Dies Natalis ke-64, Menteri Nadiem Makarim Harap UKSW Lakukan Transformasi

Rubrik Kampus oleh

Dies Natalis UKSW ke-64 disiarkan secara langsung melalui channel Youtube UKSW pada (30/11), pukul 08.00 WIB. Ibadah dan upacara dies natalis bertajuk “Membangun Jati Diri Guna Mengemban Misi Kehadiran Satya Wacana” ini berlangsung di Balairung Utama dengan dihadiri dosen dan karyawan, perwakilan dari lembaga kemahasiswaan, dan beberapa tamu undangan. Acara ini sekaligus memberikan penghormatan kepada karyawan atau perwakilan karyawan yang telah purna tugas. Sayang bahwa pidato pembuka oleh Presiden RI Jokowi yang digembor-gembor sejak awal nyatanya hanya diwakilkan.

Rektor UKSW Neil Samuel Rupidara membuka sambutannya dengan memperkenalkan UKSW kepada Presiden dan Mendikbud. Termasuk kontribusi penting UKSW dalam dunia pendidikan tinggi, yakni sebagai universitas pertama di Indonesia yang menerapkan Sistem Kredit Semester.  “Pak Presiden dan Mas Mendikbud, perkenankan saya ajak Bapak berdua mengenali kontribusi penting UKSW bagi pendidikan tinggi kita. Jika hari ini Sistem Kredit Semester adalah sebuah sistem yang lazim dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi kita, maka UKSW adalah Universitas pertama di Republik ini yang menerapkan sistem itu di awal tahun 1970-an,” terang Neil.

Neil juga mengatakan bahwa untuk selanjutnya, UKSW akan melangkah maju dengan belajar dari sejarah. “Kami belajar banyak dan telah mencoba merespon dengan bijak krisis yang distimulasi oleh pandemi Covid-19. Kini Kami mempersiapkan diri untuk berjalan maju ke depan bersama Indonesia Maju,” tandas Neil.

Ucapan selamat atas dies natalis juga diberikan perwakilan Presiden RI Jokowi, Nadiem Makariem selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), melalui sambutannya. Selain itu, dirinya juga menjelaskan pentingnya kampus menyelaraskan diri agar dapat mempersiapkan mahasiswa menuju dunia kerja. Sebagai referensi, Nadiem menyebutkan delapan Indikator Kinerja Utama (IKU) untuk mengukur capaian perguruan tinggi negeri dan swasta. “Saya berharap, Universitas Kristen Satya Wacana juga mulai melakukan transformasi ke arah delapan Indikator Kinerja Utama tersebut,” ucap Nadiem.

 

Tulisan oleh: Ella Surya, mahasiswa tingkat akhir Scientiarum

Redaktur: Vinka Agusta, redaksi tetap Scientiarum

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*