Wacana Kritis-Prinsipil Mahasiswa UKSW & Salatiga

Mengenal Budaya Lewat Festival

Rubrik Berita/Wisata oleh

Candi Gedongsongo pada Minggu (24/03), tampak ramai oleh para wisatawan. Rupanya peningkatan jumlah pengunjung dikarenakan adanya festival yang dilaksanakan di Candi Gedongsongo. Festival ini diselenggarakan selama 4 hari yang diawali pada tanggal 21 Maret 2019 dan diakhiri pada tanggal 24 Maret 2019. Festival dimulai pada pukul 09.00 WIB dan berakhirsekitarpukul 16.00 WIB. Tujuan utama dari festival ini untukmemperkenalkanCandi Gedongsongokepadamasyarakatumum.

Hari pertama (21/03) dibuka oleh Mundjirin ES, bupati Kabupaten Semarang pada pukul 09.00 WIB. Acara diawali dengan pementasan sendratari kopi serasi, kemudian diikuti prosesi resikresik candi. Seusai kerja bakti membersihkan area sekitar candi, acara dilanjutkan beberapa atraksi seni, pameran wisata, budaya dan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), pameran bunga dan buah, serta lukisan dan benda Pusaka Tosan Aji. Pameran-pameran tersebut dibuka sampai hari terakhir festival. Rangkaian acara hari pertama ini diselenggarakan untuk memperkenalkan objek wisata apa saja yang ada di Candi Gedongsongo.

Acara pada hari kedua dibuka dengan pentas seni tradisional Reog Turonggo Pancursari, dari Desa Piyanggang Sumowono. Dihari kedua juga diadakan workshop strategi promosi pariwisata melalui media sosial yang bertempat di home theater Gedongsongo. Setelah itu pentas musik dan pameran juga tetap dilaksanakan seperti pada hari pertama.

Festival ini juga memperkenalkan kuliner khas desa masing-masing, dengan festival kuliner ndeso di hari ketiga, yang didalamnya menyajikan makanan-makanan khas daerah sekitar. Agar suasana tetap meriah seperti pada hari sebelumnya, festival Gedongsongo menyajikan pertunjukkan berupa pentas kesenian tradisional dan musik akustik keroncong kreatif yang ditampilkan secara apik diatas panggung dekat bangunan candi yang pertama.

Festival Gedong songo diakhiri dengan aksi sapta pesona, dimana masyarakat dan pengunjung diminta untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan objek wisata Candi Gedong songo dengan tidak membuang sampah sembarangan. Musik campur sari juga turut memeriahkan festival di hari terakhir. Nah, kalau pada hari pertama festival dibuka oleh bupati Kabupaten Semarang, pada hari terakhir festival ditutup oleh wakil bupati Kabupaten Semarang.

(Ngesti Nugraha, SH. Wakil Bupati Kabupaten Semarang)

 

“Acara ini dibiayai oleh DAK (Dana Alokasi Khusus) dari pusat…”, tutur M. Maskuri selaku Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang. Beliau menambahkan, festival untuk pengembangan objek wisata sekabupaten semarang akan terselenggara jika tersedia anggaran dari DAK setiap tahunnya, dan tentunya DAK akan mengusahakan ketersediaan dana tiap tahunnya.

Ketika ditanyai mengenai lokasi festival, Beliau menjawab, “Setiap tahun pasti ada, tapi berbeda tempat. Kalau tahun yang lalu di Bukit Cinta, Banyu Biru. Tahun ini di Gedongsongo. Tahun depan nggak tahu…”

Salah seorang yang berpakaian sama dengan panitia acara dan mengaku sebagai warga asli daerah dekat candi mendekat, lalu meminta nomor handphone salah satu teman kami, katanya akan diadakan acara serupa pada tanggal 9 september 2019 nanti namun acara yang akan datang tidak ada sangkut pautnya dengan Dinas Pariwisata.

“Dinas secara kebetulan ada alokasi dana khusus dari pusat. Kegunaannya itu berbagai macam hal, salah satunya pelatihan, festival, dan sebagainya. Selain itu, program ini juga tidak semata-mata hanya untuk memperkenalkan objek wisata, namun juga untuk memperbesar wisata (pelebaran lahan). Semua kabupaten dan kota seluruh Indonesia mencari bantuan anggaran untuk keperluan pengembangan wisata, Kabupaten Semarang menjadikan DAK terbesar ke-2 di Indonesia dengan tujuan mengembangkan wisata” kata M. Maskuri.M. Maskuri juga menyampaikan bahwa beliau tidak mengetahui persis berapa dana yang dihabiskan untuk merealisasikan Festival di Gedongsongo kemarin.

(M. Maskuri dan Ibu Rita, bersama rekan-rekan Scientiarum seusai wawancara)

Tulisan oleh :

Putu Saras A, KaDiv Bisnis Scientiarum

Ignatius Sumirat W, Anggota Divisi Redaksi Scientiarum

Foto oleh :

Agung Sulistyo Nugroho, Anggota Divisi Redaksi Scientiarum

Redaktur :

Christiani Merentek, Pemipin Redaksi Scientiarum

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Geser ke Atas