Wacana Kritis-Prinsipil Mahasiswa UKSW & Salatiga

You are Entering a No Smoking Area

Rubrik Berita/Kampus oleh

Cafetaria UKSW tampak tak seramai dulu, mahasiswa kini lebih memilih untuk duduk-duduk di depan cafetaria mengingat 2 Agustus lalu, pengunjung cafetaria dan cafe rindang dikejutkan dengan adanya poster bertuliskan “you are entering a no smoking area (anda memasuki area bebas asap rokok)” yang ditempel oleh salah satu pegawai PT. Satya Mitra Sejahtera (PT.SMS) yaitu Pak Yanto. Karena jawaban singkat yang diberikan oleh Pak Yanto pada wawancara sebelumnya, (baca : Dilarang Merokok di Cafetaria UKSW) kami mencoba mencari tahu lebih lanjut mengenai penempelan larangan ini.

14 Oktober, kami mencoba mendatangi PT.SMS secara langsung, kami bertemu dengan Pak Fajar yang kebetulan sedang berada di meja kasir. Pak Fajar merupakan pegawai PT.SMS yang mengurus rental mobil dan cafe. “Tidak tahu mbak jelasnya gimana, tapi yang pasti itu diinstruksikan oleh pihak management” ujar Pak Fajar. Pak Fajar juga mengatakan bahwa pihak management PT. SMS memang sudah melakukan diskusi, namun tak tahu dengan siapa. “Permintaan konsumen awalnya, terus diinstruksikan sama Universitas”.

Setelah informasi yang kami dapat dari PT.SMS pada hari itu, kami mencoba mencari tahu, siapa yang dimaksud “konsumen” oleh PT.SMS. Maka kami mencoba menanyai salah satu konsumen setia cafetaria. Ardam, mahasiswa fakultas Psikologi menyatakan “Iya pernah dikasih kuisioner, disuruh isi tiba-tiba, gitu aja” ujarnya. Kuisioner dibagikan oleh penggiat Satya Wacana Green Action (SWAGA), yaitu salah satu kegiatan di bawah naungan Departemen Lingkungan SMU. Berdasarkan informasi tersebut, kami pun mewawancari salah satu peserta SWAGA, yang berinisial C. Ia menyatakan bahwa betul zonasi merokok merupakan program dari SWAGA, yang sebelumnya diminta oleh pihak Senat Mahasiswa Universitas untuk direalisasikan sebagai usaha perwujudan nota rektor.

Defri (Ketua SMU periode 2018/2019), menyatakan benar bahwa sistem zonasi merokok merupakan program SWAGA. “Telah dilakukan riset yang melibatkan 400 mahasiswa, kemudian dari hasil riset tersebut disusunlah draft…” ungkap Defri. Draft tersebut melibatkan nota rektor yang diterbitkan pada 11 Mei 2007 sebagai landasan, lalu draft dibawa ke rapat senator, yang akhirnya disetujui. Ketika melakukan riset, SWAGA juga melakukan sosialisasi beserta campaign mengenai bahaya merokok. Defri, menyatakan bahwa SWAGA juga telah pergi ke Universitas Negeri Yogyakarta dan Universitas Sanata Dharma, yang bertujuan untuk studi visit mengenai zonasi merokok.        

Berdasarkan  info yang kami dapat pada 2 Agustus lalu dari Putra Anggara, dimana penempelan poster himbauan untuk tidak merokok merupakan salah satu program kerja komisi advokasi, yang merupakan tindakan yang menunjang kebijakan pemerintah mengenai Kawasan Tanpa Rokok (KTR) tahun 2011, dan juga mengenai Perda Kota Salatiga Nomor 6 Tahun 2016. Dalam web Departemen Kesehatan dikatakan bahwa pembentukan KTR seharusnya melalui beberapa tahap, yaitu ; persiapan awal, konsolidasi lintas program, konsolidasi lintas sektor, sosialisasi rencana penetapan kawasan tanpa rokok, pertemuan tim perumus sampai pada akhirnya evaluasi.

Namun sayangnya, program zonasi merokok di UKSW tidak disosialisasikan secara meluas, sehingga zonasi merokok menjadi program yang terkesan tiba-tiba. “Kalau kami peserta waktu pembekalan itu dikasih materi mengenai bahaya rokok gitu, terus untuk soal KTR ga dibahas” ujar salah satu narasumber berinisial F. Menurut F, sosialisasi kepada mahasiswa dilakukan dalam bentuk campaign yaitu membagikan kuisioner secara merata di wilayah UKSW. Penggiat SWAGA juga tidak lupa memberikan asbak kepada perokok di cafetaria dan café rindang. “Supaya puntung rokoknya gak dibuang sembarangan” ujar F ketika ditanya apa tujuan pembagian asbak.

 

Berita oleh : Trisasanti Mega, Jurnalis Scientiarum. Mahasiswa Fakultas Psikologi Angkatan 2017

Redaktur    : Delaneira, Redaktur Scientiarum, Mahasiswa Fakultas Psikologi Angkatan 2016

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Geser ke Atas