<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Scientiarum &#187; Aqirana A. Tarupay</title>
	<atom:link href="http://scientiarum.com/author/aqiranas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://scientiarum.com</link>
	<description>Universitas Kristen Satya Wacana &#124; Salatiga</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Sep 2010 18:25:47 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>New Venture Indonesia, Hewlett Packard  dukung SWBTC FTI</title>
		<link>http://scientiarum.com/2009/04/14/new-venture-indonesia-hewlett-packard-dukung-swbtc-fti/</link>
		<comments>http://scientiarum.com/2009/04/14/new-venture-indonesia-hewlett-packard-dukung-swbtc-fti/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2009 07:54:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aqirana A. Tarupay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.scientiarum.com/?p=261</guid>
		<description><![CDATA[Rabu, 11 Februari 2009 lalu, SWBTC IT Learning Center atau yang lebih familiar disebut sebagai Bistek, melaksanakan kegiatan launching dan pelatihan NVI – SWBTC IT Learning Center. Acara tersebut diselenggarakan oleh SWBTC FTI UKSW Salatiga dengan didukung oleh New Ventura Indonesia (NVI) dan Hawlett Packard (HP).
Acara tersebut dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB bertempat di gedung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rabu, 11 Februari 2009 lalu, SWBTC IT Learning Center atau yang lebih familiar disebut sebagai Bistek, melaksanakan kegiatan launching dan pelatihan NVI – SWBTC IT Learning Center. Acara tersebut diselenggarakan oleh SWBTC FTI UKSW Salatiga dengan didukung oleh New Ventura Indonesia (NVI) dan Hawlett Packard (HP).</p>
<p>Acara tersebut dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB bertempat di gedung E123, dibuka secara resmi oleh Rudy Latuperissa, S.E. (Direktur SWBTC FTI UKSW), Yani Rahardja, SE, MM. yang mewakili dekan FTI UKSW dan Imam Diyanto selaku direktur New Venture Indonesia (NVI), dan diikuti oleh 40 orang dari unsur pemerintah kota Salatiga, lembaga penelitian di UKSW, staf, dan pengajar FTI UKSW, serta UKM yang menjadi peserta pelatihan tanggal 11-13 Februari 2009. Pelatihan NVI – SWBTC IT Learning Center dilaksanakan setelah launching selesai. Kegiatan ini diikuti oleh 18 peserta dari 17 UKM yang ada di Salatiga, dan sekitarnya, serta dipandu oleh dua orang staf pengajar Fakultas Teknologi Informasi UKSW Salatiga, yaitu Anthony Y. Tumimomor S.Kom., dan Jasson Prestiliano S.T. Pelatihan dimulai pukul 11.30 WIB di tempat yang sama.</p>
<p>Acara kemudian dilanjutkan dengan serah terima secara simbolik 20 buah unit komputer HP dari pihak NVI oleh Imam Diyanto kepada pihak SWBTC FTI UKSW yang diwakili oleh Yani Rahardja S.E, M.M, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan secara resmi NVI-SWBTC IT Learning Center oleh Imam Diyanto. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan meninjau lokasi NVI-SWBTC IT Learning Center yang bertempat di gedung E-250. </p>
<p>Sebagai wujud keseriusan SWBTC IT Learning Center terhadap peningkatan kualitas UKM, pada tanggal 04 – 06 Maret 2009 diadakan pula Pelatihan ”Periklanan (Multimedia) dan Perannya Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Sektor Industri/Usaha Kreatif” yang diselenggarakan oleh Dirjen IATT (Industri Alat Transportasi dan Telematika). Oleh karena itu peserta yang terlibat dalam pelatihan ini hampir sebagian besar berasal dari peserta yang mengikuti pelatihan NVI – SWBTC IT Learning Center sebelumnya.</p>
