Wacana Kritis-Prinsipil Mahasiswa UKSW & Salatiga

Virus Corona Melanda, Jangan Panik!

Rubrik Berita/Humaniora/Kampus/Nasional/Salatiga oleh

Sebagian masyarakat Salatiga mengalami kepanikan semenjak mewabahnya virus corona. Pemilik Apotek Vitra, Gunawan Yuliantoro mengatakan bahwa sejak awal Desember 2019 stok masker dan handsanitizer kosong karena mewabahnya virus corona di China.  Kelangkaan ini diperparah setelah masuknya virus corona di Indonesia. Warga Salatiga mengalami kepanikan dikarenakan kesulitan untuk mendapatkan masker dan handsanitizer hingga harus meminta secara langsung kepada DPRD dan jajarannya. Dalam seminar di UKSW (7/3) wartawan Scientiarum mendapati Ketua DPRD Salatiga, menanggapi bahwa kepanikan dari diri sendiri justru akan membunuh kita secara perlahan. “Ternyata permasalahan corona ini bukan hanya masalah virus. Virus yang paling mematikan adalah virus panik”, ucap Dance.

Awal tahun dunia dihebohkan dengan kabar mengenai virus corona. Indonesia juga ramai memperbincangkan virus yang berasal dari Wuhan, China tersebut. Dilansir dari Suara.com, berdasarkan hasil pemeriksaan sudah ada 7 orang suspect corona. Hal ini membuka peluang munculnya berita hoax yang meresahkan masyarakat. Sementara itu, Kemenkes menyatakan bahwa virus ini menyerang saluran pernapasan pada mamalia, termasuk manusia, serta masih satu keluarga dengan virus penyebab SARS dan MERS.

Kemunculan virus berawal dari banyaknya pengunjung di pasar grosir makanan laut Hua Nan yang terserang penyakit dengan gejala yang mirip pneumonia. Kemudian virus menyebar ke 8 kota di China, yaitu Beijing, Tianjin, Hubei, Chongqing, Shanghai, Zheijang, Jiangxi, dan Guangdong. Hingga akhirnya muncul pernyataan dari beberapa negara bahwa sudah ada kasus terkait virus ini.

Gejala dan Pencegahan

nCoronavirus dapat ditularkan antar manusia melalui kontak langsung (droplet, batuk, dan bersin). Gejala yang muncul juga hampir sama dengan flu, yaitu demam, lemas, batuk kering, hingga sesak napas. Untuk membedakannya dengan flu, perlu dipastikan apakah pasien baru saja berkunjung ke negara terjangkit dalam 14 hari sebelumnya. Dilansir dari The New England Jorunal of Medicine, penelitian yang dilakukan terhadap 3 pasien penderita nCoronavirus menemukan bahwa virus menyebar dalam jangka waktu singkat dan menyebabkan pneumonia. Kepala Puskesmas Grogol Petamburan DKI Jakarta, Nurmari Wahyu Hapsari, menjelaskan gejala pada tahap awal sama dengan flu, namun untuk penderita yang terjangkit virus corona akan menderita Pneumonia dalam jangka waktu yang relatif singkat.

“Meskipun virus corona menyebabkan pneumonia, namun vaksin pneumonia tidak dapat mengobati jika individu terserang virus corona,” tambah Nurmari Wahyu Hapsari.

Pencegahan dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti menghindari kontak langsung dengan hewan ternak dan menjaga kebersihan tangan secara rutin, terutama sebelum menyentuh mulut, hidung, dan mata, serta setelah memegang instalasi publik. Selain itu mengkonsumsi makanan bergizi, khususnya buah dan sayur minimal 3 kali sehari, juga dapat mencegah tubuh terpapar virus corona. Jika berencana melakukan wisata, pastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat, apabila terpaksa harus melakukan perjalanan keluar negeri dalam keadaan sakit, segera informasikan kepada petugas penyedia transportasi dan segera cari layanan kesehatan. Penggunaan masker hanya untuk individu yang mengalami gejala corona, jangan lupa cuci tangan, dan tetap waspada.

 

Berita oleh : Trisasanti Mega, Sekretaris Scientiarum. Mahasiswa Fakultas Psikologi Angkatan 2017

Redaktur    : Ella Surya, Pemimpin Redaksi Scientiarum, Mahasiswa Fakultas Psikologi Angkatan 2017

 

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Geser ke Atas