<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Scientiarum &#187; Yoga Prasetya</title>
	<atom:link href="http://scientiarum.com/author/yoga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://scientiarum.com</link>
	<description>Universitas Kristen Satya Wacana &#124; Salatiga</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Mar 2010 20:17:32 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Dies Natalis 53: Rektor Baru</title>
		<link>http://scientiarum.com/2009/11/30/dies-natalis-rektor-baru/</link>
		<comments>http://scientiarum.com/2009/11/30/dies-natalis-rektor-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 05:16:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yoga Prasetya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://scientiarum.com/?p=1242</guid>
		<description><![CDATA[Pergantian pucuk pimpinan (rektor) di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) telah berlangsung. Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya Dekan Fakultas Teologi Prof. Dr. John A. Titaley kembali memimpin UKSW. Dimana sebelumnya, John A. Titaley pernah menjabat sebagai rektor ke V (lima) pada tahun 1999 di UKSW.
Awalnya, John A. Titaley merupakan salah satu kandidat calon rektor [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_1386" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><img src="http://scientiarum.com/wp-content/uploads/2009/11/IMG_9302-200x300.jpg" alt="John Titaley, rektor yang akan memimpin UKSW hingga tahun 2013. {Foto oleh James Anthony L. Filemon}" title="John Titaley" width="200" height="300" class="size-medium wp-image-1386" /><p class="wp-caption-text">John Titaley, rektor yang akan memimpin UKSW hingga tahun 2013. {Foto oleh James Anthony L. Filemon}</p></div> Pergantian pucuk pimpinan (rektor) di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) telah berlangsung. Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya Dekan Fakultas Teologi Prof. Dr. John A. Titaley kembali memimpin UKSW. Dimana sebelumnya, John A. Titaley pernah menjabat sebagai rektor ke V (lima) pada tahun 1999 di UKSW.</p>
<p>Awalnya, John A. Titaley merupakan salah satu kandidat calon rektor yang sempat tidak masuk dalam daftar hasil penjaringan Panitia Khusus (Pansus). Dimana daftar hasil penjaringan tersebut akan diserahkan oleh pansus kepada pembina Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Satya Wacana (YPTKSW) sebagai usulan calon rektor. </p>
<p>Menurut keterangan  John A. Titaley saat ditemui di kantor Fakultas Teologi,  beliau mengatakan bahwa menurut hematnya cara kerja yang dilakukan oleh pansus tidak sesuai dengan aturan Surat Keputusan Nomor 034/B/YSW/2004 tentang pemilihan rektor.</p>
<p>Dengan demikian beliau minta supaya ada banding kepada pembina, untuk membuktikan apakah cara yang diterapkan pansus dalam penjaringan calon rektor yang nantinya akan diusulkan kepada pembina benar atau tidak.</p>
<p>“Saya minta ditunda wawancara dengan saya karena saya minta banding kepada pembina,” ujar John A. Titaley. Wawancara yang dimaksud adalah salah satu proses seleksi penjaringan calon rektor yang dilakukan oleh Pansus.</p>
<p>“Ada masalah dengan cara kerja pansus. Sehingga ketika ada hasil yang mengatakan bahwa saya tidak masuk daftar calon, pansus bisa menjelaskan mengapa saya tidak masuk dalam daftar calon rektor dengan membuka secara terbuka (<em>scoring</em>). Oleh sebab itu bukan pembina mau meloloskan saya tapi ada masalah dari kerja pansus dalam melaksanakan SK Nomor  034/B/YSW/2004,” tambahnya.</p>
<p>Saat ditanya tentang sistem yang digunakan untuk pemilihan rektor, John A. Titaley mengatakan sistem yang digunakan sudah baik, dan tidak ada masalah dengan sistem yang digunakan untuk pemilihan rektor. Karena sistem pemilihan rektor tersebut dibuat untuk menghilangkan permasalahan yang muncul pada pemilihan rektor tahun 1993 dan sudah berjalan tiga kali pemilihan rektor.</p>
<p>“Sistem tersebut telah digunakan untuk pemilihan rektor sebanyak tiga kali, dan bukan memilih rektor yang sama tapi memilih rektor yang berbeda dan tidak ada masalah,” pungkasnya.</p>
<p>“Pada masa kepemimpinan saya, saya akan mempelajari UKSW secara mendalam dan itu butuh waktu, saya akan meneruskan yang sudah baik yang sudah dilakukan oleh Prof. Dr Kris Herawan Timotius karena sudah banyak hal baik yang sudah dilakukan oleh beliau,” ujar John A. Titaley, ketika ditanya apa yang pertama kali dilakukan pada masa kepemimpinannya mendatang.</p>
<p>“Keinginan saya sejak dulu adalah mengembangkan penelitian, karena di UKSW untuk pengajaran sudah cukup baik namun, untuk penelitian masih kurang. Dan dalam proses memimpinan saya akan tetap melibatkan calon-calon yang lain dan menanyakan kepada mereka tentang apa yang sudah mereka lakukan untuk dikembangkan lebih lanjut,” tambahnya.</p>
<p>Saat ditanya apakah beliau akan menerapkan kembali sistem Trimester beliau mengatakan “Saya akan menaati aturan dan hukum yang berlaku di Indonesia dan lingkup UKSW karena memang asas-asas (empat asas) menuntut UKSW taat pada aturan,” tandasnya.</p>
<p>Prof. Dr. Kris Herawan Timotius yang juga salah satu kandidat calon rektor saat ditemui di kantor Fakultas Sains dan Matematika (FSM) usai mengajar, dengan senyum ramahnya beliau enggan mangatakan apapun ketika ditanyai tentang pemilihan rektor.</p>
<p>Sedangkan Prof. Dr. Kristantius, salah satu kandidat calon yang juga sempat tidak masuk dalam daftar penjaringan pansus, saat ditemui di kantornya di gedung Pasca Sarjana saat ditanya proses pemilihan rektor mengatakan, idealnya pemilihan rektor harus dari bawah, dari fakultas, dari unit-unit dan terakhir di senat sehingga semua suara sivitas didengar.</p>
<p>“Sehingga betul-betul memilih orang yang pantas untuk memimpin 4-5 tahun kedepan dan UKSW sudah pernah punya itu sekian tahun yang lalu,” ujarnya.</p>
<p>“Untuk sekarang ini ya kita harus menghormati apa yang sudah menjadi keputusan dan kesepakatan di kampus ini, dimana pembina memiliki otoritas menentukan rektor terpilih dengan aturan yang sudah ada yaitu SK No. 034/B/YSW/2004, dan semua orang yang ada di kampus ini harus menghormati keputusan itu,” tambahnya.</p>
<p>Sebagai salah satu calon beliau tidak bisa melakukan apa-apa kecuali menerima keputusan. Dan beliau berharap kedepan para pembina harus lebih tahu mendalam tentang UKSW tentang <em>track record</em> calon-calon rektor. Selain itu juga beliau menginginkan proses persentasi waktunya jangan terlalu singkat dan bagi saya mekanisme-mekanisme presentasi perlu diperbaiki. </p>
<p>“Apapun keputusan pembina ya harus kita ikuti dan saya sepakat dengan siapapun yang terpilih dan mendukung. Yang penting rektor terpilih mau menjalankan amanat dari pembina,” pungkasnya.</p>
<p>Sedangkan satu kandidat calon berikutnya adalah Prof. Dr. Daniel Kameo. Saat ditemui di kantornya, gedung rektorat, dan ditanya tentang proses pemilihan rektor beliau mengatakan, “Prosesnya baik-baik saja, kecuali yang terakhir ada masalah atau perbedaan persepsi antara yayasan dengan Pansus, dimana Pansus mengusulkan dua nama kemudian berubah menjadi empat. Mungkin disini kelemahan sistem kita, kalau sistemnya bagus pasti tidak ada masalah,”</p>
<p>“Yang saya tahu Pansus telah melakukan tugasnya dengan baik, bahwa yayasan kemudian merubah dan mengusulkan dua kandidat lain, apakah itu kebijakan pembina saya tidak tahu karena tidak pernah dijelaskan secara publik,” tambahnya.</p>
<p>Ketika ditanya tentang apa yang akan dilakukan setelah tidak lolos menjadi rektor beliau mengatakan, sebagai anggota sivitas akademika kita harus terbuka untuk menyumbangkan pikiran untuk UKSW, minimal menjalankan tugas-tugas di fakultas sesuai dengan yang dibebankan kepada kita seperti tugas mengajar, penelitian, atau penulisan ilmiah karena itu yang tersendat saat menjadi WR I dan ini yang harus di bayar.</p>
<p>“Saya akan tetap mendukung rektor terpilih dalam arti pengajaran, penelitian dan penulisan ilmiah sewajarnya yang berkaitan dengan Tridarma perguruan tinggi,” tandasnya.</p>