<p>Bertitik tolak dari permasalahan dan peluang yang dihadapi oleh para pelaku usaha terutama Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam industri kreatif yang tingkat persaingannya sangat ketat, maka SWBTC IT Learning Center merasa perlu adanya kerjasama yang terarah, terstruktur dan berkelanjutan serta menguntungkan antara tiga pilar utama penyangga indusri kreatif, yaitu pelaku usaha, lembaga-lembaga pendamping UMKM (non pemerintah), dan pemerintah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan mengadakan pelatihan untuk memperkuat pelaku UMKM di Salatiga dalam hal pengetahuan, pemahaman, dan aplikasi multimedia dalam bisnis yang dijalankan, sebagai bagian dari sub sektor periklanan (kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi dan produksi iklan, antara lain: riset pasar, perencanaan komunikasi iklan, iklan luar ruang, produksi material iklan, promosi, kampanye relasi publik, tampilan iklan di media cetak, dan elektronik) dalam sektor industri kreatif.</p>
<p>Sebagai lembaga fasilitator yang peduli terhadap kualitas UMKM, khususnya di daerah Salatiga, SWBTC IT Learning Center ingin lebih memaksimalkan usaha mereka dengan memiliki database seluruh UMKM yang lebih dilengkapi dengan core bisnis, dan info tentang tingkat penguasaan mereka terhadap teknologi informasi itu sendiri. </p>
<p>“Kami ingin agar upaya kami untuk membantu UKM bisa lebih maksimal dan tepat sasaran, jika kami memiliki informasi tentang seberapa besar penguasaan mereka terhadap IT, maka kami bisa lebih memaksimalkan fungsi pelatihan, sesuai dengan tingkat kemampuan pelaku UKM itu sendiri, sehingga tidak timbul kesenjangan diantara peserta” ungkap Johnson Umbu Radda selaku Operational Manager SWBTC – IT Learning Center</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://scientiarum.com/2009/04/14/new-venture-indonesia-hewlett-packard-dukung-swbtc-fti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Angger Pimpin Senat Mahasiswa FTEK Berikutnya</title>
		<link>http://scientiarum.com/2008/07/16/angger-pimpin-senat-mahasiswa-ftek-berikutnya/</link>
		<comments>http://scientiarum.com/2008/07/16/angger-pimpin-senat-mahasiswa-ftek-berikutnya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 11:13:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aqirana A. Tarupay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[UKSW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://scientiarum.com/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[Lembaga Kemahasiswaan Fakultas Teknik Elektro dan Komputer (FTEK) baru saja menggelar pemilihan langsung ketua umum Senat Mahasiswa FTEK periode 2008/2009. Calonnya dua: Agustinus Angger Muryanto, mahasiswa FTEK angkatan 2005, dan Lukas Nur Anggraita Sumardi, mahasiswa FTEK angkatan 2006. Dalam pemilihan tersebut, Angger mengungguli Lukas (yang memperoleh 124 suara &#8212; Red) dengan perolehan 126 suara.
Saat saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lembaga Kemahasiswaan Fakultas Teknik Elektro dan Komputer (FTEK) baru saja menggelar pemilihan langsung ketua umum Senat Mahasiswa FTEK periode 2008/2009. Calonnya dua: Agustinus Angger Muryanto, mahasiswa FTEK angkatan 2005, dan Lukas Nur Anggraita Sumardi, mahasiswa FTEK angkatan 2006. Dalam pemilihan tersebut, Angger mengungguli Lukas (yang memperoleh 124 suara &#8212; Red) dengan perolehan 126 suara.</p>
<p>Saat saya temui di studio XT FM, Angger memaparkan visi, misi, dan harapannya bagi Senat Mahasiswa FTEK.</p>
<p>Keputusan Angger mencalonkan diri sebagai ketua umum Senat Mahasiswa FTEK berawal dari &#8220;<em>power sharing</em>&#8221; yang diadakan angkatan 2005. Dari sana, beberapa mahasiswa usul agar Angger ikut mencalonkan diri sebagai ketua umum.</p>
<p>Mulanya Angger sedikit ragu. Dia kemudian minta waktu tiga hari pada teman-temannya untuk berpikir.</p>
<p>&#8220;Waktu itu, saking bingungnya, aku sampe ke Kerep (tempat ziarah umat Katolik di Ambarawa &#8212; Red) segala lho,&#8221; kenang Angger.</p>
<p>Angger melihat ada dualisme jabatan dalam Senat Mahasiswa FTEK. Artinya, seorang fungsionaris Senat Mahasiswa FTEK pada aras pemimpin juga menjabat di unit kegiatan mahasiswa, sehingga kurang bisa menentukan prioritas (misal: koordinator bidang Senat Mahasiswa FTEK menjabat kru XT FM). Angger melihat hal ini dan ingin mengubahnya. Hal ini juga yang jadi dasar pemikirannya untuk maju mencalonkan diri sebagai ketua Senat Mahasiswa FTEK. Menurutnya, dualisme jabatan bisa tetap berjalan, asal yang menjalankan tidak menjabat koordinator bidang Senat Mahasiswa FTEK.</p>
<p>Selain dualisme jabatan, Angger juga melihat bahwa unit kegiatan mahasiswa di FTEK masih kurang berkembang keluar.</p>
<p>&#8220;Kalo di dalam FTEK, memang sudah baik, dan sudah berkembang. Tetapi untuk keluarnya, saya rasa masih kurang. Saya pengen, UKM Elektro itu bisa lebih punya nama,&#8221; kata Angger.</p>
<p>&#8220;Apakah saat ini masih kurang punya nama?&#8221; tanya saya.</p>
<p>&#8220;Maksud saya di sini adalah dalam hal bersosialisasi, karena mungkin Elektro masih terlalu mengeksklusifkan diri,&#8221; jelas Angger.</p>
<p>Angger berpendapat, salah satu faktor penyebab eksklusivitas Elektro adalah karena banyak mahasiswanya sendiri beranggapan bahwa jika bisa masuk Elektro itu berarti pintar.</p>
<p>&#8220;Kalau sudah merasa diri pintar atau menganggap bahwa Elektro itu isinya orang-orang pintar, maka akan kurang bersosialisasi, sehingga berkesan eksklusif.&#8221; Angger memberi rasionalisasi pendapatnya.</p>
<p>Dengan menjadi ketua umum Senat Mahasiswa FTEK, Angger berharap bisa menjalankan visinya: mengembangkan mahasiswa Elektro yang kreatif, dinamis, sehat, dan inovatif. Menurutnya, secara profesional (keilmuan), mahasiswa Elektro sudah bisa memenuhi visi tersebut.</p>
<p>&#8220;Namun secara sosial (humanis) saya rasa masih belum.&#8221;</p>
<p>Salah satu misi yang akan diupayakan Angger adalah menjalin hubungan yang lebih baik di antara mahasiswa Elektro. Ini dia rasa perlu karena selama ini, di dalam satu angkatan saja, masih terpecah-pecah.</p>
<p>&#8220;Kalau di dalam satu angkatan bisa kompak, pasti hubungan dengan angkatan lain bisa jadi lebih baik. Dengan begitu, proses sosialisasi bisa semakin mudah berjalan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Angger bersama sepuluh fungsionaris lainnya berharap, Senat Mahasiswa FTEK periode 2008/2009 bisa lebih baik dari periode sebelumnya.</p>
<p>&#8220;Bukan berarti yang periode lalu itu ndak baik, tapi kami ingin berusaha untuk memberikan yang lebih baik lagi,&#8221; jelas Angger.</p>
<p>Selamat memimpin Senat Mahasiswa FTEK! Tuhan memberkati pelayanan kita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://scientiarum.com/2008/07/16/angger-pimpin-senat-mahasiswa-ftek-berikutnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Persiapan Desain Komunikasi Visual FTI</title>
		<link>http://scientiarum.com/2008/07/16/persiapan-desain-komunikasi-visual-fti/</link>
		<comments>http://scientiarum.com/2008/07/16/persiapan-desain-komunikasi-visual-fti/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 08:35:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aqirana A. Tarupay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[UKSW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://scientiarum.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[Mulai tahun akademik 2008/2009 akan ada satu program studi baru di Fakultas Teknologi Informasi, yakni Desain Komunikasi Visual, satu bidang studi yang sedang jadi tren. Sedangkan dua program studi yang telah ada sebelumnya, yakni Sistem Informasi dan Teknik Informatika, tetap jalan.
Menurut Ketua Program Studi DKV, Jasson Prestiliano, DKV dibuka karena melihat minat masyarakat yang besar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mulai tahun akademik 2008/2009 akan ada satu program studi baru di Fakultas Teknologi Informasi, yakni Desain Komunikasi Visual, satu bidang studi yang sedang jadi tren. Sedangkan dua program studi yang telah ada sebelumnya, yakni Sistem Informasi dan Teknik Informatika, tetap jalan.</p>
<p>Menurut Ketua Program Studi DKV, <a href="http://jasprelao.wordpress.com">Jasson Prestiliano</a>, DKV dibuka karena melihat minat masyarakat yang besar terhadap dunia desain.</p>
<p>&#8220;Saat ini, seorang programer juga harus memiliki kualitas dan selera <em>art</em> yang bagus. Misalnya saja sebuah <em>website</em>. Jika programer web tersebut tidak memiliki selera <em>art</em> yang bagus, maka orang tidak akan tertarik untuk melihat <em>website</em>-nya.&#8221;</p>
<p>Jasson juga menjelaskan, ide membuka program studi ini sebenarnya sudah dipikirkan sejak lama. Tapi ide itu harus lebih dimatangkan.</p>
<p>&#8220;Kami juga harus memikirkan tentang kelengkapan-kelengkapan lainnya. Jadi, kalau fasilitas sudah oke, dosen sudah oke, baru kita berani buka. Bukan masalah kenapa tidak buka dari dulu. Lha kalo kita asal buka, kan kasihan nanti mahasiswanya terlantar,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Mei 2008, Departemen Pendidikan Nasional telah menurunkan surat keputusan bernomor 1642/D/T/2008 untuk pembukaan DKV. Pada butir I bagian C, dijelaskan bahwa kepada Universitas Kristen Satya Wacana telah diberikan ijin penyelenggaraan program-program studi:</p>
<ol>
<li>Ilmu Hukum jenjang Program Pascasarjana (S2),</li>
<li>Desain Komunikasi Visual jenjang Program Sarjana (S1).</li>
</ol>
<p>Saat ini promosi program studi DKV sudah dilakukan sampai ke Solo, Semarang, Yogyakarta, dan beberapa wilayah timur Indonesia seperti Halmahera, Soe, dan Papua. Promosi <em>online</em> lewat situs-situs komunitas juga dilakukan.</p>
<p>Selain telah melakukan promosi, FTI juga telah mengadakan hubungan kerjasama dengan program studi serupa dari ISI Yogyakarta, dan Universitas Kristen Petra, Surabaya.</p>
<p>&#8220;Kerjasama yang diadakan (adalah) dalam bentuk pertukaran dosen, karena FTI pasti membutuhkan tenaga-tenaga yang ahli dalam bidang ini. Selain itu, bisa juga nati kita adakan <em>gallery art</em> bersama. Tetapi tidak menutup kemungkinan juga untuk teman-teman FTI yang lain, yang bukan dari DKV untuk bisa ikut.&#8221;</p>
<p>Jumlah pengampu matakuliah DKV saat ini sudah ada sembilan orang. Sedangkan untuk matakuliah pemrograman, tetap akan menggunakan dosen-dosen FTI yang lain.</p>
<p>Soal fasilitas, Jasson mengatakan bahwa FTI akan membuka laboratorium baru yang bertempat di sebelah <a href="http://www.swbtc.net">Satya Wacana Business Technology Center</a> (saat ini masih dipakai sebagai ruang gamelan &#8212; Red). Ruang gamelan itu akan dijadikan laboratorium gambar bagi mahasiswa DKV. Rencananya, akan disediakan 40 meja, yang mulai difungsikan pada September 2008. Selain pengadaan laboratorium gambar, akan ditambahkan pula 44 unit komputer baru untuk laboratorium internet.</p>
<p>&#8220;Untuk Lab Hijau, itu juga nanti akan kami gunakan. Kalo pas tidak SIASAT, kan bisa digunakan untuk kuliah,&#8221; jelas Jasson.</p>
<p>&#8220;Kalo untuk fasilitas, kita sebenarnya tidak bisa dibilang kurang. Yang kurang itu hanya ruangan. Kalau untuk lab RX, PC-nya akan kita tambah, hanya ruangannya yang belum. Kadang mahasiswanya (juga) yang kurang tertib. Mereka sudah diberi batas waktu dua jam untuk menggunakan internet, tapi waktu yang diberikan untuk mencari data atau tugas malah dipakai untuk <a href="http://friendster.com">Friendster</a>, <em>chatting</em>, atau malah <em>game online</em> Ragnarok yang langsung lewat web. Nggak bisa gantian sama temennya, salahnya sendiri. Kalau mencari data, dua jam atau bahkan satu setengah jam saja itu sudah lelah. Tapi kalau main game, otomatis gak bisa berhenti sampai waktu atau <em>account</em>-nya habis. Jadi, nggak <em>full</em> semuanya salah fakultas,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Saat ini FTI sudah memiliki dua program studi dengan enam konsentrasi dan jumlah mahasiswa kurang lebih 2000 orang. Jasson mengatakan, untuk tahun akademik 2008/2009, ada 500 orang calon mahasiswa yang memilih FTI sebagai pilihan pertama, dan sekitar 200 di antaranya sudah mendaftar ulang.</p>
<p>&#8220;Sedangkan untuk program studi DKV, jumlahnya sudah mencapai 30 orang dan akan terus bertambah.&#8221; Jasson optimis sekali.</p>
<p>Bagaimana pendapat mahasiswa FTI sendiri?</p>
<p>&#8220;Bagi saya, kalau mau buka progdi (program studi &#8212; Red) baru ya silahkan, tapi fasilitas untuk mahasiswa harus bisa dipenuhi, terutama masalah tenaga pengajar. Itu kuotanya harus bisa disesuaikan dengan jumlah mahasiswanya nanti,&#8221; kata Rendy, mahasiswa Sistem Informasi Akuntansi angkatan 2005.</p>
<p>DKV FTI UKSW akan menyediakan tiga pilihan konsentrasi, yaitu Desain Grafis, Game Development, dan Creative Multimedia.</p>
<p>Berminat?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://scientiarum.com/2008/07/16/persiapan-desain-komunikasi-visual-fti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Happy Birthday, XT!</title>
		<link>http://scientiarum.com/2008/06/25/happy-birthday-xt/</link>
		<comments>http://scientiarum.com/2008/06/25/happy-birthday-xt/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 16:02:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aqirana A. Tarupay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[UKSW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://scientiarum.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Experimental Technique FM atau XT FM, radio yang dikelola oleh mahasiswa Fakultas Teknik Elektro dan Komputer UKSW, akan merayakan ulang tahunnya ke-8 pada 26 Juni 2008.
Untuk menyambut ulang tahunnya, XT mengadakan kegiatan XT FM on the Campus yang bertempat di halaman depan Posnet UKSW. Kegiatan ini digawangi oleh hampir seluruh kru baru XT, yang nanti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Experimental Technique FM atau XT FM, radio yang dikelola oleh mahasiswa Fakultas Teknik Elektro dan Komputer UKSW, akan merayakan ulang tahunnya ke-8 pada 26 Juni 2008.</p>
<p>Untuk menyambut ulang tahunnya, XT mengadakan kegiatan XT FM on the Campus yang bertempat di halaman depan Posnet UKSW. Kegiatan ini digawangi oleh hampir seluruh kru baru XT, yang nanti akan bertanggungjawab di XT selama satu periode ke depan (2008-2009). Widji, mahasiswa FTEK angkatan 2005, ditunjuk sebagai koordinator lapangan.</p>
<p>XT didirikan pada 25-26 Juni 2000. Saat itu seluruh kru dan penyiarnya adalah mahasiswa FTEK, namun, dalam perjalanannya, XT mulai merekrut penyiar dari fakultas-fakultas lain.</p>
<p>Menurut Agustinus Angger, salah satu kru XT, yang menjadi masalah bagi XT saat ini adalah dana, karena XT ada di bawah pengelolaan Senat Mahasiswa FTEK dengan status sebagai kelompok bakat minat. Ini membuat XT terkadang harus melakukan penekanan dana.</p>
<p>&#8220;Setahu saya, sejauh ini belum ada dana yang diberikan oleh pihak kampus kepada XT,&#8221; lanjut Angger.</p>
<p>Padahal, menurut Surat Keputusan Rektor Nomor 343/Kep./Rek./12/2003, XT adalah radio kampus yang pengelolaannya berada di bawah FTEK.</p>
<p>Selain masalah dana, kendala lain yang dihadapi XT adalah masalah koordinasi.</p>
<p>&#8220;Gimana nanti supaya teman-teman betah untuk kerja di XT, karena di sini nggak dibayar. Kalo temen-temen seneng dan betah di XT, kan kerjanya juga enak. Kalau untuk hal lain, saya rasa bukan menjadi masalah yang berat. Kalau masalah dana, apalagi untuk <em>maintenance</em>, selalu kami anggarkan 50 persen dari dana yang ada,&#8221; kata Ferry, General Manager XT FM periode 2008-2009.</p>
<p>Beberapa calon kru baru XT untuk periode 2008-2009 mengatakan bahwa saat ini mereka merasa senang bergabung dengan XT. Banyak keuntungan yang mereka peroleh.</p>
<p>&#8220;Bisa lebih dekat dengan teman, dapat banyak pengalaman, menambah ilmu pengetahuan di bidang elektronika, dan, yang pasti, kami jadi punya tempat lain untuk nongkrong bareng,&#8221; tutur Panji, Rheno, Samuel, dan Ardhian, beberapa kru XT yang lain.</p>
<p>Saat ini, frekuensi 107.7 MHz XT FM sudah dijangkau sampai ke daerah Bandungan dengan antena <em>dual boomer stage</em>, yang dibuat oleh para teknisi XT seperti Daniel, Abe, Ferry, Widji, dan Novi.</p>
<p>&#8220;Karena letak Salatiga di lereng gunung, kalau di daerah pegunungan, suaranya jadi semakin jelas,&#8221; kata Ferry.</p>
<p>XT FM on the Campus kali ini bukanlah yang pertama. Kali ini kegiatan tersebut diadakan dalam empat sesi <em>full request</em>, dan melibatkan Ketua Umum Badan Perwakilan Mahasiswa Universitas, Ketua Umum Senat Mahasiswa Universitas, dan dua orang anggota Hari Anti Narkoba Indonesia sebagai bintang tamu.</p>
<p>Selamat ulang tahun XT!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://scientiarum.com/2008/06/25/happy-birthday-xt/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dugaan Pelecehan Seksual di Gedung G Makin Meragukan</title>
		<link>http://scientiarum.com/2008/06/22/dugaan-pelecehan-seksual-di-gedung-g-makin-meragukan/</link>
		<comments>http://scientiarum.com/2008/06/22/dugaan-pelecehan-seksual-di-gedung-g-makin-meragukan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jun 2008 16:18:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aqirana A. Tarupay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[UKSW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://scientiarum.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Kabar tentang kasus pelecehan seksual di gedung G UKSW telah menyebar luas di beberapa media massa. Namun, kabar tersebut belum dapat dibuktikan kebenarannya. Setelah dilakukan klarifikasi di lapangan pada Rabu, 18 Juni 2008, saya mendapatkan keterangan dari penjaga gedung G, Noryaman, yang baru mendengar kabar tersebut dua hari setelah hari dugaan kejadian.
Noryaman mengatakan, dirinya tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://scientiarum.com/2008/06/11/dosen-uksw-diduga-lakukan-pelecehan-seksual/">Kabar tentang kasus pelecehan seksual</a> di gedung G <a href="http://uksw.edu">UKSW</a> telah menyebar luas di beberapa media massa. Namun, kabar tersebut belum dapat dibuktikan kebenarannya. Setelah dilakukan klarifikasi di lapangan pada Rabu, 18 Juni 2008, saya mendapatkan keterangan dari penjaga gedung G, Noryaman, yang baru mendengar kabar tersebut dua hari setelah hari dugaan kejadian.</p>
<p>Noryaman mengatakan, dirinya tidak mengetahui detail runtutan kejadian, karena tidak ada pihak lain yang mengetahui kejadian tersebut, selain korban dan tersangka. Ditambah lagi, situasi gedung G tenang-tenang saja pada saat kejadian berlangsung.</p>
<p>&#8220;Kejadiannya itu (katanya) di lantai dua, tapi teman saya yang menjaga di sini juga memang tidak mendengar adanya suara orang yang berteriak-teriak minta tolong. Kalau memang dia (korban &#8212; Red) diapa-apakan, pasti kan sudah minta tolong. Saya malah tahu dari mahasiswa kalau ada kasus ini,&#8221; ujar Noryaman.</p>
<p>Menurut Noryaman, kabar tersebut masih samar kebenarannya.</p>
<p>&#8220;Kalau memang kejadiannya ada, kok ya ndak teriak atau gimana. Kan ya gedung ini ada yang jaga dan bisa minta tolong to &#8230;,&#8221; tambah Noryaman.</p>
<p>Lembaga Kemahasiswaan Program Profesional pun menyatakan tidak mengetahui kebenaran kabar tentang kasus ini.</p>
<p>&#8220;Saya, jujur saja, gak tahu tentang kasus ini mengenai benar atau tidaknya,&#8221; kata Alko, Ketua Umum Senat Mahasiswa PP.</p>
<p>&#8220;Lalu bagaimana dengan adanya advokasi terhadap mahasiswi ini?&#8221; tanya saya.</p>
