Fiktif dalam Ilusi

Browse By

Tuan..

Mimik wajahmu adalah ilusiku

Pupil matamu adalah perspektif di dalamnya

Bibirmu satu-satunya canduku

 

Tuan..

Sepertinya aku terjebak

Terperangkap dalam imajiku sendiri

Ilustrasi oleh Delaneira Timothea

Sungguh,

Ini sangat menggodaku

 

Tuan..

Tolong bangunkan aku

Bangunkan aku dari belenggu imaji ini

 

Oh

Tuan..

Aku mendengarmu!

Suaramu merdu menyebut namaku

Palung jiwaku bagaikan arunika

Sangat hangat

 

Tetapi,

Mengapa tiba-tiba saja ini sangat gelap, Tuan ?

Dimana ilusiku ?

Dimana delusiku ?

Mengapa suaramu perlahan menjauh ?

 

Oh Tuan..

Sekarang aku menyadari

Kau hanya fatamorgana terindahku

dan aku hanyalah penikmat euforia ilusiku sendiri

 

Ironi di atas ironi

Apa kau tahu ?

Aku ikhlas, Tuan

Aku ikhlas

Sungguh..

 

Putu Saras Apriani, staf bisnis Scientiarum, mahasiswa Fakultas Psikologi angkatan 2017

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *