Wacana Kritis-Prinsipil Mahasiswa UKSW & Salatiga

Drama Surat Pembantu Rektor III

Rubrik Berita/Kampus oleh

Terpilihnya Donny, mahasiswa Fakultas Teologi angkatan 2015 sebagai Ketua Umum Badan Perwakilan Mahasiswa Universitas (BPMU) ternyata dianggap tidak memenuhi keinginan Pembantu Rektor 3 (PR 3). Didapati bahwa ketua terpilih tidak lulus Latihan Menengah Kepemimpinan Mahasiswa (LMKM) dan belum mengikuti Latihan Lanjutan Kepemimpinan Mahasiswa (LLKM). Hal tersebut tidak sesuai dengan surat yang diedarkan PR 3.   

13 Juni lalu, Andeka Rocky Tanamaah selaku PR 3 UKSW mengeluarkan surat  Nomor : 229/PR3/6/2019 kepada Lembaga Kemahasiswaan Universitas (LKU) dan Lembaga Kemahasiswaan Fakultas (LKF) perihal pergantian fungsionaris LKF UKSW periode 2019-2020. Surat tersebut  menyarankan dan mempertimbangkan Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa Universitas (BPMU) serta Ketua Senat Mahasiswa Universitas (SMU) sedapat-dapatnya telah mengikuti LLKM dan pernah menjabat sebagai Ketua Bidang, Ketua Komisi, Sekretaris LKF tingkat Universitas, Ketua SMF dan Ketua BPMF. Diketahui surat edaran PR 3 tersebut diedarkan tanpa adanya koordinasi dengan pihak LK. 

Benar adanya bahwa terjadi penolakan ketua terpilih oleh PR 3 pada 18 Juli 2019. Pihaknya memberi perintah untuk menggantikan ketua terpilih dengan kandidat yang sesuai pertimbangan dalam surat. “Saya dapat info dari utusan F.Kip (Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan-red), kalau jika ketua LK tidak sesuai isi surat PR 3 maka tidak ada kantor LK dan tidak ada tanda tangan Surat Keputusan (SK)”, ujar Frans selaku ketua BPMU 2018/2019 pada saat pertemuan pertama fungsionaris LKU bersama fungsionaris LKF pada tanggal 30 Juli di kantor BPMU. Di dalam pertemuan tersebut memunculkan beberapa poin yang akan diajukan kepada PR 3. Pertama ketua terpilih tetap lanjut, kedua masalah ini diselesaikan pada hari itu juga, ketiga perlu adanya dialog berkelanjutan terkait hubungan PR 3 dengan LK ke depan, mengingat dalam SPPM skenario V dimana garis PR 3 dengan LKU maupun Korbidkem/ Wakil Dekan hanya sebatas garis konsultasi atau koordinasi.

Esok harinya ketua  BPMU dan SMU menemui PR 3 untuk menuntut 3 poin yang sudah dibahas bersama dengan fungsionaris LK UKSW. Selang beberapa saat, ketua-ketua LKF menyusul ke kantor PR 3. Selain menuntut tiga poin yang sudah disebutkan, SMU meminta perpanjangan Surat Keterangan (SK) sebagai bentuk kepastian selama penyelesaian masalah, pasalnya fungsionaris LK saat ini sedang memasuki masa demisioner yang membuat ketidakleluasaan dalam mengurus permasalahan semacam ini. Namun sangat disayangkan permasalahan ini tidak dapat selesai di hari itu juga. PR 3 mengatakan bahwa permasalahan ini perlu dibawa dalam rapat pimpinan Universitas sebelum memberikan keputusan akhir. 

Berdasarkan surat tanggapan LKF, beberapa menyatakan penolakan atas surat edaran PR 3. Hanya satu fakultas saja yang setuju, dengan alasan kegiatan LMKM dan LLKM dapat membentuk pimpinan-pimpinan yang berkualitas dan berkapasitas kepemimpinan.  Namun bukan berarti penolakan yang ada tanpa didasari alasan, termasuk terlambatnya surat yang baru beredar setelah pemilihan ketua Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (BPMF). Apabila dasar dari poin-poin yang dimaksud surat tersebut adalah untuk pengembangan LK kedepannya, LKF beranggapan lebih baik surat diedarkan pada awal periode sebagai perhatian lebih dalam proses pengkaderan.  

