Wacana Kritis-Prinsipil Mahasiswa UKSW & Salatiga

The Rythm Of Life: Welcoming Party Maba 2018

Rubrik Kampus oleh

“Nah kalau maba itu wajib, kalo 15 orang per fakultas itu enggak,  karena surat edaran dari universitas itu salah pengetikan,” eksplikasi Mercy Luhukay terkait surat edaran yang sempat heboh dikalangan mahasiswa UKSW yang salah satu infromasinya bertuliskan  15 orang saja tiap fakultas menghadiri acara tahunan itu yang ternyata panitia pun tidak mengetahuinya.

Sambil berjejer memegang KTM (Kartu Tanda Mahasiswa -Red), kerumunan mahasiswa mulai memenuhi selasar pintu gerbang UKSW sabtu malam (22/09), yang antusias mengikuti acara Welcoming Party menyambut kehadiran lebih dari 3500 maba (mahasiswa baru -Red). Saat masuk lingkungan kampus, sudah terlihat cerahnya bohlam kuning yang berjejer kelok didepan LKU-Cafetaria. Pesta dengan konsep festival seni musik ini mengundang 20 etnis untuk meramaikannya.

“Kita pikir, disini Indonesia Mini, tapi Welcoming Party tidak pernah ada identitas Indonesia mininya, sedangkan ini untuk wadah maba mengenal UKSW,” terang Mercy Luhukay.

Sebelum menyepakati konsep bertabur seni budaya, ia sempat berdebat  dengan pihak Djarum dan menolak konsep acara Welcoming Party 2018 disamakan dengan acara Indonesia International Culture Festival (IICF). Mercy menegaskan bahwa  konsep acara IICF yang merupakan salah satu acara tahunan mahasiswa tidak boleh dicuri acara lain.

“Saya dan panitia nggak mau, nanti IICF kasihan, udah nggak minat karena mereka (mahasiswa baru– Red) udah tau, dan juga seakan-akan kami tidak kreatif dalam menyusun acara,”

Satu keunikan konsep tahun ini yaitu dimana  sejak siang,  UKSW sudah ramai dengan deretan sibuknya acara ini,  mulai dari  band yang tampil di halaman depan kampus, Progdi DKV (Desain Komunikasi Visual) yang membuat mulir dipinggir Lapangan Sepakbola sampai checksound pengisi acara. Malahan, setiap etnis diberikan tempat mengisi kekosongan lapangan itu.

“Ada museum etnis, teman-teman bisa jual souvenir disana, open rekrutmen anggota dan makrab etnis,” jelas Mercy.

Saat malam mengisi, “The Rythm Of Life”,  tema yang diusung kali ini, mereka mengundang Seventeen dan DJ Afizah sebagai tarikan minat mahasiswa untuk datang. Sebelum tampil, penari api menabur api didepan panggung berlayar LAZone.id selama beberapa menit berjalan.

Sempat rintik, namun gairah para penonton tetap menggebu-gebu, lantaran pelantun lagu “Jaga Selalu Hatimu” ini menghipnotis mereka dengan lagu-lagu kenangan tahun 2000an.

Dimana awalnya, acara ini diekspektasi hanya sedikit orang saja yang datang, dikarenakan bintang besar nan didatangkan hanya Seventeen saja yang notabene pernah datang kesini beberapa tahun lalu, seperti terang Mercy, “Kami (panitia-Red) sempat pesimis, soalnya  mohon maaf ya bintang tamunya Seventeen yang udah beberapa kali datang, takutnya mahasiswa udah bosan,”. Namun, ternyata berbanding terbalik dengan membludaknya mahasiswa yang datang belum termasuk 3500an maba menurut panitia.

Dengan melonjaknya mahasiswa yang datang saat penghujung acara, sambil berdesakan kami sempat singgah di kedai-kedai makanan sponsor acara. Mirisnya, mahasiswa meninggalkan tempat duduk dengan sampah bertumpuk diatas meja, sampai-sampai ada bukit kecil berisikan styrofoam bekas makanan terpampang disamping salah satu kedai. Bahkan puntung rokok masih saja bongkar-bangkir di tanah. Tidak hanya itu, kotoran mahasiswa ini dipungut oleh bapak-bapak paruh baya seusai acara.

“Diberitahu lagi supaya tidak buang sampah sembarangan dan kalau bisa tahun berikut diperbanyak tempat sampah,” tegas Ryvia dan Alin, 2 mahasiswi angkatan 2017-2018.

Selain itu, mereka juga menuturkan bahwa ternyata masih ada saja –minuman tak sehat– tercium jelas dihidung saat asyik berteriak dan bergoyang menyanyikan lagu “Till’ It Hurts”, yang dibawakan oleh DJ Afizah, wanita berpakaian bralette  perpaduan outter dengan celana panjang berwarna gelap didepan panggung itu.

“Kalau bisa keamanan di tingkatkan lagi karena banyak yang minum minuman keras,”.

 

Gilbert Inocca Mallin Christiani K. Michavadeny Merentek  Mahasiswa Fakultas SA Progdi Redaksi, cita-cita tambahan: wartawan tulis, angkatan 2015-2016.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Geser ke Atas