<p>Daniel Kameo mengatakan bahwa Satya Wacana ini masih memiliki banyak tantangan yang dihadapi, seperti peningkatan mutu akademik, peningkatan kegiatan penelitian, penulisan ilmiah, peningkatan kualitas belajar mengajar dan peningkatan sumber daya dosen karena saat ini masih sekitar 26% dosen UKSW masih S1 dan segera mereka harus S2 untuk memenuhi peraturan undang-undang guru dan dosen.</p>
<p>Sebenarnya di indonesia ini sudah ada ukuran-ukuran untuk mengukur kualitas di perguruan tinggi dan ukuran yang dipakai oleh UKSW adalah BAN PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi). Salah satu dari 50 perguruan tinggi di indonesia, UKSW terakreditasi B. Maka tantangannya adalah pada 2013 harus bisa terakreditasi menjadi A.</p>
<p>“Menurut tesis saya, jika universitas ini bermutu maka Satya Wacana harus bisa memenuhi visi dan menjalankan misi. Karena hanya universitas yang bermutu saja yang bisa memberikan yang terbaik, salah satu ukuran bermutu adalah akreditasi, karena dalam akreditasi ada 15 standar ukuran kemudian diterjemahkan ke 50 indikator. Jadi ukurannya jelas dan semuanya tidak ada yang diluar visi-misi UKSW,” ujarnya.</p>
<p>Santosa ketua pengurus YPTKSW saat ditanya mengenai proses pemilihan mengatakan bahwa, “Pembina secara tertutup membagikan kartu kepada anggota pembina seluruhnya sebanyak 19 orang, kemudian dilakukan pemilihan. Setelah proses pemilihan, pembina mengumumkan kepada calon rektor bahwa pemilihan dilakukan satu kali putaran, karena ada calon yang mendapatkan suara lebih dari 50% yaitu John A. Titaley, maka dinyatakan sebagai rektor terpilih periode 2019/2013.”</p>
<p>“Selanjutnya ketua pembina meminta kepada saya selaku ketua pengurus untuk memberitahukan kewajiban rektor terpilih untuk memilih kandidat pembantu rektornya,” imbuhnya.</p>
<p>Saat ditanya mengenai aturan pemilihan rektor Santosa mengungkapkan bahwa akan ada revisi atau amandemen terhadap SK No. 034/B/YSW/2004 karena pembina sudah memutuskan untuk merevisi dimana disebabkan ada beberapa hal yang sudah tidak relevan.</p>
<p><strong>JT usulkan lima pembantu rektor</strong></p>
<p>Setelah diputuskannya dalam sidang pembina pada tanggal 19-20 Agustus, dimana dari keempat calon rektor, John A. Titaley dinyatakan sebagai rektor terpilih periode 2009/2013. Dalam sidang pembina tersebut John A. Titaley menang mutlak dengan mendapatkan 14 suara dari 19 suara.</p>
<p>Sesuai dengan SK No. 034/B/YSW/2004, rektor terpilih diminta untuk mengajukan pembantu rektor untuk ditetapkan oleh pembina. Dalam hal tersebut, rektor terpilih telah mengajukan lima pembantu rektornya melalui surat yang dikirim kepada pembina yayasan melalui pengurus yayasan.</p>
<p>Kelima usulan pembantu rektor tersebut adalah, Prof. Ir. Daniel Herman Fredy Manongga (PR 1), Marwata (PR II), Arief Sadjiarto (PR III), Martha Nandari (PR IV) dan Fredy Rondonuwu (PR V).</p>
<p>“Surat memang sudah masuk, tapi pembina belum mengesahkan para pembantu raktor yang diusulkan oleh rektor terpilih. Masih akan diputuskan oleh pembina pada rapat pembina pada 27-28 mendatang, lalu rektor dan pembantunya akan dilantik pada 30 November bertepatan dengan dies natalis,” ujar Tri Budi Santosa (sekretaris pengurus YPTKSW). </p>
<p>“Semua keputusan ada sama pembina, karena kami hanya sebagai pelaksana,” imbuh Santosa (ketua pengurus YPTKSW).</p>
<p>Dari ke lima pembantu rektor tersebut, pembina memunculkan ide agar Arief Sadjiarto sebaiknya menyelesaikan studinya dulu, dengan alasan bahwa melihat peraturan tentang guru dan dosen harus S2, karena saat ini Arief sedang menyelesaikan studi S2.</p>
<p>Selain itu, Daniel Herman Fredy Manongga yang saat ini masih menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknologi Informasi (FTI), pembina mengusulkan ide supaya memberi kesempatan kepada yang lain. Meskipun memang belum ada aturan yang mengatur bahwa tidak boleh merangkap jabatan.</p>
<p>Ide-ide tersebut akan di bawa dalam rapat pada 27-28 mendatang karena ada perbedaan pendapat antara pembina yayasan dengan rektor terpilih.</p>
<p>Dalam surat yang ditujukan kepada pembina yayasan mengenai pertimbangan senat tentang calon pembantu rektor UKSW dikatakan bahwa rapat Senat Universitas tanggal 3 September 2009 telah memberikan pertimbangan tentang jumlah calon para pembantu rektor UKSW periode 2009/2013 yang terdiri dari PR I, PR II, PR III, PR IV dan  PR V, dengan nama-nama calon pembantu rektor seperti di atas.</p>
<p><strong>Harapan mereka terhadap rektor baru</strong></p>
<p><div id="attachment_1389" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><img src="http://scientiarum.com/wp-content/uploads/2009/11/IMG_9181-300x186.jpg" alt="Rektor lama 2005/2009, Kris Herawan Timotius, dan rektor baru 2009/2013, John Andreas Titaley. {Foto oleh James Anthony L. Filemon}" title="Kris dan John" width="300" height="186" class="size-medium wp-image-1389" /><p class="wp-caption-text">Rektor lama 2005/2009, Kris Herawan Timotius, dan rektor baru 2009/2013, John Andreas Titaley. {Foto oleh James Anthony L. Filemon}</p></div> Parman Pasanje selaku Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa Universitas (BPMU) dalam hal ini berharap agar nantinya kebijakan-kebijakan yang dibuat dapat mengkoordinir sivitas UKSW, dan rektor terpilih mendukung kegitan-kegiatan mahasiswa seperti penalaran, penelitian dan mampu menyatukan semua elemen yang ada di UKSW sehingga visi dan misi UKSW dapat selalui dipegang.</p>
<p>Tak berbeda dengan Parman, Andre Sutantyo selaku Ketua Senat Mahasiswa Universitas (SMU) juga menyampaikan beberapa harapan terhadap rektor baru, “Sebagai rektor yang pernah menjabat, beliau harus dapat tegas dalam mengambil keputusan , akan tetapi dalam pengambilan keputusan rektor baru harus tetap melibatkan <em>stikholder-stikholder</em> yang lain”.</p>
<p>Andre juga berharap agar rektor terpilih benar-benar berkonsentrasi dalam membangun UKSW secara menyeluruh dan bukan pada satu golongan tertentu. Selain itu, kebijakan-kebijakan  yang diambil harus berpihak kepada mahasiswa dan mengutamakan mahasiswa.</p>
<p>“Rektor baru harus mengikuti aturan kurikulum yang sudah ditetapkan oleh yayasan dan tidak merubahnya. Dan bisa membawa UKSW <em>go international</em>,&#8221; tandasnya.</p>
<blockquote><p><strong>RALAT</strong></p>
<p>Ada kesalahan dalam artikel ini, seperti telah disampaikan sdr. Yulius dan sdr. Winarto dalam komentar kritiknya. </p>
<p>Dimana semula tertulis, &#8220;&#8230; John A. Titaley pernah menjabat sebagai rektor ke V (lima) pada tahun 1999 di UKSW.&#8221;</p>
<p>Setelah diklarifikasi, yang benar adalah &#8220;&#8230; John A. Titaley pernah menjabat sebagai rektor ke V (lima) pada tahun 2001 di UKSW.&#8221;</p>
<p>Dan adapula kesalahan penulisan, &#8220;&#8230;stikholder-stikholder&#8230;&#8221;, maksud kami adalah <strong>&#8220;stakeholder&#8221;.</strong></p>
<p>Kami meminta maaf atas kesalahan penyampaian informasi di atas dan berterima kasih kepada sdr. Yulius dan sdr. Winarto yang telah mengingatkan serta mengkoreksi sehingga dapat menjadi pembelajaran bagi kami untuk lebih teliti lagi dalam menyampaikan informasi.</p>
<p>Atas kesalahan ini, kami mohon maaf. Jika masih ada kritik yang perlu disampaikan, kami tetap terbuka. Terima kasih.</p>
<p>Redaksi Scientiarum</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://scientiarum.com/2009/11/30/dies-natalis-rektor-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa UKSW Tewas Gantung Diri</title>
		<link>http://scientiarum.com/2009/09/17/mahasiswa-uksw-tewas-gantung-diri/</link>
		<comments>http://scientiarum.com/2009/09/17/mahasiswa-uksw-tewas-gantung-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2009 12:35:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yoga Prasetya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Salatiga & Sekitarnya]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[UKSW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.scientiarum.com/?p=551</guid>
		<description><![CDATA[Seorang mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Satya Wacana (FTI UKSW) angkatan 2005, Astra Gustav (24) yang berasal dari Poso, Sulawesi Tengah, ditemukan tewas gantung diri di taman doa Gua Maria Kereb, Ambarawa, pada Selasa, 15 September 2009 sekitar pukul 14.30.