<p>&#8220;Wah, kalau itu juga saya ndak tahu. Wong anak BPM (Badan Perwakilan Mahasiswa &#8212; Red) saja gak pernah kelihatan kok.&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://scientiarum.com/2008/06/22/dugaan-pelecehan-seksual-di-gedung-g-makin-meragukan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kelas Tabrakan, Fasilitas Kurang, Mahasiswa di Mana-mana. So What?</title>
		<link>http://scientiarum.com/2007/12/10/kelas-tabrakan-fasilitas-kurang-mahasiswa-di-mana-mana-so-what/</link>
		<comments>http://scientiarum.com/2007/12/10/kelas-tabrakan-fasilitas-kurang-mahasiswa-di-mana-mana-so-what/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Dec 2007 15:04:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aqirana A. Tarupay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[UKSW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://scientiarum.com/2008/01/17/berita/kelas-tabrakan-fasilitas-kurang-%e2%80%a6-mahasiswa-di-mana-mana-so-what/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Katanya ntar mau ada open forum ya?&#8221; &#8220;Iya &#8230; di BU.&#8221; Beberapa waktu lalu, Fakultas Teknologi Informasi (FTI) mengadakan sebuah &#8220;ritual&#8221; sharing atau sering disebut dengan istilah &#8220;open forum&#8221; antara mahasiswa dengan dosen berkaitan dengan kejelasan sistem perkuliahan di FTI, yang masih memberikan tanda tanya bagi beberapa mahasiswa. Dalam open forum ini pula, setiap mahasiswa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Katanya ntar mau ada open forum ya?&#8221; &#8220;Iya &#8230; di BU.&#8221; Beberapa waktu lalu, Fakultas Teknologi Informasi (FTI) mengadakan sebuah &#8220;ritual&#8221; <em>sharing</em> atau sering disebut dengan istilah &#8220;<em>open forum</em>&#8221; antara mahasiswa dengan dosen berkaitan dengan kejelasan sistem perkuliahan di FTI, yang masih memberikan tanda tanya bagi beberapa mahasiswa. Dalam <em>open forum</em> ini pula, setiap mahasiswa yang memiliki uneg-uneg tentang kegiatan perkuliahan juga dapat disampaikan dan akan langsung diberikan jawaban dari pihak fakultas.</p>
<p>Ada beberapa keluhan yang dilontarkan mahasiswa FTI kepada pihak fakultas, antara lain adalah Elly dari angkatan 2004 yang menanyakan tentang jadwal kuliah yang masih kacau dan jumlah kapasitas kelas yang tidak sesuai dengan yang tertera pada jadwal SIASAT (misalkan di SIASAT tertulis kapasitas maksimum 40 orang, tetapi di kelas ternyata ada lebih dari 40 mahasiswa).</p>
<p>&#8220;Mana bisa konsen kalo orangnya kebanyakan?&#8221; keluh salah seorang mahasiswa. Keluhan ini dijawab oleh Dekan FTI, Ir. Danny Manongga M.Sc, Ph.D. Beliau menuturkan bahwa FTI akan mencoba untuk membuka pendaftaran kelas baru sebelum trimester berakhir. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi <em>overload</em>-nya jumlah mahasiswa dalam sebuah kelas. Selain itu, jumlah mahasiswa yang tidak sesuai dengan yang tertera pada SIASAT juga disebabkan oleh ketidaksinkronan informasi antara FTI dengan pihak administrasi pusat.</p>
<p>Keluhan lain juga disampakan oleh Arif, mahasiswa FTI Program Studi Teknik Informatika angkatan 2003. Arif mengeluhkan masalah kurikulum di FTI yang belum sesuai dengan tuntutan dunia kerja, sehingga sedikit menyulitkan bagi mahasiswa yang akan melaksanakan KP (kerja praktek &#8212; Red). Selain itu, Arif juga memberi masukan bagi FTI, jika FTI belum bisa memenuhi fasilitas bagi jumlah mahasiswa yang ada (saat ini jumlah mahasiswa FTI kurang lebih 2.000 orang), hendaknya untuk tahun mendatang, bisa mengurangi jumlah mahasiswa yang akan masuk ke FTI. Menurut beberapa mahasiswa FTI sendiri, untuk meningkatkan kualitas FTI, tidak hanya bergantung pada jumlah mahasiswa yang besar, tetapi lebih pada peningkatan kualitas di dalam FTI itu sendiri, mulai dari kualitas pengajaran dosen, transparansi nilai, pemenuhan fasilitas bagi mahasiswa, maupun materi perkuliahan.</p>