Selain itu surat yang tidak berbentuk surat keputusan atau surat ketetapan ataupun nota PR 3 tersebut, membuat fungsionaris LK beranggapan kalau surat edaran itu hanyalah sebuah himbauan. Ditambah lagi banyak pertanyaan mengenai dasar pembuatan surat yang belum jelas adanya.

Penolakan PR 3 atas terpilihnya Donny dianggap mengesampingkan KUKM.

Kendati ketua BPMU telah terpilih, nyatanya pemilihan ketua SMU periode 2019/2020 belum dapat berjalan dikarenakan PR 3 yang masih mempermasalahkan kualifikasi ketua BPMU terpilih. Adanya keinginan back to basic lembaga kemahasiswaan yang lalu nampak ingin digencarkan kembali. Tidak lulusnya ketua BPMU terpilih dalam kegiatan LMKM dan belum mengikuti LLKM terus menjadi pokok permasalahan yang selalu dibawa-bawa PR 3, padahal berdasarkan Pasal 15 ayat (2) huruf f, Pasal 24 ayat (2) huruf f, Pasal 33 ayat (3) huruf g, dan Pasal 42 ayat (2) huruf g Ketentuan Umum Keluarga Mahasiswa menegaskan bahwa calon Fungsionaris Lembaga Kemahasiswaan dalam hal ini ketua baik di aras fakultas maupun universitas hanya diharuskan telah lulus Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM).

Donny sebagai ketua BPMU terpilih pun telah lulus LDKM. Penolakan PR 3 atas terpilihnya Donny dianggap mengesampingkan KUKM. LKF pun menanggapi tuntutan  PR 3 sebagaimana dimaksudkan dalam surat tidak memiliki kekuatan yang mengikat ataupun mewajibkan secara legal bagi calon ketua BPMU terkait ketentuan telah lulus LMKM dan LLKM.     

Kembali pada orasi terbuka pemilihan ketua BPMU pada 8 Juli lalu di Student Center (SC) UKSW,  memang tidak ditemui adanya penyalahan prosedur, dan secara administratif pun tidak melanggar ketentuan. Namun sayang, pihak Biro Kemahasiswaan maupun PR 3 tidak hadir langsung menyaksikan proses orasi tersebut. Bersama dengan utusan-utusan fakultas yang nantinya akan menjadi fungsionaris BPMU periode 2019-2020, keputusan akhir sidang tertutup pun sudah ditentukan. Secara musyawarah mufakat Donny Osmond Popoko resmi terpilih sebagai ketua BPMU periode 2019/2020. Melihat dari KUKM, ketua BPMU terpilih tidak melanggar hal-hal yang menjadi prinsip KUKM yang tertulis dalam pasal 33 ayat (3) tentang syarat-syarat fungsionaris BPMU.

5 Agustus, pimpinan universitas mengadakan rapat di ruang PR 2. Ketua-ketua LKU bersama ketua BPMU terpilih ikut diundang dengan tujuan permasalahan lalu dapat terselesaikan. Hasil rapat tersebut memutuskan agar ketua BPMU terpilih tetap lanjut dengan catatan harus membuat Berita Acara (BA) bahwa Donny harus menyelesaikan permasalahan administrasinya (pemenuhan pembayaran asrama) dan mengikuti kegiatan LMKM serta LLKM mendatang. Selesai rapat, dua wartawan SA menemui Frans dan Donny, mereka menerangkan bahwa pihak Biro Kemahasiswaan menyatakan isi surat tersebut pada akhirnya menambah isi dari KUKM itu sendiri. 

 

Oleh :

Vinka Luki Agusta, PU Scientiarum 19/20, Mahasiswa FEB 2017

Gilbert Inoca Mallin, Anggota Redaksi Scientiarum, Mahasiswa FH 2015

 

Redaktur :

Delaneira, Kalitbang SA 19/20, Mahasiswa F.PSi 2016

 

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Geser ke Atas