Lakukan Praktikum Online, Mahasiswa: Kurang Efektif dan Merepotkan

Rubrik Kampus oleh

Sejak mewabahnya pandemi covid-19, mahasiswa kian akrab dengan kuliah daring. Kuliah tatap muka yang biasanya dilakukan di kampus, kini berganti dilakukan dari rumah dengan menggunakan platform atau media online. Hampir semua kampus telah menerapkan sistem ini, tak terkecuali UKSW. Kuliah daring dianggap lebih fleksibel memang, bisa diakses di mana saja. Materi perkuliahan yang diberikan oleh dosen melalui kuliah daring juga dapat diakses kembali dengan mudah oleh mahasiswa setiap waktu. Ini juga menjadi bagian bagi para dosen maupun mahasiswa untuk turut mendukung kemajuan teknologi informasi dan komunikasi di era Industri 4.0. Mahasiswa juga dapat melakukan pembelajaran dengan lebih santai dengan caranya masing-masing saat mengikuti perkuliahan secara daring.

Namun, tak sedikit juga mahasiswa yang mengeluhkan sistem kuliah daring. Salah satu mahasiswi Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Vani Lubis mengatakan, “jenuh, setiap hari menatap layar handphone, laptop. Tugasnya banyak banget, suka ujian mendadak atau quiz mendadak, membuat tambah lelah dan banyak pikiran yang terbebani karena tugas yang menumpuk”. Vani juga berpendapat, kadang kala banyak dosen yang memberikan tugas dengan deadline yang berdekatan dengan tugas lain, sehingga tugas terasa banyak dan menumpuk. Tak jarang pula para mahasiswa kurang memahami materi yang disampaikan secara daring, “kurang paham karna banyak faktor yg memengaruhi, salah satunya jaringan yang kurang stabil, sehingga pada saat mengikuti kelas sering keluar masuk, jadi materi yang sedang dibahas terpotong-potong,” tambah Vani.

Dalam situasi seperti saat ini, permasalahan baru pun terjadi pada mahasiswa yang kerap melaksanakan kegiatan praktikum di laboratorium. Kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar praktik menguji dan melaksanakan dalam keadaan nyata menjadi terhambat. Adanya kebingungan dan belum mendapat solusi menyoal praktikum, membuat beberapa fakultas  terpaksa menghentikan kegiatan praktikumnya sementara waktu. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), salah satu fakultas yang mewajibkan adanya praktikum, kini harus dilaksanakan secara online.

“Ada praktikum online yang di-upload di Youtube. Setelah dilihat, kita disuruh untuk membuat video, lalu dikirim kepada dosen yang bersangkutan, dan alat-alat yang di gunakan, bila di rumah seadanya (alat praktikum yang dimiliki di rumah alakadarnya-red), kalau kampus sendiri sebenarnya memfasilitasi ruang praktikum, akan tetapi tidak boleh banyak orang, harus empat orang dalam 3,5 jam, jadi di-jadwal gitu,“ tutur Aldiyansyah Haidar, mahasiswa FKIK UKSW. Dalam praktikum online ini, mahasiswa merasa terbatasi dengan alat yang alakadarnya. Belum lagi hal ini membuat praktikum menjadi kurang praktis dan merepotkan. Ya, yang tidak kebagian di ruang praktikum harus buat alat seadanya gitu,” tambah Aldi.

Aldi juga menjelaskan kalutnya proses pembuatan video, “buat video, ya, kalau enggak berisik di rumah, kalau berisik enggak jadi-jadi, terus juga kalau buat video pasti kan enggak sekali jadi, biasanya ada kendala lupa apa gitu, harus ulang video lagi. Biasanya durasi video enggak sampai 10 menit, dibuatnya sampai satu jam sendiri juga pernah,” ujarnya. Tak heran banyak dari mahasiswa yang merindukan masa-masa kuliah tatap muka, dimana mereka bisa bertemu satu dengan lainnya, berinteraksi langsung dengan para dosen, praktikumpun ditunjang dengan peralatan yang memadai.

 

Wartawan tulis: Nathanael Agung Surya Putra, mahasiswa FSM 2018

Redaktur: Vinka Agusta, mahasiswa semester akhir SA

Gambar: Praktikum Airway, Breathing dan Pengkajian Circulation/YouTube/Aldiyansyah Haidar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*