<p>Berbeda dengan Arif, salah seorang mahasiswa FTI dari angkatan 2006, Raymond, mencoba mengklarifikasi kembali tentang penerapan sistem trimester di FTI. Yang menjadi pertanyaan Raymond adalah, &#8220;Pantaskah sistem trimester diterapkan pada fakultas teknik, mengingat ada juga mahasiswa yang merasa &#8216;dikejar&#8217; oleh materi, karena dalam waktu yang relatif singkat, setiap mahasiswa harus &#8216;menelan&#8217; sedemikian banyak materi. Padahal kualitas &#8216;telan materi&#8217; setiap mahasiswa jelas berbeda. Ada yang memang dilahirkan dengan kemampuan yang ujubile pinter banget, tapi juga ada yang merasa pas-pasan.&#8221; Selain itu, Raymond juga mempertanyakan tentang pernyataan dari Dikti, agar mengubah sistem trimester menjadi dwimester, &#8220;Yang ditakutkan, bagaimana dengan nasib lulusan FTI nantinya?&#8221;</p>
<p>Pertanyaan Raymond, dijawab dengan mantap oleh Dekan FTI, bahwa Dikti tidak mempermasalahkan hal tersebut, tetapi malah meminta untuk membuat studi tentang sistem ini. Sebagai informasi tambahan, sistem trimester juga telah diadopsi oleh pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Dekan FTI juga menjamin, bahwa lulusan FTI tidak akan dicekal.</p>
<p>Yang menarik dari <em>open forum</em> ini adalah kebanyakan mahasiswa FTI mengeluhkan tentang kurang memadainya fasilitas bagi setiap mahasiswa FTI, mulai dari jadwal yang bertabrakan, sampai penggunaan laboratorium yang pernah sampai satu komputer dengan terpaksa harus digunakan oleh lebih dari satu mahasiswa. Dalam <em>open forum</em> FTI ini segala keluh kesah tentang hal tersebut, justru diutarakan dengan pertanyaan singkat oleh Christia Putra, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika angkatan 2004. &#8220;Jika perbandingan fasilitas yang ada dengan jumlah mahasiswa FTI tidak sebanding, sebenarnya kemana uang fakultas?&#8221; Pertanyaan ini disambut dengan tepuk tangan riuh seluruh peserta <em>open forum</em>, mungkin beberapa merasa terwakili pertanyaannya. Menanggapi pertanyaan Christia, Dekan menjawab bahwa saat ini FTI sedang menyusun satgas untuk pembangunan laboratorium baru.</p>
<p>Beberapa waktu lalu, SA juga sempat mewawancarai beberapa mahasiswa FTI yang terlambat datang pada ritual <em>open forum</em>. Seorang mahasiswa angkatan 2005 sangat mengeluhkan jadwal sebuah mata kuliah yang tabrakan dengan mata kuliah lain (sebut saja mata kuliah A). Belum lagi, mata kuliah ini sudah beberapa kali kosong. &#8220;Wah &#8230; Ini sih buang-buang duit saja,&#8221; keluh mahasiswa tersebut. &#8220;Nampaknya pengaturan jadwal untuk kelas ini sangat tidak matang karena kelas ini sudah pindah jadwal lebih dari sekali, dan ternyata masih bertabrakan dengan mata kuliah lain, sehingga ada mahasiswa yang terpaksa melakukan &#8216;kuliah fleksibel&#8217; dalam artian: karena ada mata kuliah lain (sebut saja mata kuliah B) yang bertabrakan dengan kelas A ini, sehingga mahasiswa tersebut hanya mengikuti kuliah A, jika kuliah B kosong. Tetapi jika keduanya tidak kosong, tentu saja mahasiswa ini harus memilih salah satu,&#8221; beber mahasiswa tersebut. Dan tidak hanya satu mahasiswa saja yang mengalami hal ini.</p>
<p>Ada sebuah usulan yang dilontarkan oleh salah seorang mahasiswa yang sempat ditulis oleh SA, ”Wah &#8230; Kalau begini, seharusnya jika kelas ini dibuka lagi, kita boleh ikut dengan biaya gratis dong!&#8221; Akankah usul ini terwujud? Kita lihat saja nanti. Dan semoga dengan adanya <em>open forum</em> yang hanya dihadiri tidak lebih dari seperempat jumlah mahasiswa FTI ini dapat menyuarakan aspirasi dari seluruh mahasiswa FTI yang &#8220;haus&#8221; akan kecukupannya fasilitas bagi mereka.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://scientiarum.com/2007/12/10/kelas-tabrakan-fasilitas-kurang-mahasiswa-di-mana-mana-so-what/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>156</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