Menurut keterangan Sukardi, petugas keamanan taman doa Gua Maria  Kereb, korban diketahui ketika ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Satya Wacana (FTI UKSW) angkatan 2005, Astra Gustav (24) yang berasal dari Poso, Sulawesi Tengah, ditemukan tewas gantung diri di taman doa Gua Maria Kereb, Ambarawa, pada Selasa, 15 September 2009 sekitar pukul 14.30.</p>
<p>Menurut keterangan Sukardi, petugas keamanan taman doa Gua Maria  Kereb, korban diketahui ketika ada pengunjung yang melaporkan bahwa ada yang gantung diri di pohon kelengkeng dekat kolam ikan dan miniatur perahu Nuh. Korban ditemukan menggantung diri dengan menggunakan seutas tambang.</p>
<p>&#8220;Setelah mendapat laporan, saya langsung menuju lokasi untuk membuktikan dan ketika benar saya langsung menghubungi pihak kepolisian setempat,&#8221; tambah Sukardi.</p>
<p>Korban tinggal di Jl. Turen 86 I/2, RT 01 RW IV Sidorejo Lor, Salatiga. Saat ditemukan, korban mengenakan hem kotak-kotak, abu-abu, bercelana jeans dan bersepatu.</p>
<p>Menurut keterangan dari pihak Polsek Ambarawa, Siswanto, kita tidak tahu persis kejadiannya, yang pasti ada pengunjung melihat bahwa di bawah pohon kelengkeng ada orang gantung diri, kemudian pengunjung tersebut melaporkan ke satpam setempat.</p>
<p>Saat dilakukan proses identifikasi oleh petugas, ditemukan surat wasiat yang sebagian besar berisi permintaan maaf kepada keluarga. Selanjutnya jenazah langsung di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ambarawa untuk menjalani autopsi.</p>
<p>Berdasarkan keterangan teman dekat korban, Edi Tarinje mahasiswa FTI (05) yang juga mahasiswa asal Poso, Sulawesi mengatakan, perilaku keseharian almarhum Gustav baik, normal seperti mahasiswa lainnya, bahkan untuk masalah kegiatan fakultas ataupun di Ikatan Keluarga Mahasiswa dan Pelajar Poso Salatiga (IKMAPPOS) almarhum sangat aktif, karena almarhum juga pernah menjabat sebagai ketua IKMAPPOS periode 2007-2008. Namun, untuk masalah-malasalah pribadi almarhum agak tertutup.</p>
<p>Wakil Dekan FTI Yani Rahardja mengatakan bahwa korban merupakan mahasiswa yang baik dan tidak pernah ada masalah, bahkan korban juga selalu aktif dalam kegiatan-kegiatan kemahasiswaan.</p>
<p>Setelah dilakukan pemeriksaan di RSUD Ambarawa, korban kemudian dibawa ke rumah kerabat yang tinggal di panti asuhan Harapan, Bawen. Selanjutnya pada Rabu, 16 September 2009, sekitar pukul 04.15 dini hari, jenazah diberangkatkan dari rumah kerabatnya menuju tanah kelahirannya untuk disemayamkan.</p>
<blockquote><p>Pers Mahasiswa Scientiarum Universitas Kristen Satya Wacana turut berduka cita atas meninggalnya Astra Gustav, mahasiswa FTI UKSW. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta keikhlasan melepas kepergiannya.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://scientiarum.com/2009/09/17/mahasiswa-uksw-tewas-gantung-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ALAM: Fasilitas Baru bagi Mahasiswa</title>
		<link>http://scientiarum.com/2009/08/12/alam-fasilitas-baru-bagi-mahasiswa/</link>
		<comments>http://scientiarum.com/2009/08/12/alam-fasilitas-baru-bagi-mahasiswa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 09:14:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yoga Prasetya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.scientiarum.com/?p=441</guid>
		<description><![CDATA[Universitas Kristen Satya Wacana, baru-baru ini memberikan layanan bagi mahasiswa, yaitu Anjungan Layanan Akademik Mahasiswa, disingkat ALAM. “Salah satu cara untuk menangani kebutuhan-kebutuhan informasi agar lebih cepat dan mengurangi antrian, maka diadakan penambahan fasilitas ALAM ini,” kata Partono.
Partono adalah Kepala Bagian Sistem Informasi UKSW. Lebih lanjut dia mengatakan, &#8220;Sistem informasi mahasiswa, dosen, dan pihak-pihak terkait [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Universitas Kristen Satya Wacana, baru-baru ini memberikan layanan bagi mahasiswa, yaitu Anjungan Layanan Akademik Mahasiswa, disingkat ALAM. “Salah satu cara untuk menangani kebutuhan-kebutuhan informasi agar lebih cepat dan mengurangi antrian, maka diadakan penambahan fasilitas ALAM ini,” kata Partono.</p>
<p>Partono adalah Kepala Bagian Sistem Informasi UKSW. Lebih lanjut dia mengatakan, &#8220;Sistem informasi mahasiswa, dosen, dan pihak-pihak terkait lainnya, dari waktu ke waktu memang perlu disesuaikan dengan kemajuan teknologi.”</p>
<p>ALAM memiliki fasilitas macam, melihat &#8212; mencetak tagihan awal, melihat &#8212; mencetak tagihan pelunasan, melihat &#8212; mencetak kartu hasil studi, melihat &#8212; mencetak kartu studi tetap, melihat transkrip nilai, melihat kredit keaktifan mahasiswa, dan dapat juga digunakan untuk SIASAT. Direncanakan fasilitas ini akan disediakan ditiap gedung.</p>
<p>Fasilitas ini diberikan untuk memudahkan user atau mahasiswa agar lebih cepat mendapat pelayanan. Mahasiswa tidak perlu lagi mengantri dan datang ke Gedung Administrasi Pusat.</p>
<div id="attachment_444" class="wp-caption alignleft" style="width: 510px"><img src="http://scientiarum.com/wp-content/uploads/2009/08/alam.jpg" alt="Anjungan Layanan Akademik Mahasiswa (ALAM). {Foto oleh James A. L. Filemon}" title="ALAM" width="500" height="295" class="size-full wp-image-444" /><p class="wp-caption-text">Anjungan Layanan Akademik Mahasiswa (ALAM). {Foto oleh James A. L. Filemon}</p></div>
<p>Guna mendukung fasilitas ALAM ini, Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) diubah menjadi berbarcode. Sebagai tanda untuk menggantikan nama atau nomer induk mahasiswa. Sedangkan cara penggunaannya, user harus menempelkan barcode kelampu sensor pada mesin.</a></p>
<p>Eko Imam Slamet, staff Bagian Admisi Registrasi (BARA) memiliki harapan, “adanya barcode pada KTM, semua mahasiswa lebih mudah mengakses semua layanan yang ada di UKSW.”</p>
<p>Dia juga menerangkan, &#8220;saat ini sudah sekitar 80% mahasiswa UKSW memiliki KTM berbarcode. Namun saya belum bisa memastikan apakah semua mahasiswa paham atau tau cara menggunakan fasilas ALAM ini. Sejauh ini pihak BARA sudah melakukan sosialisasi tentang penggunaan fasilitas ALAM melalui Lembaga Kemahasiswaan Fakultas.&#8221;</p>
<p>Di sisi lain, Sutrimo, staff BARA menuturkan, &#8221; Setelah ada fasilitas ALAM, mahasiswa meminta pelayanan manual sudah agak berkurang, yang masih banyak meminta pelayanan manual itu biasanya angkatan-angkatan tua, mereka masih menggunakan KTM lama, dan belum menggantinya dengan KTM baru, yang berbarcode&#8221;.</p>
<p>&#8220;Bagi angkatan-angkatan muda yang datang meminta pelayanan manual biasanya saya selalu menganjurkan untuk menggunakan fasilitas ALAM, dan angkatan-angkatan tua yang malas mengganti KTM-nya tetap kami layani,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Menurut mahasiswi Fakultas Bahasa dan Sastra, Beauty Lucky, yang saat itu sedang memanfaatkan fasilitas ALAM, merasa cukup senang dengan adanya penambahan ini. “Pelayanan seperti ini menjadi lebih mudah, cepat. Dan kita tidak perlu lagi mengantri lama untuk meminta tagihan uang kuliah,&#8221; ujarnya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://scientiarum.com/2009/08/12/alam-fasilitas-baru-bagi-mahasiswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>UKSW Bekali Mentor PPMB</title>
		<link>http://scientiarum.com/2009/08/11/uksw-bekali-mentor-ppmb/</link>
		<comments>http://scientiarum.com/2009/08/11/uksw-bekali-mentor-ppmb/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 02:48:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yoga Prasetya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.scientiarum.com/?p=422</guid>
		<description><![CDATA[Sebanyak 170 mahasiswa mentor  Program Pengenalan Mahasiswa Baru 2009/2010 mengikuti pembekalan mentor di Wisma Bukit Soka pada 7-9 Agustus 2009.
Pembekalan mentor tersebut bertujuan untuk memperlengkapi  mentor PPMB 2009 /2010 dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam mentoring.
Dalam pembekalannya para mentor di berikan materi-materi seperti, Wawasan Almamater Universitas Kristen Satya Wacana, Perpustakaan, F-Learn, KKM, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebanyak 170 mahasiswa mentor  Program Pengenalan Mahasiswa Baru 2009/2010 mengikuti pembekalan mentor di Wisma Bukit Soka pada 7-9 Agustus 2009.</p>
<p>Pembekalan mentor tersebut bertujuan untuk memperlengkapi  mentor PPMB 2009 /2010 dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam mentoring.</p>
<p>Dalam pembekalannya para mentor di berikan materi-materi seperti, Wawasan Almamater Universitas Kristen Satya Wacana, Perpustakaan, F-Learn, KKM, Mentoring : Belajar Efektif di PT dan Penyelenggaraan Pekan PPMB.</p>
<p>Sehingga diharapkan profil mahasiswa 2009 mampu menjadi mahasiswa yang kreative minority, “Mampu menggerakkan massa pasif menjadi massa aktif, untuk melakukan perubahan positif di segala level organisasi dan masyarakat”.</p>
<p>Rencananya, mentor-mentor tersebut akan mendampingin mahasiswa 2009 selama satu semester.</p>
<p>Pinkan M Indira, S.Psi staff pengajar Fakultas Psikologi sekaligus ketua panitia PPMB menjelaskan, “Mentoring ini kan hubungan personal, dan tidak mungkin dapat terbangun hanya dengan waktu satu minggu saja. Sehingga mentor-mentor ini akan mendampingi mahasiswa baru selama satu semester agar kenal lebih dekat dan bisa membantu mahasiswa baru ketika mendapati kesulitan”.</p>
<p>Ketika ditanya imbalan apa yang diberikan oleh pihak universitas kepada mentor? Pinkan mengatakan, “ Tidak ada imbalan dalam bentuk materi.  Mereka hanya berlatih menjadi pemimpin dalam bentuk skala kecil”.<br />
“Mereka disini bukan untuk dijejali tapi untuk di bekali untuk menjadi mentor” tandasnya.</p>
<p>Voltaire mahasiswa  Fakultas Psikologi angkatan 2006 menuturkan  “Untuk pembekalan secara keseluruhan sudah cukup bagus, materi yang disampaikanpun cukup bagus. Namun ada beberapa pembicara yang kurang bisa kontak dengan peserta dan terlihat monotone”.</p>
<p>“Harapan saya setelah diperlengkapi dalam pembekalan, saya bisa mengajarkan kepada mahasiswa baru dan mereka bisa memahami dengan apa yang saya ajarkan” tambahnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://scientiarum.com/2009/08/11/uksw-bekali-mentor-ppmb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gudang Ilmu Sepi Pengunjung</title>
		<link>http://scientiarum.com/2009/08/05/gudang-ilmu-sepi-pengunjung/</link>
		<comments>http://scientiarum.com/2009/08/05/gudang-ilmu-sepi-pengunjung/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 07:41:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yoga Prasetya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.scientiarum.com/?p=382</guid>
		<description><![CDATA[Tampak mewah gedung berlantai tujuh yang letaknya tak jauh dari pekuburan Cungkup itu. Di lantai limanya tertuliskan huruf “FAKULTAS EKONOMI”. Sebelum memasuki pintu utama gedung (Perpustakaan), terlebih dahulu akan dijumpai sebuah patung hitam kusam yang menyerupai wujud asli Oeripan Notohamidjojo ( almarhum ), pendiri sekaligus Rektor I UKSW. 
Gedung ini belum sepenuhnya selesai dibangun, lantai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tampak mewah gedung berlantai tujuh yang letaknya tak jauh dari pekuburan Cungkup itu. Di lantai limanya tertuliskan huruf “FAKULTAS EKONOMI”. Sebelum memasuki pintu utama gedung (Perpustakaan), terlebih dahulu akan dijumpai sebuah patung hitam kusam yang menyerupai wujud asli Oeripan Notohamidjojo ( almarhum ), pendiri sekaligus Rektor I UKSW. </p>
<p>Gedung ini belum sepenuhnya selesai dibangun, lantai paling atas masih terlihat rangkaian besi cor-coran yang terbengkalai. Inilah kondisi gedung Perpustakaan Umum (PU) Notohamidjojo hingga kini,  yang (konon) pernah menyandang predikat terbesar dan terbaik se-Asia Tenggara.</p>
<p>PU Notohamodjojo didirikan dengan tujuan sebagai penunjang kehidupan kampus. Sedangkan nama Notohamidjojo dipilih untuk mengenang dan menghormati jasa-jasa Oeripan Notohamidjojo.</p>
<p>Direktur PU Notohamidjojo, Elizabeth Sri Lestari, ketika ditemui di kantornya, lantai satu gedung PU. Saat ditanya, ”apa benar ada isu PU Notohamidjojo pernah menjadi sebuah perpustakaan terbesar dan terbaik se-Asia Tenggara?” Dia mengatakan, ”Itu bukan isu Mas &#8230; itu beneran. Memang PU Notohamidjojo dulu merupakan perpustakaan terbesar dan terbaik se-Asia Tenggara,” Katanya.</p>
<p>Ketika mendapat jawaban dari Elizabeth, kemudian saya kembali melontarkan pertanyaan, ”mengapa jika memang pernah menjadi perpustakaan terbesar dan terbaik se-Asia Tenggara, perpustakaan Notohamidjojo sekarang sepi pengunjung? Bukankah buku-buku yang ada sangat lengkap dan bagus?”</p>
<p>”Kemungkinan mahasiswa tidak tahu kalau banyak sumber informasi di perpustakaan, selain itu mahasiswa cenderung hanya mem&#8211;¬foto copy dari handout yang diberikan oleh dosen dan tidak merasa tertantang untuk mencari sumber aslinya di perpustakaan. Selain itu juga informasi-informasi yang dibutuhkan oleh mahasiswa lebih gampang dicari lewat internet,” tutur Elizabeth.</p>
<p>”Lalu solusi apakah yang ditawarkan pengelola perpustakaan agar perpustakaan kembali diminati pengunjung?”</p>
<p>”Untuk menjadikan perpustakaan seperti dulu yang banyak didatangi pengunjung, saya belum menemukan ide Mas&#8230; atau Mas &#8230; punya ide?” jawab Elizabeth, yang saat itu justru kembali bertanya.</p>
<p>Sedangkan mengenai koleksi buku tersedia sangat banyak, sepanjang tahun pihaknya selalu membeli buku baru, sebagaimana yang diusulan oleh masing-masing fakultas. Adapula fakultas membeli buku sendiri kemudian dikumpulkan ke perpustakaan pusat. ”Jadi kalau masalah koleksi buku-buku saya pikir di perpustakaan ini sudah cukup lengkap,” ujarnya.</p>
<p>”Jaman sekarang sudah berbeda dengan jaman-jaman saya dulu yang masih belum banyak foto copy dan internet, jadi saya selalu mengunjungi perpustakaan untuk membuat catatan, mengerjakan tugas, diskusi. Bahkan, untuk bertemu dengan pacar saja di perpustakaan,” kenang Elisabeth.</p>
<p>”Kenapa dulu tertutup, tapi sekarang bebas memilih buku di rak?”</p>
<p>Elizabeth memberikan alasan, bahwa perpustakaan ingin memberikan keleluasaan kepada mahasiswa agar lebih bisa memilih buku sesuai dengan kebutuhannya. Dari dulu sebenarnya mahasiswa bebas memilih di rak, tetapi pada 1999 banyak buku yang disembunyikan mahasiswa. Bahkan, ada sebagian dosen menganggap perpustakaan ini ”rimba”. ”Di katalog ada tapi di rak tidak ada,” ujarnya, menirukan selentingan beberapa dosen.</p>
<p>Berdasarkan alasan itulah dilakukan sistem tertutup atas usulkan John Andreas Titaley, Rektor ke V UKSW, periode 2000-2004. ”Setelah mendapat usulan dari rektor maka keputusannya untuk sementara memakai sistem tertutup, mahasiswa tidak lagi bisa bebas memilih buku. Pada 2008, kami baru mengubah sistem menjadi bebas memilih kembali,” tambahnya.</p>
<p>”Sepinya pengunjung perpustakaan tidak hanya di Indonesia saja, tapi di luar negeri juga. Dan kelemahannya itu ada pada budaya membaca, karena pada budaya membaca masih lemah. Dan, itulah yang perlu di tingkatkan. Kalau budaya membaca tinggi kunjungan perpustakaan juga akan tinggi,” kata Theofransus Litaay, staff pengajar Fakultas Hukum.</p>
<p>”Perpustakaan Notohamidjojo itu sendiri harus ditingkatkan pelayanannya dan harus menjadi jantung universitas. Saat ini peran perpustakaan yang seharusnya menjadi jantung universitas kurang terasa maknanya, karena gedungnya di gabung dengan kantor fakultas. Orang mendatangi perpustakaan itu untuk mencari tempat tenang, membaca buku, hal itu yang dulu kami rasakan. Dan, dengan adanya kantor fakultas di gedung perpustakaan juga mengganggu, fungsi perpustakaan sebagai jantung universitas harus dipulihkan,” harapnya.</p>
<p>”Untuk menjadi jantung universitas fasilitas juga harus ditingkatkan, karena jika dibandingkan dengan universitas lain perpustakaan Notohamidjojo itu termasuk baik, tapi bukan yang terbaik. Selain itu dosen juga harus merubah pola perkuliahan untuk menjadikan mahasiswa lebih mandiri, tidak menyuapinya terus, dan jangan jadikan mahasiswa kita menjadi diktat. Dan dosenpun harus banyak mengakses perpustakaan,” pintanya.</p>
