Tutupnya D3 Sekretari UKSW : Kurangnya Minat atau Tuntutan Masyarakat?

Browse By

Program Studi Diploma 3 (D3) Sekretari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana pada tahun ini resmi ditutup. Progdi tersebut sudah berdiri sejak tahun 1980an. Dulunya, progdi ini berdiri sendiri dengan nama College of English for Business atau dikenal sebagai CEB. Sampai pada tahun 1998, CEB diubah menjadi D3 Sekretari, lalu tahun 2010 bergabung menjadi salah satu program studi di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UKSW.

Pada tahun 2005, D3 Sekretari telah terdaftar dalam Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT). Meskipun  demikian, hal tersebut tidak banyak berkontribusi terhadap peningkatan peminat progdi D3 Sekretari. Bahkan, setiap tahunnya D3 sekretari mengalami penurunan peminat. Sebelumnya, per angkatan rata-rata bisa mencapai 120 mahasiswa. Namun, jumlah itu menurun sejak 2005. Pada tahun 2006, mahasiswa baru peminat D3 Sekretari menurun drastis, yaitu hanya berkisar 40 orang, padahal targetnya adalah 120 mahasiswa baru per angkatan.

Apa sebab terjadi penurunan peminat?

Menurut Annie Susanto yang saat kami wawancarai masih menjabat sebagai Kepala Program Studi D3 Sekretari, perubahan pola pikir masyarakat menjadi alasannya. “Pola pikir masyarakat sekarang ini, mengapa kuliah D3 kalau bisa langsung S1?,” ungkapnya. Selain itu, permintaan perusahaan lebih mengarah pada lulusan bergelar S1.

Tuntutan masyarakat, perusahaan, dan juga minat mahasiswa terhadap progdi ini merupakan alasan utama ditutupnya D3 Sekretari.

Ruangan Kaprogdi D3 Sekretari : Foto oleh Christi Merentek

Tutupnya D3 Sekretari dan Lahirnya Manajemen Perkantoran

Pada 1 Januari 2017 akhirnya D3 Sekretari ditutup, sehingga diputuskan bahwa mulai tahun ajaran 2017/2018, D3 Sekretari sudah tidak menerima mahasiswa baru lagi. Selain itu, mereka memutuskan untuk berubah menjadi salah satu konsentrasi di progdi manajemen, yaitu S1 Manajemen Perkantoran. Keputusan ini telah dirapatkan secara struktural di aras progdi pada 6-21 September dan 12 Oktober 2016.

Albert Kriestian sebagai Kaprogdi Manajemen menerima dengan baik keputusan D3 sekretari untuk menggabungkan diri dengan manajemen.

“Pada prinsipnya kami menerimanya dengan baik, selain itu keputusan ini justru akan memperbaiki rasio dosen dengan mahasiswa,” jelas Albert. Dengan bergabungnya D3 sekretari menjadi konsentrasi manajemen perkantoran, Albert menganggap bahwa keputusan tersebut akan membuat progdi manajemen semakin lengkap.

Keputusan D3 Sekretari bergabung di S1 Manajemen Perkantoran juga sudah diterakan pada Moratorium yang berlaku per 1 Januari 2017 lalu.

Lalu, Bagaimana Nasib Mahasiswa dan Dosennya?

Untuk membahas keputusan tersebut dengan pihak mahasiswa, pimpinan D3 angkatan 2016 mengadakan rapat yang dihadiri oleh mahasiswa sekretari 2016 beserta orang tua nya pada 26 Mei 2017. Agenda yang dirapatkan saat itu adalah penggabungan diri D3 Sekretari ke S1 Manajemen, serta hal-hal terkait finansial, serta nasib para mahasiswa kedepannya.

Mengenai urusan finansial, Annie mengatakan bahwa telah diputuskan tidak ada penambahan biaya terkait dengan perubahan itu. Mahasiswa tidak perlu membayar tambahan uang pembangunan, serta tidak adanya pemindahan biaya SKS dan SPP  D3 ke S1. “Seperti kuliah S1 rasa D3, kuliahnya S1 tetapi biayanya tetap D3,” ujar Annie.

Uniknya, mahasiswa sekretari yang berpindah ke manajemen bisa memilih konsentrasi selain Manajemen Perkantoran. Adapun progdi Manajemen FEB UKSW, terdapat 5 konsentrasi yaitu keuangan, pemasaran, sumber daya manusia, kewirausahaan serta manajemen perkantoran sendiri.

Annie juga menjelaskan bahwa keputusan yang dihasilkan saat rapat menjadi jalan agar mahasiswa yang masih ada dibawah naungan D3 Sekretari mendapat jaminan saat akan berpindah ibu ke S1 manajemen.

Sedangkan para dosen yang mengajar di D3 Sekretari, menurut Annie, dapat mengajar sesuai background Pendidikan masing-masing.  Enam dosen progdi ini diberi hak untuk berpindah atau menetap di FEB UKSW dan mengajar di S1 Manajemen.

Namun, semua dosen D3 Sekretari memilih untuk tetap mengajar di S1 Manajemen.

Bagaimana Soal Konversi Mata Kuliah?

Mahasiswa sekretari angkatan 2016 yang sudah mengambil beberapa matakuliah bisa mengkonversikan ke matakuliah S1 manajemen di konsentrasi yang dipilih. Namun ada beberapa matakuliah wajib yang tidak bisa dikonversikan, seperti korespondensi niaga dan bahasa inggris dasar.

Sedangkan mahasiswa angkatan 2013 – 2015 yang masih tersisa akan tetap terus dibina sampai selesai kuliah dalam progdi D3 Sekretari, berbeda dengan adik angkatannya yang berpindah.

Annie kembali menjelaskan, progdi D3 sekretari mengajarkan mahasiswanya agar bisa handal di bidang administrasi dan kesekretarisan, menguasai aspek komunikasi perkantoran, serta penyedia informasi yang diperlukan dalam suatu perusahaan. Selain itu, ia juga harus bias mempunyai skill manajerial , e-filing, serta kemampuan dalam berbahasa asing dan bisa berjiwa pemimpin, dinamis dan kreatif..

Menjadi seorang sekretari berarti harus bias mengerjakan berbagai jenis pekerjaan selain bidangnya, setidaknya bisa menguasainya.

Bagaimana kelanjutan kiprah Manajemen Perkantoran?  Tunggu saja!

 

Christiani Karisma M. Merentek, Jurnalis Scientiarum, mahasiswa Fakultas Psikologi, angkatan 2016

Penyunting : Axel Priya Mahardika

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *