Wacana Kritis-Prinsipil Mahasiswa UKSW & Salatiga

Satya Wacana Berduka

Rubrik Berita/Kampus oleh

“Ini adalah duka yang sangat mendalam bagi kita, bukan hanya keluarga tapi kita, Satya Wacana berduka”

 

UKSW sedang dalam keadaan berduka dengan sepeninggalan seorang dosen yakni Alm.Prof. Dr. Sutriyono, M.Sc pada 1 Mei lalu. Untuk mengenang jasanya, jenazah almarhum diantar mengelilingi kampus diiringi oleh beberapa civitas akademika serempak menggunakan pakaian hitam-hitam yang menyimbolkan kesedihan. Setelah selesai prosesi penghormatan pada jasa almarhum, UKSW kembali diliputi kedukaan, sekitar pukul 18.00 WIB seorang mahasiswa, Heard Stevenson Kelmaskosu yang juga merupakan panitia IICF 2019  tergeletak tak bernyawa.

Ana Titikoli Watunglawar selaku panitia IICF (Indonesian International Culture Festival) 2019 yang merupakan saksi pertama kejadian tersebut menjelaskan, ketika hujan deras sore itu dihari kedua festival budaya IICF 2019, ia sedang menuju gedung Lembaga Kemahasiswaan Universitas melalui jalan belakang lapangan basket yang tembus ke samping kantor BP3R sebelah Unistore, sayangnya Ana mendapati akses pagar di samping BP3R terkunci “Tumben dikunci pagarnya, biasanya tidak” ujarnya. Akhirnya ia memilih melewati jalan di sebelah kantor BPHA sebelum GAP (Gedung Administrasi Pusat). “Gak tau aku kenapa gak jadi lewat, soalnya kalau mau putar balik kan banjir. Akhirnya aku putar balik aja tapi gak lewat jalan masuk tadi, aku putar jalan samping ini,” terangnya.

Ana kemudian menemukan seorang lelaki dalam kondisi tengah memegang tiang lampu dan tidak sadarkan diri. Awalnya Ana tidak menyadari bahwa yang laki-laki itu adalah salah satu dari panitia IICF. Hingga akhirnya ia menghampiri korban bersama temannya, Cornelius Dicky kemudian mencoba membangunkannya dengan memegang tangan korban, tidak disangka Ana ikut tersengat aliran listrik, “Karena mukanya ka Dicky udah panik, akhirnya aku coba bangunin kan aku mau pegang tangannya dia buat bangunin akunya kesetrum,” jelasnya. Sontak Ana pun berbagi tugas dengan Dicky. Ana yang berlari ke lokasi acara untuk meminta pertolongan kepada panitia lain dan Dicky bergegas ke gedung LKU untuk meminta pertolongan, dan bertemu dengan Hizkia, panitia bagian P3K. “Makanya kita langsung bagi tugas, aku ke lapangan nyari P3K terus kak Dicky enggak tahu kemana nyari orang juga pas aku balik udah ada beberapa orang” tandas Ana.

Tak berapa lama, pihak kampus mencoba untuk memutuskan aliran listrik dengan cara mematikan sekring lalu ramai orang-orang mengerumuni korban. Salah satu satpam mengecek keadaan korban yang ternyata sudah meninggal dunia. Lalu ketika P3K sampai di lokasi, mereka sempat melakukan CPR kepada korban tetapi sayangnya nyawa korban tidak terselamatkan “karena kita yakin masih bisa diselamatin kita coba CPR,” perjelas Ana. Lalu korban diangkat ke ambulance yang kebetulan sudah standby di basement FEB, untuk dibawa ke RSUD. “Sambil nunggu ambulans kita kasih CPR-CPR ngasih napas buatan pertama pakai oksigen yang tabung terus abis itu belum ada tanda-tanda langsung dari mulut ke mulut,” jelas Ana.

Dicky salah satu saksi yang juga sempat ikut ke RSUD,mengutip pernyataan pihak RSUD terkait visum yang menyatakan bahwa korban telah tersengat aliran listrik sekitar lima belas menit, dan selain itu, korban juga memiliki penyakit jantung. terkait dengan berita-berita yang telah beredeera, Dicky dan Ana serempak menyatakan bahwa pemberitaan di media lain sempat keliru soal kronologi dan saksi-saksi utama, maka melalui pemberitaan Scientiarum, mereka berharap hal ini dapat diluruskan. “Sebenarnya yang diberita-berita itu salah alur, kayanya yang pertama nemu itu Hizkia tapi sebenarnya aku dan Ana ibarat saksi pertama soalnya tidak melihat dari siapa-siapa, aku lihat langsung,” jelasnya.

Senin (06/5) pukul 18.00 Lembaga Kemahasiswaan Universitas bersama dengan panitia IICF mengadakan Ibadah Penghiburan untuk Alm. Heard Stevenson Kelmaskosu di Balairung UKSW (BU). Ibadah yang berjalan lancar dan khidmat dipimpin oleh pendeta Esther H. Tulung dihadiri oleh para pembantu rektor, staff UKSW, seluruh panitia IICF, serta mahasiswa dan komunitas etnis  KEMAMORA (Halmahera Maluku Tenggara) dimana almarhum tergabung didalamnya. Dari apa yang dijelaskan oleh teman-temannya malam itu, Heard adalah seorang pribadi yang baik dan murah senyum. Hal ini dapat terlihat dengan banyaknya orang yang hadir dalam ibadah tersebut. Etnis KEMAMORA sendiri akan mengadakan lagi ibadah penghiburan untuk almarhum Heard pada hari kamis karena disesuaikan dengan keluarga di Halmahera, “Kita Ibadah penghiburan nanti hari Kamis, karena menyesuaikan yang di Halmahera sana keluarganya Heard kan itu kita biasa malam penghiburan 3 malam ni. 3 malam disana hari kamis, jadi kita juga buatnya hari kamis jadi sama-sama,” Jelas ketua KEMAMORA.

Kebaktian Penghiburan / Foto oleh : Marselina

Andeka Rocky Tanaamah selaku Pembantu Rektor III memberi ucapan bela sungkawa dan menyampaikan salam titipan Rektor yang saat itu tidak dapat hadir, “Ini merupakan hari yang tidak kita duga oleh karena itu begitu mendengar peristiwa ini saya langsung melaporkan kepada rektor, mohon maaf pak rektor tidak bisa hadir bersama-sama dengan kita karena dalam proses pemulihan, tetapi pak rektor menitip  belasungkawa”.

Andeka Rocky tidak sedang berada di Salatiga saat kejadian berlangsung dan mendapatkan kabar ini dari salah seorang satpam yang menghubungi nya, “Pak Selamet satpam menelpon saya itu jam 17.45, pak ada kejadian mahasiswa meninggal nampaknya tersetrum”. Ketika mendengar berita ini Rocky segera meminta para satpam UKSW untuk mengecek seperti apa kejadian yang sebenarnya. Rocky menjelaskan untuk penghantaran jenazah kembali ke kampung halaman yaitu Tobelo, pihak UKSW mengirim Koordinator Biro Kemahasiswaan yaitu Ferry R. “Pak Ferry dan tim dari Biro Kemahasiswaan kami utus kesana untuk menghantar jenazah”. Rocky menjelaskan bahwa semua proses dilancarkan oleh Tuhan dengan baik sehingga jenazah dapat sampai di kediaman duka.

Di akhir sambutan, Rocky menutup dengan mengatakan bahwa UKSW sangat berduka dengan kejadian ini dan mungkin ini adalah jalan yang terbaik yang telah diberikan oleh Tuhan “Ini adalah duka yang sangat mendalam bagi kita, bukan hanya keluarga tapi kita, Satya Wacana berduka. Kita menempatkan bahwa alm Heard adalah saudara kita yang menjadi bagian di UKSW ini” tandas di akhir sambutan.

Selain pihak kampus, ketua panitia IICF  2019juga turut hadir di kediaman asal korban untuk berbela sungkawa. Seluruh anggota panitia diliputi kedukaan dan memutuskan untuk memberhentikan acara festival budaya ke-2 serta mengundur rangkaian acara penutupan IICF sampai pada tanggal yang belum ditentukan. Panitia menyayangkan banyak desas-desus yang beredar bahwa korban meninggal di area festival berlangsung, padahal kejadian ini tidak terjadi di area pertunjukan melainkan di samping jalan setapak belakang kantor BPHA (sebelah GAP). Segenap panitia IICF dan etnis KEMAMORA kemudian menutup ibadah dengan berdoa dan pemasangan lilin pada tempat kejadian.

Pemasangan lilin dan doa bersama di lokasi kejadian / foto oleh Christiani

Berita oleh :

Natali Inn Sting, Anggota Divisi Redaksi Scientiarum

Choncitha Corneliani, Anggota Divisi Bisnis Scientiarum

Redaktur :

Delaneira, PU Scientiarum

 

Bersamaan dengan berita ini, segenap anggota LPM Scientiarum turut menyampaikan bela sungkawa, semoga tidak ada lagi kejadian serupa.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Geser ke Atas