<p>Selain alasan di atas, ”pustakawan juga harus diberikan peran lebih banyak, selama ini pustakawan tidak mendapat perhatian yang baik,” ujarnya lagi.</p>
<p>”Baru setelah ada rencana pembangunan perpustakaan mereka mendapatkan perhatian, karena selama ini yang berperan dalam perpustakaan belum jelas. Dulu itu, namanya Perpustakaan Universitas. Pada 1993, pembangunan perpustakaan bagian awal renovasi diselesaikan, lalu diresmikan, dan namanya menjadi Perpustakaan Umum Notohamidjojo. Dan setelah itu UKSW mengalami konflik, sehingga pengembangan terhadap perpustakaan mengalami kemandekan,” terang Theo.</p>
<p>Peran pustakawan, bersama-sama dengan fakultas merencanakan dan mengembangkan &#8212; mengelola koleksi buku maupun informasi lain. Termasuk juga informasi digital yang digunakan dalam proses perkuliahan. Setahu Theo, fakultas masih kurang proaktif bekerjasama dengan perpustakaan. ”Dan mengapa yang aktif harus fakultas? Karena yang paling mengetahui informasi apa yang harus disediakan oleh perpustakaan adalah fakuktas. Selain itu fakultas juga harus aktif untuk melakukan peremajaan informasi yang diusulkan ke perpustakaan.&#8221;</p>
<p>Namun, selama ini pihaknya (pengelola perpustakaan, Red.) &#8212; setiap kali menghubungi fakultas untuk pembelian buku, maupun perpustakaan punya program itu kurang mendapat respon dari fakultas. ”Tidak semua fakultas secara positif menanggapi kami,” keluh Elizabeth.</p>
<p>Masalah pustakawan yang kurang diperhatikan itu benar &#8212; memang iya &#8230;. Banyak orang yang gak mau tahu &#8212; pustakawan itu kerjanya apa. Dari pengalaman itulah pihaknya berusaha untuk lebih proaktif lagi agar orang lain mengerti. ”Pustakawan (kita) itu sedikit, karena tidak semua penjaga perpustakaan itu pustakawan,” Pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://scientiarum.com/2009/08/05/gudang-ilmu-sepi-pengunjung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Songsong Pilpres 2009</title>
		<link>http://scientiarum.com/2009/08/05/songsong-pilpres-2009/</link>
		<comments>http://scientiarum.com/2009/08/05/songsong-pilpres-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 07:33:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yoga Prasetya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.scientiarum.com/?p=379</guid>
		<description><![CDATA[Jelang pemilu presiden (Pilpres) pada 8 juli 2009, dijadikan salah satu momentum Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Kristen Satya Wacana, untuk menghelat lomba debat mahasiswa se-Jawa, dengan mengambil tema, “Pemilu Presiden”. Acara ini telah berlangsung pada 26 Mei 2009, di Gedung E123, UKSW.
Lomba debat kali ini, bertujuan untuk memberikan sumbangsih pemikiran terhadap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jelang pemilu presiden (Pilpres) pada 8 juli 2009, dijadikan salah satu momentum Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Kristen Satya Wacana, untuk menghelat lomba debat mahasiswa se-Jawa, dengan mengambil tema, “Pemilu Presiden”. Acara ini telah berlangsung pada 26 Mei 2009, di Gedung E123, UKSW.</p>
<p>Lomba debat kali ini, bertujuan untuk memberikan sumbangsih pemikiran terhadap pesta demokrasi yang tengah berlangsung di negara Indonesia. Sebelum lomba debat dimulai, Ketua Senat Mahasiswa Ilmu Sosial dan Poltik, Riesa, dalam sambutannya mengatakan, “Kita ketahui bersama bahwa saat ini kita sedang menghadapi Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, menanggapi hal itu kita sebagai mahasiswa intelektual, penting bagi kita untuk memberi masukan dan kontribusi dalam menjawab fakta sosial disekitar kita, salah satunya adalah pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang akan kita lalui.”</p>
<p>Ada sembilan topik yang diangkat dalam lomba debat ini, meliputi; Koalisi Partai-partai Pendukung Capres dan  Cawapres, Orang-orang Orde Baru Sekarang Jadi Capres dan Cawapres, Purnawirawan TNI Menjadi Capres dan Cawapres, Partai Politik Sebagai &#8220;Kendaraan&#8221; Politik Untuk Memperoleh Kekuasaan, Golput adalah Salah Satu Bentuk Demokrasi, Masyarakat Indonesia Belum Siap Melakukan Pemilihan Umum Langsung, Keberpihakan Media Dalam Pemberitaan Capres dan Cawapres, Iklan Politik Merupakan Usaha Kampanye yang Efektif, dan DPT akan Menjadi Masalah Dalam Pemilu Presiden.</p>
<p>Peserta yang ambil bagian dalam lomba debat kali ini, ada sembilan tim dari tujuh universitas. Antara lain; Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Universitas Kristen Indonesia Jakarta, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Khatolik Parahyangan Bandung, Universitas Padjadjaran Bandung, dan UKSW.</p>
<p>Sedangkan tim juri lomba debat ini terdiri dari tiga orang, yaitu Adi Ekopriyono (Asisten Direktur Suara Merdeka Grup), Valentino Haribowo (Kabag Humas Pemkot Salatiga), dan Husodo Wiyatmo (anggota KPU Salatiga).</p>
<p><strong>Jalannya Lomba</strong><br />
Pada sesi pertama debat, tim peserta dari UKSW 2 (Fakultas Hukum), Parahyangan Bandung, Undip 1, Undip 2, dan Unbra Malang, terpaksa harus terhenti karena mendapatkan point terendah dari dewan juri. Sedangkan tim lainnya, yakni UKSW1(Fisipol), UKI, Unpad, dan UGM berlanjut ke babak semifinal.</p>
<p>Pada babak semifinal, tim debat Unpad berada pada posisi kontra memperdebatkan topik, &#8220;Daftar Pemilu Tetap Menjadi Masalah Dalam Pemilu 2009&#8243; dengan melawan tim debat UGM, yang berada pada posisi pro. Perdebatan tim pro UGM mengatakan, &#8220;Salah satu indikator negara demokratis adalah bagaimana warga masyarakat di negara tersebut mengikuti pemilu,” Ujar seorang tim UGM.</p>
<p>“Pemilu saat ini sangat buruk, karena tidak semua masyarakat dapat ikut pemilu. DPT (Daftar Pemilih Tetap, Red) tidak mencari solusi kegagalan dalam menyiasati oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum, Red), jika kita berkaca, permasalahan DPT adalah tanpa ada pembelajaran, DPT akan tetap menjadi masalah jika pemilu masih mempengaruhi legitimasi dari pemilu itu sendiri. KPU tidak profesional dalam menanggapi masalah DPT ini&#8221;.</p>
<p>Sedangkan tim kontra Unpad mendebat, &#8220;Jika kita mengidentifikasi masalah, sebenarnya bukan DPT yang menjadi masalah, DPT hanya menjadi alat dalam mensurvei untuk mengetahui siapa saja yang berhak mengikuti pemilu. KPU adalah sebuah infrastruktur, semua masalah yang terjadi di legislatif, KPU sudah belajar dari pemilu legislatif bagaimana kesadaran masyarakat simbol intelektual, DPT tidak menjadi masasalah dalam pemilu, kita sudah mengidentifikasikan masalah&#8221;.</p>
<p>&#8220;Kita percaya bahwa kita adalah bangsa yang optimis, kita harus mau belajar dari sejarah jika kita mau belajar demokrasi. ketika pembicara bersifat paranoid, itu masih proses, kita harus optimis. Ya … demokrasi adalah baik kalau ikut berpartisipasi dalam pemilu. Kerja KPU masih proses, makanya DPT tidak menjadi masalah. Dengan mengadakan pengecekan dari rumah ke rumah dan adanya peran Parpol yang juga ikut aktif, &#8221; terang tim dari Unpad.</p>
<p>Perdebatan dilanjutkan kebabak final yang mempertemukan antara UNPAD dengan UGM, dengan topik pembahasan: &#8220;Partai Politik Sebagai Kendaraan “Politik” untuk Memperoleh Kekuasaan&#8221;. Hasil lomba debat Pilpres ini dimenangkan tim debat UNPAD, juara kedua tim debat UGM. Sedangkan tim debat UKSW, gagal merebut juara tiga setelah dikalahkan tim debat UKI, yang pada saat itu berdebat soal topik, &#8220;Koalisi Partai Partai Dukung Capres dan Cawapres Tertentu&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://scientiarum.com/2009/08/05/songsong-pilpres-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pembukaan dan Peresmian PIM 2009</title>
		<link>http://scientiarum.com/2009/05/27/pembukaan-dan-peresmian-pim-2009/</link>
		<comments>http://scientiarum.com/2009/05/27/pembukaan-dan-peresmian-pim-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 08:49:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yoga Prasetya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.scientiarum.com/?p=332</guid>
		<description><![CDATA[Pekan Ilmiah Mahasiswa (PIM) yang diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana telah resmi dibuka pada Senin (25/5) di gedung Balairung Utama UKSW. PIM di tahun 2009 kali ini di ikuti oleh 27 perguruan tinggi swasta dan negeri dari berbagai wilayah di Indonesia dan juga 4 Sekolah Menengah Atas di Jawa Tengah.
Yang hadir pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pekan Ilmiah Mahasiswa (PIM) yang diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana telah resmi dibuka pada Senin (25/5) di gedung Balairung Utama UKSW. PIM di tahun 2009 kali ini di ikuti oleh 27 perguruan tinggi swasta dan negeri dari berbagai wilayah di Indonesia dan juga 4 Sekolah Menengah Atas di Jawa Tengah.</p>
<p>Yang hadir pada acara pembukaan sekaligus peresmian PIM 2009 adalah sekretaris dewan pendidikan tinggi Prof. Ir Nizam, Msc.,Ph.d yang mewakili menteri pendidikan nasional, koordinator Kopertis wilayah IV Prof. Drs. Mustafidz, rektor UKSW Prof. Dr. Kris Herawan Timotius, rektor Universitas Pelita Harapan Jonathan L. Parapak yang sekaligus juga pembicara seminar nasional, pemimpin PT. Galangpress Julius Felicianus serta para petinggi perwakilan dari perguruan tinggi yang ikut menjadi peserta PIM beserta ratusan mahasiswa yang menjadi peserta seminar.</p>
<p>PIM yang rencananya berlangsung selama enam hari tersebut resmi dibuka dengan ditandai pemukulan gong sebanyak lima kali oleh koordinator Kopertis wilayah IV Prof.Drs. Mustafidz yang didampingi rektor UKSW Prof.Dr. Kris Herawan Timotius. Setelah acara pembukaan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan seminar dengan tema &#8220;<em>Peranan pendidikan tinggi dalam meningkatkan daya saing bangsa</em>&#8220;.</p>
<p>Dalam sambutannya ketua PIM 2009 Efone Meity menuturkan &#8220;Melalui kegiatan ini kami mengajak mahasiswa membentuk jejaring dan berkumpul dalam forum ilmiah yang tujuannya turut berperan serta dalam menciptakan masyarakat yang lebih baik dengan menampilkan karya yang inovatif dan menjawab kebutuhan masyarakat, dalam PIM kali ini panitia yang terlibat sebanyak kurang lebih tiga ratus panitia yang terdiri dari panitia tingkat universitas dan panitia tingkat fakultas&#8221; tambah Efone.</p>
<p>Dalam seminar tersebut Prof. Dr. Jonathan L. Parapak menyampaikan materi tentang pentingnya pendidikan holistik untuk meningkatkan daya saing bangsa. Dalam makalahnya Parapak mengatakan pendidikan holistik adalah pendidikan yang mencakup aspek spiritual, intelektual, emosional, sosial, artistik, kreativitas, phisik dalam keutuhan manusia. Pendidikan holistik bertujuan <em>enlightened</em>, harmony antara <em>inner life and outer life</em> agar seluruh potensi dikembangkan secara maksimal (<em>holistically educated</em>).</p>
<p>&#8220;Untuk mencari kebenaran setiap perguruan tinggi harus mengoreksi kurikulum untuk menjadi pendidikan holistik yang mampu bersaing di dunia kerja&#8221; ujar Parapak.</p>
<p>Sedangkan pembicara kedua Julius Felicianus membawakan materi tentang &#8220;<em>Mandiri dan berdaya guna</em>&#8220;. Dalam paparannya Julius membahas sebuah falsafah yaitu <em>Urip Agawe Urup</em> yang artinya hidup itu seyogyanya Iku Sejatine dan seharusnya membawa hidup dan kehidupan orang lain. menurutnya kalau kita sudah bisa menghidupi, memberi makna hidup dan memberi manfaat bagi orang lain itu berarti kita sudah lepas dari masalah kita sendiri dan sudah dapat hidup mandiri.</p>
<p>Kegiatan yang dimulai sejak pukul 11.00 WIB tersebut berjalan lancar hingga acara usai.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://scientiarum.com/2009/05/27/pembukaan-dan-peresmian-pim-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Biocare, Paskah Peduli Lingkungan</title>
		<link>http://scientiarum.com/2009/05/20/biocare-paskah-peduli-lingkungan/</link>
		<comments>http://scientiarum.com/2009/05/20/biocare-paskah-peduli-lingkungan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 May 2009 05:24:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yoga Prasetya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.scientiarum.com/?p=323</guid>
		<description><![CDATA[Sekitar seratus limapuluh peserta yang tergabung dalam acara Biocare paskah fakultas biologi Universitas Kristen Satya Wacana yang berasal dari berbagai fakultas, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi AMA, Sekolah Tinggi Agama Islam Negri Salatiga (STAIN), anggota pangkostrad yonif 411 Pandawa, serta kelompok Tanam Untuk Kehidupan (TUK) melakukan kerjabakti membersihkan sampah di sumber mata air Senjaya, Sabtu (16/5).
Acara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekitar seratus limapuluh peserta yang tergabung dalam acara <em>Biocare</em> paskah fakultas biologi Universitas Kristen Satya Wacana yang berasal dari berbagai fakultas, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi AMA, Sekolah Tinggi Agama Islam Negri Salatiga (STAIN), anggota pangkostrad yonif 411 Pandawa, serta kelompok Tanam Untuk Kehidupan (TUK) melakukan kerjabakti membersihkan sampah di sumber mata air Senjaya, Sabtu (16/5).</p>
<p>Acara yang dimulai pada pukul 09.10 WIB yang juga dihadiri oleh Mulyadi pegawai tatakota Salatiga tersebut dimulai dengan sambutan-sambutan. dalam sambutan dekan fakultas biologi  Ferry F. Karwur mengatakan, &#8220;Kegiatan bersih-bersih ini bukan kerja bakti akan tetapi merupakan bentuk penyadaran terhadap masyarakat khususnya salatiga dalam memelihara lingkungan karena musuh kita adalah kerusakan lingkungan dan itu musuh yang harus kita hadapi karena kerusakan lingkungan akan berdampak pada kehidupan masyarakat&#8221;.</p>
<p>Mulyadi pegawai tata kota Salatiga menuturkan, &#8220;Saya sangat menghargai kegiatan <em>biocare</em> ini, karena kegiatan seperti ini merupakan suatu bentuk menghargai lingkungan. Belakangan ini, masyarakat yang peduli terhadap lingkungan sangat kurang, dan salah satu contohnya di Senjaya banyak masyarakat yang membuang sampah di sungai, semoga saja dengan adanya kegiatan ini bisa menjadikan penyadaran masyarakat terhadap lingkungan&#8221;.</p>
<p>&#8220;Untuk Salatiga, masyarakat banyak yang tidak perduli terhadap lingkungannya, dan hal itu bisa dilihat dengan banyaknya masyarakat yang membuang sampah sembarangan selain itu juga masyarakat tidak melakukan pemeliharaan tanaman dengan bagus, karena banyak tanaman yang ditanan oleh pemerintah kota Salatiga  yang tidak dirawat oleh masyarakat, sebenarnya untuk masalah lingkungan itu bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah kota Salatiga, akan tetapi juga menjadi tanggung jawab masyarakat Salatiga&#8221; tambahnya.</p>
<p>Munjianah (37), warga yang tinggal di dekat sumber mata air Senjaya tersebut menuturkan &#8221; Saya selalu ikut memelihara kebersihan sumber mata air Senjaya ini.. ya karena saya menggunakan sumber air ini untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, masak, dan minum. Karena saya dan keluarga menggunakan sumber mata air ini maka mau tidak mau harus ikut menjaga kebersihan supaya tetap bisa menggunakan sumber air Senjaya untuk kebutuhan saya&#8221;.</p>
<p>&#8220;Saya juga sangat senang sekali tentunya dengan adanya kegiatan bersih-bersih ini, karena dengan kegiatan ini dapat menolong masyarakat setempat untuk membersihkan sumber air dan juga mungkin bisa menyadarkan warga yang menggunakan sumber air agar tidak membuang sampah dengan sembarang&#8221; tambahnya.</p>
<p>Sedangkan ketua panitia Neni Rambu Moha mahasiswa fakultas biologi menuturkan &#8220;Kami memilih Senjaya sebagai tempat untuk <em>biocare</em> karena Senjaya merupakan salah satu pusat sumber mata air yang digunakan untuk kebutuhan masyarakat Salatiga. Dan saya sangat senang dengan berlangsungnya kegiatan ini karena masih banyak yang peduli terhadap lingkungan&#8221;.</p>
<p>Semua peserta <em>biocare</em> memang terlihat sangat antusias, dan peduli terhadap lingkungan, hal tersebut terlihat dari semangat mereka yang rela berjam-jam berada di air untuk memungut sampah-sampah meskipun disinari terik matahari. Seperti salah satu peserta Apriani Ana Mila mahasiswi fakultas ekonomi UKSW menuturkan, &#8220;Saya merasa senang dengan kegiatan <em>biocare</em> ini karena masih ada yang peduli terhadap lingkungan dan lingkungan sangat penting buat kita oleh karena itu kita harus menjaganya. Harapan saya, kegiatan seperti ini diadakan setiap tahun, dan bukan hanya bersih-bersih mata air tapi penghijauan lingkungan juga&#8221;.</p>
<p>Setelah berjam-jam peserta <em>biocare</em> mengumpulkan sampah-sampah, akhirnya puluhan sak kotoran sampah yang berasal dari sungai Senjaya dapat dibersihkan, dan diangkut oleh dinas kebersihan kota Salatiga untuk didaur ulang.</p>
<p><strong>Sejarah Senjaya</strong></p>
<p>Harjono Jasmin kepala dusun kampung Jubug, desa Tegal Waton, kecamatan Tengaran yang ikut hadir dalam acara bersih-bersih tersebut ketika ditanya sejarah sumber mata air Senjaya mencoba menjelaskan sejarah terjadinya sumber mata tersebut.</p>
<p>Nama Senjaya itu diambil dari nama Raden Sanjaya putra raja Kediri kerajaan Medang Kamolan. Waktu itu, Raden Sanjaya perang dan lari sampai daerah sini, setelah sampai daerah sini Raden Sanjaya kemudian bertapa sampai lama sekali karena tidak ada yang mengurusi maka akhirnya dalam pertapaannya Raden Sanjaya mengalami &#8220;<em>mukso</em>&#8221; (menghilang) dan setelah menghilang kemudian menjadi sumber mata air.</p>
<p>Sebelum ada mata air Senjaya, memang dulunya sudah ada sungai tapi belum besar seperti ini. baru setelah menghilangnya Raden Sanjaya, sungainya menjadi besar karena ada tujuh sumber air yang keluar, kemudian diberi nama, <em>Umbul Sanjaya, Umbul Bandung, Umbul Gojek, Umbul Teguh, Sendang Putri, Tuk Lanang dan Tuk Sewu</em>. Setelah itu, baru daerah ini kedatangan para wali, dan akhirnya sungai ini dirawat para wali.</p>
<p>Setelah para wali pergi, datanglah Joko Tingkir, putra Kebo Kenongo yang berada disini bersama Kebo Kanigoro, dan membuat padepokan-padepokan seperti salah satunya padepokan Karebet. Lalu Joko Tingkir mengembara naik <em>getek</em> (perahu bambu) dari sungai Senjaya, sampai Demak, dan kembali lagi kesini kemudian diangkat menjadi Sultan Pajang atau Sultan Hadi Wijaya.</p>
<p>Untuk peringatan adat, biasanya dilakukan pada bulan Agustus Jumat <em>Legi</em> kegiatan bersih sumber sambil membakar ayam. Selain itu juga, pada peringatan 1 <em>suro</em>, warga disini juga melakukan upacara <em>selametan</em> supaya diberikan keamanan, keselamatan, dan sumber airnya tetap lancar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://scientiarum.com/2009/05/20/biocare-paskah-peduli-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peringatan Reformasi</title>
		<link>http://scientiarum.com/2009/05/07/peringatan-reformasi/</link>
		<comments>http://scientiarum.com/2009/05/07/peringatan-reformasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 May 2009 03:17:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yoga Prasetya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.scientiarum.com/?p=311</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin 5 Mei 2009, delapan mahasiswa yang tergabung dalam organ ekstra Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), melakukan orasi mimbar bebas di depan kampus Universitas Kristen Satya Wacana. Aksi kali ini untuk memperingati momentum reformasi 5 Mei 1998. &#8220;Tujuan orasi mimbar bebas ini adalah membentuk front multi sektoral di kampus untuk pergerakan mahasiswa UKSW&#8221;, kata [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin 5 Mei 2009, delapan mahasiswa yang tergabung dalam organ ekstra Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), melakukan orasi mimbar bebas di depan kampus Universitas Kristen Satya Wacana. Aksi kali ini untuk memperingati momentum reformasi 5 Mei 1998. &#8220;Tujuan orasi mimbar bebas ini adalah membentuk front multi sektoral di kampus untuk pergerakan mahasiswa UKSW&#8221;, kata Syalom Pasau.</p>
<p>Syalom Pasau adalah koordinator aksi dan sekaligus ketua komisariat LMND kota Salatiga.</p>
<p>Ketika ditanya apa harapan dari aksi kali ini dia mengatakan, &#8220;harapan kami di sini juga dengan adanya aksi-aksi yang rencananya akan kami lakukan setiap dua minggu sekali ini agar para senat dan civitas UKSW dapat bersatu untuk dapat menyuarakan kesejahteraan bersama untuk masyarakat indonesia. Selain itu juga untuk mendukung pemimpin yang anti neoliberalis dan mendukung pemimpin yang sepakat dengan program ekonomi kemandirian bangsa,&#8221; terangnya.</p>
<p>&#8220;Selain itu agar mahasiswa UKSW bisa sadar bahwa pergerakan politik mahasiswa harus dimulai dari kampus agar masyarakat dapat percaya kepada mahasiswa dan menjadi vanguarde untuk menginterfensi kebijakan pemerintah yang tidak pro dengan rakyat miskin. Permasalahannya, di UKSW ini berbicara moral saja  kurang mendapat respon dari civitas apalagi berbicara politik. Semua itu disebabkan oleh kurangnya forum-forum diskusi atau seminar-seminar politik yang mengarahkan mahasiswa untuk bersikap kritis dalam menanggapi kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah&#8221; jelasnya.</p>
<p>Aksi ini dimulai pukul 10.00 Wib. Dan berjalan dengan tertib. Selain melakukan orasi mereka juga membagikan selebaran kepada mahasiswa dan masyarakat luar kampus yang saat itu sedang melintas.</p>
<p>Dalam pers realis dituliskan, kampus sangat penting untuk dijadikan panggung propaganda yang mampu meluaskan penyampaian tuntutan dan kebutuhan mencari jalan keluar problem kesejahteraan (mahasiswa dan rakyat).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://scientiarum.com/2009/05/07/peringatan-reformasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sivitas UKSW Ragukan Pansus</title>
		<link>http://scientiarum.com/2009/05/05/sivitas-uksw-ragukan-pansus/</link>
		<comments>http://scientiarum.com/2009/05/05/sivitas-uksw-ragukan-pansus/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 May 2009 11:38:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yoga Prasetya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.scientiarum.com/?p=296</guid>
		<description><![CDATA[Puluhan dosen, pegawai, dan mahasiswa dari berbagai fakultas yang ada di Satya Wacana melakukan aksi penolakan kecurangan pemilihan rektor pada (4/5/09).
