Wacana Kritis-Prinsipil Mahasiswa UKSW & Salatiga

nCoronavirus, Virus Hasil Evolusi

Rubrik Humaniora oleh

Awal tahun dunia dihebohkan dengan kabar mengenai virus corona. Indonesia juga ramai memperbincangkan virus yang berasal dari Wuhan, China tersebut. Hal ini membuka peluang munculnya berita hoax yang meresahkan masyarakat. Padahal belum ada pernyataan resmi terkait virus baru ini.

Kemunculan virus berawal dari banyaknya pengunjung di pasar grosir makanan laut Hua Nan yang terserang penyakit dengan gejala yang mirip pneumonia. Kemudian virus menyebar ke 8 kota di China, yaitu Beijing, Tianjin, Hubei, Chongqing, Shanghai, Zheijang, Jiangxi, dan Guangdong. Hingga akhirnya muncul pernyataan dari beberapa negara bahwa sudah ada kasus terkait virus ini.

Kemenkes menyatakan bahwa virus ini menyerang saluran pernapasan pada mamalia, termasuk manusia, serta masih satu keluarga dengan virus penyebab SARS dan MERS.  Sementara itu, di Indonesia belum ditemukan individu yang terinfeksi nCoronavirus. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, meminta masyarakat untuk tidak panik dan tetap tenang, serta mempercayakan pihak pemerintah.

Gejala dan Pencegahan

nCoronavirus menyebar melalui udara layaknya flu. Gejala yang muncul juga hampir sama dengan flu, yaitu demam, lemas, batuk kering, hingga sesak napas. Untuk membedakannya dengan flu, perlu dipastikan apakah pasien baru saja berkunjung ke negara terjangkit dalam 14 hari sebelumnya. Dilansir dari The New England Jorunal of Medicine, penelitian yang dilakukan terhadap 3 pasien penderita nCoronavirus menemukan bahwa virus menyebar dalam jangka waktu singkat dan menyebabkan pneumonia. Kepala Puskesmas Grogol Petamburan DKI Jakarta, Nurmari Wahyu Hapsari, menjelaskan gejala pada tahap awal sama dengan flu, namun untuk penderita yang terjangkit virus corona akan menderita Pneumonia dalam jangka waktu yang relatif singkat.

“Meskipun virus corona menyebabkan pneumonia, namun vaksin pneumonia tidak dapat mengobati jika individu terserang virus corona,” tambah Nurmari Wahyu Hapsari.

Pencegahan dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti menghindari kontak langsung dengan hewan ternak dan menjaga kebersihan tangan secara rutin, terutama sebelum menyentuh mulut, hidung, dan mata, serta setelah memegang instalasi publik. Selain itu mengkonsumsi makanan bergizi, khususnya buah dan sayur minimal 3 kali sehari, juga dapat mencegah tubuh terpapar virus corona. Jika berencana untuk berwisata, pastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat, apabila terpaksa harus melakukan perjalanan keluar negeri dalam keadaan sakit, segera informasikan kepada petugas penyedia transportasi dan segera cari layanan kesehatan, jangan lupa gunakan masker kemanapun.

 

 

Berita oleh : Trisasanti Mega, Sekretaris Scientiarum. Mahasiswa Fakultas Psikologi Angkatan 2017

Redaktur    : Immanuella Senthia, Pemimpin Redaksi Scientiarum, Mahasiswa Fakultas Psikologi Angkatan 2017

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Geser ke Atas