Wacana Kritis-Prinsipil Mahasiswa UKSW & Salatiga

Kemisan : Yang Vakum Hadir Kembali

Rubrik Media Partner oleh

Halaman depan Kampus FBS (Fakultas Bahasa dan Seni), Kamis malam (22/11) lalu tampak bertabur asap rokok yang mengudara. Beberapa papan untuk media membuat mural terlihat berjejer di samping panggung. Sebuah mobil putih Sedan juga ikut meramaikan acara ini untuk dilukis badannya terparkir di halaman.

“Kami hanya melanjutkan yang dulu. Dulu Kemisan punya Fakultas Seni Pertunjukan yang isinya hanya Jamming sama band dari anak Fakultas Seni Pertunjukan,” Tutur Bima, mahasiswa FBS, ketika ditanyai bagaimana Kemisan dapat terbentuk. Dirinya juga mengatakan bahwa Kemisan ternyata sudah ada sejak 2013 namun sempat vakum dua tahun kemudian.

Setelah menghilang selama tiga tahun, Kemisan kembali hadir dengan konsep yang berbeda dari sebelumnya. Tidak hanya musik, juga acara ini rencananya akan menyuguhkan sastra puisi serta teater.

Acara yang dimulai jam  6 sore ini, dulunya diadakan setiap dua minggu sekali, saat Fakultas Seni Pertunjukan  (FSP-Red) bergabung dengan FBS, jelas Bima. Namun karena tersendat dana yang harus dikeluarkan untuk menyewa soundsystem, sehingga sebulan sekali saja acara ini diadakan. Uniknya, tema yang diusung berbeda tiap bulannya. Dua bulan terakhir Etnis menjadi tema utama. Bedanya, pada Oktober lalu Kamisan lebih fokus pada penampilan musik tiap etnis, serta penggalangan dana untuk Palu, sedangkan di bulan ini mural yang dibuat oleh anak-anak Desain Komunikasi Visual (DKV) menjadi fokus dimana hasilnya nanti akan dijadikan backdrop panggung acara LA Community Salatiga bulan depan.

“Yang digambar itu ikonnya, kayak Sulawesi kan habis kena bencana, jadi gambarnya Pulau Sulawesi sama orang memeluk Pulau Sulawesi,” tutur Jonathan (DKV 2015) yang tengah menggambar mural bersama 11 kawannya.

Acara yang disponsori oleh Kaos Bugil, Biznet, Kopi Nusantara, Tik Ta Tu, Chillman, Babel, dan Djarum ini

salah satu band sedang tampil/ foto oleh: Moyzrano

menyuguhkan penampilan dari beberapa band. Fara Project, yang tampil diawal acara menyanyikan lagu Rumpang-Nadin. Selain itu ada juga Boxing day X wishing well, Syrian, dan Techo zero.

Dalam mempersiapkan acara pengurus tidak sendirian, mereka dibantu LA Community Salatiga sebagai sponsor utama Kemisan kemarin.

“…Kemisan itu buatku positif sih. karena Kemisan itu sendiri gabungan komunitas kreatif juga, mengangkat anak-anak kreatif di Salatiga, mengangkat musiknya Salatiga juga. Jadi lebih bisa show up…” tutur Julia dari LA Community Salatiga yang ternyata ikut berkolaborasi untuk mengantarkan acara mereka agar lebih dikenal luas.

Diakhir acara, penampilan DJ Matius mengundang penonton untuk maju ke depan panggung dan larut dalam euforia bersama.

 

 

 

 

 

 

 

Penulis: Ella Surya, Mahasiswi Fakultas Psikologi & Ryvia Bernike, Mahasiswi Fakultas Hukum, dua-duanya Angkatan 2017. Wartawan tulis Scientiarum.

Redaktur: Christiani Merentek

 

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Geser ke Atas