Aksi yang dimuai pada pukul 10.00 WIB setelah pelaksanaan ibadah senin tersebut dilakukan di depan gedung Balairung Universitas dengan memampang spanduk besar yang bertuliskan “TOLAK KECURANGAN PEMILIHAN REKTOR”. Selain itu, para dosen, pegawai dan mahasiswa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Puluhan dosen, pegawai, dan mahasiswa dari berbagai fakultas yang ada di Satya Wacana melakukan aksi penolakan kecurangan pemilihan rektor pada (4/5/09).</p>
<p>Aksi yang dimuai pada pukul 10.00 WIB setelah pelaksanaan ibadah senin tersebut dilakukan di depan gedung Balairung Universitas dengan memampang spanduk besar yang bertuliskan “TOLAK KECURANGAN PEMILIHAN REKTOR”. Selain itu, para dosen, pegawai dan mahasiswa dari berbagai fakultas yang tergabung juga melakukan penandatanganan permohonan penjelasan transparansi indikator scoring yang digunakan untuk pemilihan calon rektor yang ditujukan kepada Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Satya Wacana (YPTKSW).</p>
<p>Dalam hal ini, mereka meminta kepada pansus untuk keterbukaan dalam scoring supaya ada kejelasan, sehingga semua civitas warga UKSW paham dengan proses pemilihan calon rektor.</p>
<p>David Samiyana, dosen fakultas teologi menuturkan, ”Telah terjadi perbedaan pada hasil scoring pada pemilihan tahun 2001 dengan pemilihan tahun 2009 padahal indikator yang digunakan untuk scoring sama”.</p>
<p>Seperti yang tertulis pada press release, dengan indikator scoring yang sama pada tahun 2001,  Jhon Titaley menduduki ranking pertama,  Kris Herawan Timotius pada ranking kedua,  Hendrawan Supratikno pada urutan ke tiga, dan pada urutan ke empat diduduki oleh  Daniel D. Kameo. Namun, pada pemilihan tahun 2009, ranking pertama diduduki oleh  Kris Herawan Timotius, sedangkan ranking kedua diduduki oleh  Daniel D. Kameo, dan  Jhon Titaley berada pada ranking ketiga.</p>
<p>Pada pemilihan tahun 2009 kali ini, dari enam bakal calon rektor yang ada, hanya diusulkan dua nama yang tidak jelas scoring dan rankingnya, serta tidak jelas hasil ranking bagi seluruh nama bakal calon rektor yang ada. Dan kedua nama yang diusulkan oleh pansus kepada YPTKSW tersebut adalah nama-nama yang dibawah ranking  Jhon Titaley pada pemilihan sebelumnya.</p>
<p>Dalam press release tersebut juga dikatakan bahwa dua nama yang diusulkan saat ini belum menyelesaikan masa jabatannya, sehingga belum ada pencapaian prestasi akhir yang dapat dibandingkan dengan  Jhon Titaley yang telah menyelesaikan tugasnya.</p>
<p>Dalam hal ini para peserta aksi melontarkan kecurigaan terhadap kinerja pansus dalam penjaringan calon rektor, dan dianggap telah melakukan pelanggaran terhadap SK 034/B/YSW/2004 tentang peraturan pencalonan, pemilihan calon dan pengangkatan rektor, dan para pembantu rektor UKSW. Seharusnya, tindakan pansus ditegur oleh pengurus YPTKSW, sangat disayangkan bahwa hal ini tidak dilakukan oleh pengurus.</p>
<p>Jubhar Christian, dosen fakultas biologi menambahkan bahwa pansus telah melakukan pelanggaran terhadap SK 034/B/YSW/2004, dan salah satu pelanggarannya dapat dibuktikan dengan pansus yang melibatkan senator dalam melakukan proses scoring. Selain itu dalam persoalan etika, pihak pansus tidak memberikan surat pemberitahuan kepada bakal calon yang tidak lolos secara tertulis, tetapi diumumkan oleh pansus melalui buletin senin.</p>
<p>”Dalam hal ini kami tidak mempermasalahkan siapa nantinya yang akan terpilih akan tetapi yang kami permasalahkan adalah proses dan keterbukaan pansus dalam melakukan scoring” tambah Jubhar.</p>
<p>Yulius Yusak Ranimpi, salah satu senator membenarkan bahwa pihak senator telah dimintai oleh pansus untuk ikut memberikan penilaian dalam pemilihan calon rektor. Padahal, seharusnya dalam aturan pemilihan calon rektor, senator tidak ikut memberikan penilaian. Hal tersebut telah melanggar SK.</p>
<p>Setelah melakukan penandatanganan permohonan penjelasan transparansi indikator scoring, para peserta aksi penolakan berjalan dengan membentangkan spanduk menuju kantor YPTKSW, dan beberapa orang perwakilan dosen dan pegawai masuk kantor YPTKSW untuk bertemu dengan pihak pengurus.</p>
<p>Hasil pertemuan perwakilan dosen dan pegawai dengan pengurus YPTKSW (Santoso Adikusuma, Tri Budi, Sutikno dan Johanes Rusadi) adalah sebagai berikut:</p>
<p>1. Pengurus dan dosen bersepakat bahwa proses pemilihan rektor tahun ini adalah momen yang berbeda dari pada tahun-tahun sebelumnya, karena  bakal calon rektor berjumlah enam orang adalah lebih banyak dari dua periode sebelumnya.</p>
<p>2. Hal &#8220;luar biasa&#8221; lainnya menurut ketua pengurus YPTKSW Santo Adikusuma adalah hasil kerja pansus yang ternyata melahirkan dua nama pada posisi ketiga. hal ini menyebabkan hasil tersebut menjadi belum final karena masih harus dikonsultasikan dengan pengawas YPTKSW dan pembina YPTKSW.</p>
<p>3. Ketua pengurus menyadari bahwa dari hasil scoring dengan menggunakan instrumen scoring yang sama dan yang sangat empiris, seharusnya secara metodologis akan menghasilkan hasil yang konstan (dari pihak dosen dan pegawai mempermasalahkan bahwa seharusnya nama  Jhon Titaley memiliki hasil yang tinggi karena selalu konstan) hal itu sudah disadari setelah melihat adanya dua scoring yang sama pada posisi keiga.</p>
<p>4. Pada hari Senin 4 Mei 2009 ketua pembina YPTKSW  Atmonobudi telah mengutus ketua pengawas YPTKSW Pdt. Engkih Gandakusuma untuk datang ke Salatiga dan langsung mengumpulkan informasi mengenai masalah pemilihan rektor untuk disampaikan kepada pembina YPTKSW.</p>
<p>5. Oleh karena itu, protes dan surat dari dosen dan pegawai akan langsung diteruskan kepada pembina melalui pengurus.</p>
<p>6. Terhadap pengumuman hasil kerja pansus penjaringan bakal calon rekor di buletin senin UKSW, ketua pengurus YPTKSW mengakui bahwa hal tersebut bisa disalahkan. Pansus sebenarnya tidak boleh mengumumkan di buletin senin tapi karena pansus berpendapat bahwa hasil perlu diumumkan karena pansus didesak dari unitnya. Padahal dalam melaksanakan tugasnya sebenarnya pansus bertanggung jawab kepada unit tetapi kepada pengurus YPTKSW.</p>
<p>7. Ketua pengurus YPTKSW mengemukakan bahwa dirinya tidak tahu apakah dua nama yang diusulkan pansus tersebut akan diteruskan kepada senat UKSW. karena semuanya saat ini tergantung pada keputusan pembina YPTKSW setelah munculnya masalah ini. kalau memang ada penambahan nama, itu juga diserahkan kepada keputusan pembina YPTKSW.</p>
<p>8. Ketua pengurus YPTKSW setuju untuk meralat pengumuman yang dimuat di buletin senin UKSW.</p>
<p>Sedangkan hasil pertemuan dosen dan pegawai dengan ketua pengawas YPTKSW Pdt. Engkih Gandakusuma adalah sebagai berikut :</p>
<p>1. Pertemuan dilakukan atas mandat yang diberikan oleh ketua pembina YPTKSW Atmonobudi kepada ketua pengawas YPTKSW untuk mengumpulkan fakta-fakta atas proses pemilihan rektor yang sedang berlangsung di UKSW.</p>
<p>2. Berdasarkan mandat tersebut, ketua pengawas YPTKSW telah bertemu dengan pengurus YPTKSW dan selanjutnya bertemu dengan perwakilan dosen dan pegawai yang keberatan dengan hasil pansus penjaringan bakal calon rektor UKSW.</p>
<p>3. Surat dan tanda tangan asli dari dosen dan pegawai telah dikirimkan melalui paket kilat ke Jakarta. Salinan terhadap surat dan daftar tanda tangan tersebut akan dibawa oleh ketua pengawas untuk diserahkan bersama-sama dengan notulen pembicaraan tersebut kepada ketua pembina YPTKSW.</p>
<p>4. Dalam pertemuan tersebut ketua pengawas hanya membuat notulen saja dan tidak memberikan komentar karena kewenangan sepenuhnya berada ditangan pembina.</p>
<p>5. Para dosen yang hadir telah menyampaikan pendapat mereka tentang berbagai indikasi kecurangan  dalam pemilihan rektor UKSW, serta persoalan intimidasi yang dialami oleh para pegawai kontrak di UKSW akibat menandatangani petisi untuk mencalonkan  Jhon Titaley.</p>
<p>6. Atas pertimbangan-pertimbangan yang telah disebutkan dalam pertemuan tersebut maka kepada pembina YPTKSW dimohon untuk  melakukan re-scoring (re-scoring) oleh tim baru yang dibentuk oleh pembina YPTKSW.</p>
<p>Berita Terkait:<br />
<a href="http://www.scientiarum.com/2009/05/05/Sanggahan Mantan Pansus "><em>Sanggahan Mantan Pansus &#8220;TERKEJUTKAH ANDA&#8221;</em></a><em><br />
<a href="ragu-hasil-penjaringan-balon-rektor/"><em>Ragu Hasil Penjaringan Balon Rektor</em></a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://scientiarum.com/2009/05/05/sivitas-uksw-ragukan-pansus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
