<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Scientiarum</title>
	<atom:link href="http://scientiarum.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://scientiarum.com</link>
	<description>Universitas Kristen Satya Wacana &#124; Salatiga</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Sep 2010 18:25:47 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pre-event Pawai Budaya OMB 2010</title>
		<link>http://scientiarum.com/2010/08/28/pre-event-pawai-budaa-omb-2010/</link>
		<comments>http://scientiarum.com/2010/08/28/pre-event-pawai-budaa-omb-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2010 13:03:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lidya Annisa Widyastuti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[UKSW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://scientiarum.com/?p=3080</guid>
		<description><![CDATA[Workshop carnival Pre-event Pawai Budaya OMB 2010 bersama Satya Wacana Carnival, hari Sabtu, 28 Agustus 2010, pukul 8.00 WIB, di lapangan Basket UKSW. Menampilkan 11 model fashion runway dengan busana batik dodotan kreasi modern.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Workshop carnival Pre-event Pawai Budaya OMB 2010 bersama Satya Wacana Carnival, hari Sabtu, 28 Agustus 2010, pukul 8.00 WIB, di lapangan Basket UKSW. Menampilkan 11 model fashion runway dengan busana batik dodotan kreasi modern.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://scientiarum.com/2010/08/28/pre-event-pawai-budaa-omb-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebahagiaan yang Menipu</title>
		<link>http://scientiarum.com/2010/08/26/kebahagiaan-yang-menipu/</link>
		<comments>http://scientiarum.com/2010/08/26/kebahagiaan-yang-menipu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Aug 2010 12:56:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Filipus Septian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://scientiarum.com/?p=3061</guid>
		<description><![CDATA[Bagi Anda yang tidak suka dengan acara televisi <em>reality show</em>, yang membuat masyarakat Indonesia tampak bodoh, tetapi selalu saja mendapat<em> rating TV show</em> tinggi dan terus-menerus diproduksi, sepertinya film ini wajib Anda tonton.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Judul		: The Truman Show<br />
Sutradara	: Peter Weir<br />
Pemain	: Jim Carrey, Laura Linney, Natascha McElhone<br />
Genre		: Drama</p></blockquote>
<p><em>Sylvia		: &#8220;Look at what you&#8217;ve done to him!&#8221;<br />
Christof	: &#8220;I have given Truman the chance to lead a normal life. The world, the place you live in, is the sick place.&#8221;</em></p>
<p>Bagi Anda yang tidak suka dengan acara televisi <em>reality show</em>, yang membuat masyarakat Indonesia tampak bodoh, tetapi selalu saja mendapat<em> rating TV show</em> tinggi dan terus-menerus diproduksi, sepertinya film ini wajib Anda tonton.</p>
<p>Truman Burbank (Jim Carrey) adalah seorang manusia biasa yang mempunyai pekerjaan yang baik, istrinya Meryl Burbank (Laura Linney) yang cantik, dan keluarga yang ramah. Hampir setiap hari di hidupnya, dia melakukan rutinitas yang cukup baik. </p>
<p>Truman hidup di kota yang disebut Seahaven, sebuah kota di pinggir laut yang sengaja dibuat oleh seorang sutradara. Kota ini berada di dalam sebuah kubah raksasa yang dihiasi simulasi berteknologi tinggi. Matahari, bulan, langit, hujan, angin adalah hasil dari efek khusus, semua orang yang berada di Seahaven adalah artis, kecuali Truman. Yah, Truman tidak sadar bahwa dia berada di sebuah studio raksasa. Semua kegiatan yang dia lakukan selama 24 jam nonstop disiarkan di televisi. 5.000 kamera tersembunyi ditempatkan di sekitar Truman untuk merekam kehidupannya. Truman adalah pemeran utama, tetapi tidak sadar. Ini adalah <em>reality show</em> 24 jam!</p>
<p>Kehidupannya terus direkam, sejak dia lahir, langkah pertama dia berjalan, dan yang paling seru untuk pemirsa televisi adalah kehidupan percintaanya. Bagaimana sebenarnya dia jatuh cinta kepada Sylvia (Natascha McElhone) sejak di sekolahnya. Sylvia yang hanya seorang figuran ternyata juga menyukai Truman, tetapi dia sadar itu tidak ada di dalam cerita. Sylvia dan Truman sempat lolos dari kamera tetapi itu tidak berlangsung lama, Sylvia sempat mengatakan bahwa semua yang ada hanyalah rekayasa, tetapi Truman tidak mengerti, terlebih ayah Sylvia yang membawanya pergi mengatakan bahwa Sylvia tidak waras dan akan membawanya ke Fiji.</p>
<p>Truman juga tidak sadar bahwa baju yang digunakan, makanan dan minuman yang dia konsumsi adalah produk yang menjadi iklan di acara ini. Dia tidak sadar bahwa dia menjadi bintang iklan yang berbicara kepada pemirsa. Di sini, masyarakat tempat dia tinggal adalah keluarganya, setiap artis yang ada adalah ibunya dan sutradara adalah ayahnya yang mengendalikan kehidupannya di balik layar. Mereka berusaha agar dia tumbuh dewasa dan mendapatkan sebuah kebahagiaan, walaupun itu sejatinya rekayasa.</p>
<p>Tetapi sepandai-pandainya tupai meloncat akhirnya jatuh juga. Truman selalu mendapatkan kejadian-kejadian yang tidak masuk akal, seperti sebuah lampu besar jatuh dari langit di depan rumahnya, sebuah ruangan di balik pintu lift, aktivitas orang-orang yang melakukan hal sama berulang-ulang dan kejadian-kejadian aneh itu merupakan kesalahan para kru. Hal ini membuat Truman semakin curiga akan kota tempat dia tinggal.</p>
<p>Sejak dulu dia ingin pergi ke Fiji terlebih dia tahu Sylvia berada di Fiji. Truman selalu ingin keluar dari Seahaven, tetapi selalu gagal. Efek kebakaran hutan dan adanya kebocoran radiasi gagal membuatnya pergi, ketakutan terhadap laut yang ditanamkan sejak kecil membuat dia enggan menggunakan transportasi laut, bahkan hanya untuk sekadar melewati jembatan.</p>
<p>Kecurigaannya terus membayangi Truman, dan dia yakin ada yang tidak beres dengan Seahaven. Suatu malam dengan sedikit trik, Truman berhasil mengecoh kamera. Seluruh orang mencoba mencari tetapi tidak menemukannya. Siaran langsung ke seluruh dunia ini sempat terhenti, keadaan semakin kacau. Malam tiba-tiba berubah menjadi siang untuk membantu pencarian tetapi Truman tidak ditemukan. </p>
<p>Hanya satu tempat yang belum mereka periksa, laut. Yah, Truman terlihat berlayar menggunakan perahu kecil, sendirian. Efek hujan badai sempat dibuat untuk membuatnya kembali, tetapi tekadnya melebihi ketakutannya. Semua orang tidak dapat berbuat apa-apa sampai akhirnya perahu Truman menabrak sebuah dinding yang dilukis seperti awan. Dinding yang merupakan sisi ujung dari studio raksasa itu. Dia terus berjalan menelusuri sisi dinding itu sampai dia mendapatkan sebuah tangga yang di ujungnya pintu keluar studio. Di situ pun Truman bercakap dengan sutradara, dan mengetahui bahwa semua yang ada hanyalah rekayasa untuk dirinya. Truman dibujuk untuk kembali ke Seahaven. </p>
<p>Konsep film yang diproduksi tahun 1998 ini sama seperti film <em>S1mone</em> (2002), film yang menggambarkan kecanggihan teknologi dan media untuk sajian masyarakat, yang sebenarnya adalah rekayasa. Walaupun film lama, <em>The Truman Show</em> akan memancing emosi Anda. Tingkah laku kocak Jim Carrey tetap ada dalam film ini, tetapi hebatnya Carrey juga terlihat sangat dramatis.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://scientiarum.com/2010/08/26/kebahagiaan-yang-menipu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konservasi Alam, Benarkah?</title>
		<link>http://scientiarum.com/2010/08/26/konservasi-alam-benarkah/</link>
		<comments>http://scientiarum.com/2010/08/26/konservasi-alam-benarkah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Aug 2010 12:48:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Subiharto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://scientiarum.com/?p=3055</guid>
