenaran informasi ini. “Saya menjawab apa adanya bahwa memang tidak tahu. Informasinya sangat sedikit,” kata Lamberg.

Hal yang sama juga diutarakan Nathalia, Ketua BPMU periode 2016-2017. Menurutnya, pada awal Januari lalu, seluruh anggota senat universitas, termasuk dirinya dan Lamberg, dikumpulkan oleh pihak YPTKSW untuk memberikan pandangan dan pertimbangan mengenai kriteria calon rektor.

“Setelah pertemuan itu, kami diberi tenggat waktu sekitar 2 minggu untuk memberikan pandangan dan pertibangan mengenai calon rektor. Saya lalu berkoordinasi dengan seluruh ketua BPMF untuk mengumpulkan aspirasi mengenai seperti apa rektor yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa,” ungkapnya.

Setelah mengumpulkan aspirasi tersebut, menurutnya, tak ada informasi lanjutan hingga akhirnya pada awal Juni ini mendpatkan kabar bahwa Neil terpilih menjadi rektor baru.

Perubahan Statuta

Dalam pemilihan rektor pada periode-periode sebelumnya, alur pemilihannya melibatkan tiga pihak; unit, senat universitas, dan yayasan. Ketiga pihak itu melakukan pemilihan tersendiri dan bertingkat sampai ke pihak yayasan.

Seperti pada pemilihan rektor edisi 1993, pemilihan dimulai dari pemungutan suara tingkat seluruh unit yang meliputi unit pelayanan dan pengajaran. Hasil dari tingkat unit ini lalu dibawa ke tingkat senat universitas untuk dipilih kembali oleh seluruh anggotanya. Selepas hasil pemungutan tingkat senat, lalu diberikan oleh yayasan untuk dipilih kembali oleh seluruh pembina.  Hasil pemilihan dari yayasan merupakan keputusan sahih siapa yang menjadi rektor baru.

Namun pada tahun tersebut, sistem pemilihan seperti ini menimbulan konflik berkepanjangan. UKSW pun terbelah menjadi dua kubu, baik yang menolak ataupun mendukung hasil keputusan tersebut. Untuk mengetahui kronologi lebih lengkap, bisa dibaca  pada majalah  Scientiarum edisi 22 yang telah kami terbitkan beberapa bulan lalu.

Beberapa waktu lalu, kamimendapatkan bocoran mengenai statuta terbaru UKSW 2016. Statuta ini mengatur berbagai hal mengenai aturan universitas. Pada pasal 21 yang mengatur tentang jabatan rektor, tertulis bahwa pemilihan rektor dilakukan oleh pembina yayasan saja. Sedangkan senat universitas hanya dimintai pertimbangan.

Mengenai perubahan statuta ini, kami masih menelusuri ke pihak-pihak yang terkait. Kami akan memberitakannya jika telah mendapatkan hasil.

Ilustrasi oleh Alexsander Herdian Prasetya

Liputan ini digarap oleh Robertus Adi Nugroho, Alexsander Herdian Prasetya, dan Stephen  Kevin Giovani

Redaktur: Axel Priya Mahardika

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *