Perbaikan Jalan Kemiri Raya, Apa Kaitannya Dengan UKSW ?

Rubrik Salatiga oleh

“Itu programnya pemerintah, kita UKSW tidak keluar uang,” ujar Andeka Rocky Tanaamah, PR III UKSW, saat saya wawancara.

Beberapa bulan terakhir, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Salatiga melakukan perbaikan jalan Kemiri Raya, yang meliputi penggalian tanah untuk memasang gorong-gorong pembuangan air dari belakang kampus, ke sungai dekat tempat pembuangan. Menurut wawancara langsung dengan salah satu penanggungjawab lapangan, Sukiman (bukan nama sebenarnya), program perbaikan jalan ini merupakan bentuk kerjasama UKSW dengan PUPR.

Jumat, (18/05),  saya mendatangi Pembantu Rektor III UKSW, Andeka Rocky Tanaamah di ruang kerjanya untuk  menanyakan hal tersebut.

Setelah beberapa saat berbicara ngalor ngidul, akhirnya ia angkat bicara soal pembuatan perbaikan jalan tersebut. Ia mengatakan bahwa, jika jalan itu tidak diperbaiki, UKSW akan banjir karena jalur air mengalir lewat jalan itu. Untuk mengatasinya, maka dinas melakukan perbaikan jalan keluar air dari belakang kampus ke sungai dekat tempat pembuangan. “Kalau tidak diperbaiki pembuangan air di sana, maka UKSW akan banjir,” jelasnya.

Sehubungan dengan hal itu, akhir Maret lalu, baliho kecil terpasang di pintu keluar belakang kampus bertuliskan pintu akan ditutup karena jalan akan diperbaiki, tetapi ditunda hingga akhir perkuliahan. Penundaan ini disebabkan perencanaan perbaikan jalan yang diganti. “Diinfokan kepada satpam bahwa mereka kerja dari bawah (tempat pembuangan- Red) , maka penutupan pintu kami tunda sampai dekat wilayah kampus barulah kami tutup,” ujar Rocky.

Foto oleh : Kornelius Dicky

Selain alasan pembuatan gorong-gorong, pintu belakang kampus ditutup selama 1 minggu karena alasan keamanan, terkait kasus pengeboman di Surabaya. “Kemarin ditutup, tentunya kita juga waspada untuk kondisi kampus dan teroris,” jelas Rocky.

Masih menurut Rocky, dengan adanya program kerja Dinas PUPR merekalah yang membantu UKSW yang langganan banjir karena saluran air mengarah ke kampus. “Dengan adanya program pemerintah, kita mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah,  pak wali dan jajarannya sudah membantu kita,” lanjutnya.

Uniknya, dari periode kepemimpinan JT, dan sebelumnya, kampus sudah sering mengeluarkan dana pembuatan terowongan air, namun hanya sedikit saja,  seperti kata Rocky pada saat wawancara. “Yang lalu-lalu UKSW mengeluarkan uang, tetapi terbatas jaman pimpinan yang lalu, akhirnya juga, kualitasnya tidak seperti yang diharapkan.”

Di akhir wawancara, Rocky berharap ketika pengerjaan gorong-gorong selesai, hal ini dapat mengatasi permasalahan pembuangan air, “Ketika program itu dijalankan, paling tidak masalah yang dialami UKSW yang berdampak langsung, maupun warga sekitar ,ketika air itu meluber ke arah jalan-jalan bisa teratasi,” tutup Rocky.

 

Christiani Karisma M Merentek, mahasiswi angkatan 2016.

Redaktur : Stephen Kevin Giovanni

 

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*