Wacana Kritis-Prinsipil Mahasiswa UKSW & Salatiga

Rembug Klarifikasi Pilrek, JT Tolak Berkomentar

Rubrik Kampus oleh

Siang tadi tepatnya pukul 12.00, kami mendapat bocoran bahwa Rektor John Titaley akan mengadakan pertemuan dengan dosen dan pegawai tetap untuk mengklarifikasi masalah kisruh Pilrek 2017-2022. Di dalam surat yang beredar lewat media sosial itu, dijelaskan bahwa pertemuan tersebut akan berlangsung pada Rabu 15 November 2017 dan dimulai pada pukul 14.00.

Jelas saja, kami langsung tanggap dan segera bersiap-siap untuk melakukan liputan terkait pertemuan yang diadakan JT ini.

Ternyata benar, pertemuan itu dilakukan di BU dan dimulai tepat pukul 14.00. Tak hanya itu, JT juga mengundang pengurus YPTKSW untuk mengklarifikasi masalah tersebut.

Yang disayangkan, ternyata rapat tersebut hanya boleh dihadiri oleh dosen dan pegawai tetap UKSW saja. lainnya dilarang masuk, begitu juga kami.

“Anda darimana?” tanya satpam ketus, “dari Scientiarum pak, mau meliput soal pertemuan ini,” jawab kami, “nggak boleh, ini hanya untuk pihak interen UKSW, emang kalian dapat undangan?” jawabnya lagi, “tidak pak, tetapi saya bawa surat liputan..” tak sempat kami menyelesaikan perkataan kami dia sudah menimpali dengan nada lumayan meninggi “yang diminta itu surat undangan, bukan surat liputan, jadi maaf anda tidak bisa masuk,” tukasnya jelas.

Kemudian, tepatnya pukul 16.34, acarapun berakhir dan peserta langsung bergegas keluar. Lantas, kamipun mencoba mewawancarai JT untuk bertanya soal isi pertemuan tadi.

Suasana seusai pertemuan terkait klarifikasi pemilihan rektor. (foto oleh: Rifaldi Sapta Wirawan)

Namun, Saat ingin kami wawancarai dia menolak memberikan komentar dan langsung nyeletuk “No no no no, tidak ada wawancara terkait ini,” ucapnya.

Kecewa dengan keputusan JT yang tidak ingin diwawancarai, akhirnya kami pun memutuskan untuk mewawancarai salah satu pengurus YPTKSW yang juga menghadiri acara tersebut. Prapto Yuwono.

Jelasnya, pertemuan yang diadakan ini bertujuan untuk menghimbau pegawai UKSW supaya tidak resah soal kisruh Pilrek dan tidak membela salah satu pihak dan akhirnya terkotak-kotak. Saat kami tanyai lebih lanjut soal penyelesaian masalah Pilrek, dia juga menjelaskan bahwa tidak ada penyelesaian terkait kisruh Pilrek, acara ini diadakan hanya untuk mengklarifikasi dan menghimbau saja.

Tatag Maulana Ali, Jurnalis Scientiarum

Redaktur: Robertus Adi Nugroho

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Geser ke Atas