Lanjutkan Sistem Daring, ‘Pilkada’ Kampus Via Online

Rubrik Berita/Kampus oleh

 

Akhir September hingga Oktober lalu, beberapa fakultas di UKSW melaksanakan pemilihan ketua BPMF dan SMF. Mengingat kondisi pandemi yang belum juga membaik, serangkaian kegiatan pemilihan dialihkan menjadi via daring. Mulai dari open recruitment, woro-woro, sosialisasi, hingga orasi terbuka dilakukan melalui media sosial. Sedangkan pemilihannya dilaksanakan menggunakan video conference.

Layaknya pepatah “musibah bisa jadi anugerah“, pemilihan daring justru dihadiri lebih banyak peserta dibanding pemilihan secara langsung. “Menurut saya pemilihan ketua BPMF secara online itu lebih banyak pesertanya dibandingkan ketika dilakukan secara offline, karena mungkin ketika daring bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja sedangkan ketika offline hanya bisa di satu tempat saja” jelas Fanny Natacia, korsat pemilihan ketua BPMF FTI 2020.

Berbeda pula pendapat dari akun @jaluihza, “oke oke aja, yang dipilih yakin bisa mewakili suara mahasiswa/ masyarakat nggak?”

Meski begitu, terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan pemilihan daring ini. Adanya rumor penyadapan data dalam aplikasi zoom dan google meet dan juga prahara zoom yang hanya menyediakan free berbayar selama 40 menit padahal masa pemilihan membutuhkan waktu yang cukup lama. “Kendalanya mungkin banyak dari mereka para calon, sertifikatnya dan persyaratan lainnya tertinggal di kos, dari kami BPMF  FH sendiri menyiasatinya dengan cara mengumpulkan bukti screenshot disiasat terkait poin keaktifan kemudian untuk bentuk fisiknya akan dikumpulkan menyusul. Dan juga LK FH menggunakan pendaftaran google form sehingga lebih memudahkan untuk mengetahui siapa saja yang mencalonkan sebagai calon ketua tersebut” tutur Isabella Sandrina, ketua BPMF FH 2019/2020.

Pemilihan ketua jarak jauh membuat mahasiswa tidak mengenal siapa yang akan menjadi tumpuan mereka kelak. Ditambah lagi tidak semua fakultas mengadakan event ini secara terbuka, seperti FEB yang hanya menghadirkan beberapa orang penting untuk menyaksikan ketua yang baru, dalam kata lain mahasiswa biasa hanya terima jadi saja. “Iya bener, karena kita acara pemilihan ketua BPMF dari tahun ke tahun melalui mekanisme sidang tertutup”, ucap Vicko Dwiandra ketua BPMF FEB 2020/2021.

Banyaknya usaha yang telah dilakukan oleh panitia ternyata menuai beragam respon dari mahasiswa. Lewat jajak pendapat akun instagram Scientiarum, beberapa mahasiswa telah menyuarakan apa yang menjadi keresahannya. ”Nggak banget, terlalu banyak miskomunikasi, dan kita tidak mengenal calon secara langsung.” tulis akun @obladiobligasi. Berbeda pula pendapat dari akun @jaluihza, “oke oke aja, yang dipilih yakin bisa mewakili suara mahasiswa/ masyarakat nggak?”

 

Tulisan oleh: Rastra Rochima

Ilustrasi Gambar: Vinka Agusta

Redaktur      : Ella Surya

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*