Wacana Kritis-Prinsipil Mahasiswa UKSW & Salatiga

Pameran Buku Salatiga: Mengenalkan Salatiga lewat Tulisan

Rubrik Berita/Salatiga oleh

Pemerintah kota Salatiga mengadakan acara pameran buku pada tanggal 11-18 Juli 2019 di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Salatiga, yang bertujuan untuk mengenalkan buku yang ditulis dan diterbitkan oleh berbagai penerbit di Salatiga kepada masyarakat luas. Menurut salah satu pustakawan yang kami temui, Awan Fauzan (Fauzan) mengatakan target khusus dari pameran buku ini adalah anak milenial, dan pendatang. Selain buku terdapat juga beberapa lukisan dan kerajinan tangan dari Komunitas Semar (salah satu taman baca di Salatiga). Buku, lukisan serta kerajinan tangan tersebut tidak hanya di pamerkan, tetapi juga ada beberapa yang bisa dibeli dan dijadikan koleksi di rumah atau kos. Acara pameran buku ini dibagi menjadi 2 bagian besar, yaitu pameran buku dan parade literasi.

foto oleh: Santi

Untuk menjalankan acara ini, karyawan Perpusda membentuk kepanitiaan yang diketuai oleh Suryanto S.H, kepala bidang pembinaan pengembangan dan kearsipan. Buku-buku yang dipamerkan merupakan buku-buku dari  Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kota Salatiga, Badan Perencanaan dan Penelitian Pengembangan, Bagian Humas dan Protokol, Bagian Hukum, Sekretariat DPRD, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Badan Pusat Statistik, Rumah Sakit Paru-Paru Dr. Ario Wirawan, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Bagian Tata Pemerintahan, Kelurahan Cebongan, SMP Negeri 1 Salatiga, SMP Negeri 10 Salatiga, SMP Negeri 2 Salatiga, Institut Agama Islam Negeri Salatiga, dan Universitas Kristen Satya Wacana.

 

Ketika ditanya mengapa harus buku mengenai Salatiga saja yang dipamerkan, Fauzan mengatakan bahwa buku mengenai Salatiga jarang diketahui oleh masyarakat, dan hal itu membuat buku mengenai Salatiga akan jauh lebih menarik. Fauzan juga mengatakan bahwa penulis dari Salatiga jarang diketahui dibandingkan penulis luar Salatiga, sehingga dirasa perlu diketahui terutama oleh anak milenial dan pendatang.

Parade literasi terdiri dari berbagai macam agenda. Pada hari Selasa, 16 Juli terdapat lomba dongeng, workshop membatik dan workshop craft dari barang bekas, serta penampilan wayang kancil oleh komunitas sanggar wayang kancil Salatiga. Pada Rabu, 17 Juli kemarin terdapat agenda pameran permainan anak tradisional, penampilan tari oleh siswa SD dari rumah baca cahaya salatiga, literasi finansial,  penampilan musik akustik oleh komunitas pojok literasi Salatiga dan Perpusda, dan parade puisi oleh guru-guru dari berbagai SD di Salatiga, serta pengumuman lomba menulis. Pada hari terakhir Kamis, 18 Juli ada penampilan pantonim SMP 5, workshop pantomim, dan workshop kepenulisan. Agenda terakhir terdapat bincang kepenulisan “Menulis di Salatiga”, serta pengumuman pemenang lomba dongeng.

Pada parade literasi dan workshop, Renaldi Anggoro Sakti (Sakti) selaku sekretaris panitia mengatakan bahwa target utamanya adalah siswa-siswi SD di Salatiga. Uniknya, peserta workshop dan parade literasi diikuti siswa-siswi dari SD di seluruh Salatiga. Selain pameran buku, workshop, lomba, dan penampilan seni, ternyata pameran buku dari Perpusda juga mengadakan acara nonton bareng film dokumenter yang diadakan pada hari Kamis 11 Juli, sampai Senin, 15 Juli pada pukul 10.00-11.00 WIB.

Menurut Fauzan, warga Salatiga memiliki antusias yang cukup tinggi dalam pameran buku ini. Namun ketika kami mendatangi salah satu acara yaitu nonton bareng pada Minggu, (14/07) dengan film dokumenter berjudul “Malam Satu Suro di Benoyo” tidak ada penonton, dan hanya 2 staf dan wartawan kami dalam ruangan nonton tersebut. Ketika kami datang ke acara nonton bareng “Malam Satu Suro di Benoyo” justru penjaga piket tidak mengetahui adanya agenda acara tersebut. Kami mencoba mencari panitia yang memahami mengenai acara pada hari itu, tetapi hasilnya nihil. Saat di akhir wawancara Fauzan menambahkan bahwa pada  24 Juli nanti akan diadakan acara pameran kearsipan kota Salatiga, dimana Salatiga masa lampau akan ditunjukkan.

 

Berita ditulis oleh Trisasanti Mega P dan Sisilia Fitria D.

 

Redaktur : Christiani Karisma M

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Geser ke Atas