Kuliah Daring, Siapkah UKSW?

Rubrik Kampus oleh

Menindaklanjuti SK Rektor pada (16/3) lalu terkait pewabahan virus corona, akhirnya universitas memutuskan untuk memberlakukan sistem perkuliahan daring.

Adanya perubahan sistem ini tentunya membutuhkan beberapa penyesuaian. Rektor UKSW Neil Samuel Rupidara meminta dosen untuk segera menyelesaikan segala bentuk persiapan dan mengkomunikasikannya pada mahasiswa. Untuk saat ini perkuliahan dialihkan ke media online seperti Flexible Learning (Flearn), Google Classroom, Google Meets, dan sebagainya.

Salah satu kegiatan kuliah daring dengan penggunaan Google meet

Namun sampai saat ini belum ada kepastian soal banyaknya dosen yang telah memanfaatkan media pembelajaran daring. “Saya tidak bisa pastikan ada berapa banyak dari kita yang memanfaatkan media-media online.”, ujar Neil, Selasa (17/03).

Selain itu, Neil juga meminta Biro Teknologi dan Sistem Informasi (BTSI) untuk mengeluarkan surat edaran mengenai bantuan yang bisa diberikan kepada dosen maupun mahasiswa. Fredrik L. Ndjurumana, pegawai BTSI mengatakan bahwa mereka memberikan bantuan terkait hal-hal teknis dan pembukaan kelas. Selain itu, untuk mengantisipasi lonjakan pengguna Flearn, BTSI menambah kapasitas agar tetap dapat diakses dengan baik.

“Sampai saat ini belum ada keluhan mengenai server yang benar-benar terputus karena lonjakan pengguna. Paling ya agak lambat, tapi saya kira itu hal yang wajar”, jelas Fredrik.

Standarisasi Perkuliahan Daring

Universitas memberikan standar yang cenderung abstrak terbuka terkait pelaksanaan kuliah daring. Meski cenderung abstrak, Neil tetap meminta kepada dosen untuk menjalankan perkuliahan daring dan menghentikan segala bentuk pembelajaran yang bersifat mengumpulkan massa, seperti praktikum, namun tetap mempertahankan reputasi sebagai lembaga pendidikan perguruan tinggi. Selain itu, pelaksanaan perkuliahan dan pemberian nilai adalah otoritas keilmuan dosen. Universitas tidak dapat menerapkan satu aturan untuk seluruh sistem perkuliahan, karena kondisi setiap kelas berbeda.

Fakultas Siap Kuliah Daring?

Salah satu fakultas yang siap dalam menghadapi perubahan sistem ini adalah Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB). Dekan FEB Roos Kities Andadari, menjelaskan bahwa mereka telah menerapkan perkuliahan daring pada tahun ajaran 2019/2020, sehingga mereka hanya melakukan beberapa penyesuaian ketika terjadi perubahan sistem.

“Tertolong karena tahun akademik ini kami sudah menerapkan (kuliah daring –red) jadi ketika muncul masalah ini kami tinggal melakukan penyesuaian”, terang Roos Kities.

Menyoal Magang

Sementara itu, pihak universitas mengusahakan agar mahasiswa yang tengah magang tetap dalam kondisi aman, khususnya yang berada di luar Salatiga. Mereka melakukkan koordinasi dan meminta perusahaan maupun lembaga terkait untuk menjamin serta melakukan yang terbaik untuk mahasiswa magang.

Terlepas dari segala penyesuaian, Neil menghimbau untuk semua civitas akademika agar tetap tenang serta tidak memanfaatkan keadaan ini untuk melakukan mobilisasi yang berpotensi meningkatkan penyebaran corona.

 

Tulisan oleh  : Ella Surya

Redaktur       : Vinka Agusta

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*