		<description><![CDATA[Penanaman seribu pohon. Nama suatu kegiatan yang tak jarang lagi menyambangi telinga. Kegiatan tersebut biasa didukung dengan tujuan utamanya: konservasi alam dan sebagai wujud nyata peduli terhadap alam. Entah benar seribu pohon yang mereka tanam atau itu hanya sebuah nama yang mereka gunakan untuk kegiatan ini, atau hanya untuk menarik simpati sekitar agar peduli terhadap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penanaman seribu pohon. Nama suatu kegiatan yang tak jarang lagi menyambangi telinga. Kegiatan tersebut biasa didukung dengan tujuan utamanya: konservasi alam dan sebagai wujud nyata peduli terhadap alam. Entah benar seribu pohon yang mereka tanam atau itu hanya sebuah nama yang mereka gunakan untuk kegiatan ini, atau hanya untuk menarik simpati sekitar agar peduli terhadap alam. Tak paham. Dari ketidakpahaman itu, maka saya tak banyak membahas kegiatan penanaman seribu pohon. Namun, pada wujud nyata konservasinya.</p>
<p>Menilik kambali reformasi 1998 yang disetai lengsernya Soeharto dari kursi kepresidenan, kerusakan alam besar-besaran akibat ulah manusia dan bencana alam pun melanda Indonesia. Konflik politik di pemerintahan yang tak kunjung membaik ini (sepertinya) membuat jengah masyarakat. Menyulut emosi. Pelampiasan dengan penjarahan hutan secara liar pun terjadi.</p>
<p>Penjarahan belum selesai, pembukaan lahan dengan membakar kawasan hutan pun tak terkendali. Dampak terbesar adalah rusaknya ekosistem flora-fauna yang ada di kawasan hutan khususnya. Kerusakan alam tersebut tak berhenti hanya pada rusaknya alam. Kerusakan berakibat pula pada bencana lain. Banjir, longsong, kekeringan, misalnya. Itupun terus berimbas hingga jatuhnya tingkat perekonomian masyarakat. Krisis ekonomi. Secara singkat bisa dibilang bahwa penyebab utama kerusakan alam dikarenakan konflik politik.</p>
<p>Menyikapi kerusakan alam—hutan khususnya—beberapa tahun lalu di wilayah Kabupaten Blora, misalnya. Reboisasi digencarkan para pengelola hutan, Perhutani. Imbas dari kerusakan itu menuntut oknum pegawai Perhutani meretorasi hutan. Meski mereka juga terkait dalam rusaknya hutan—dengan kongkalikong yang terjadi antara petugas dengan para penebang kayu—dan kini, saya melihat pohon-pohon hasil reboisasi sepuluhan tahun yang lalu itu baru sebesar paha kaki, rata-rata.</p>
<p><strong>Konservasi vila</strong><br />
Suatu contoh dari pemberitaan di media, di kawasan konservasi Taman Nasional Halimun Salak di Bogor, Jawa Barat. Di sana malah terdapat bangunan-bangunan vila liar. Anehnya pemilik tanah yang berlokasi di kawasan konservasi tersebut tidak memiliki dokumen-dokumen resmi, tetapi sukses dalam “mengonservasi” vila di kawasan konservasi alam tersebut.</p>
<p>Sebagai imbas, konservasi alam pun terhambat karena area luas telah mereka kapling dengan bangunan vilanya dan jelas ini akan menjadi blok yang tak mungkin ditanami pepohonan. Ini belum di wilayah-wilayah lain yang belum terekspos oleh media.</p>
<p>Lucunya, apa tak ada penjaga di sana sehingga baru diketahui keberadaannya? Kini pemerintah besibuk ria membereskan itu. </p>
<p><strong>Apresiasi konservasi </strong><br />
Salah satu contoh upaya konservasi masyarakat yang patut kita teladani adalah yang ada di Dusun Grintingan, Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Akhir-akhir ini, mereka melakukan konservasi melalui acara Merti Desa atau Sedekah Bumi (<em>Scientiarum</em>, 4 Februari 2010). Tanpa banyak basa-basi, setiap warga diwajibkan membawa lima pohon untuk ditanam di kawasan gunung Merbabu. Warga pun dengan senang hati menanamnya. Tak berhenti di situ, wujud kecintaan terhadap alam pun dituangkan dalam pelbagai karya seni. Suatu apresiasi seni dengan tujuan memberikan kesadaran masyarakat akan pentingnya alam dan konservasi.</p>
<p>Kawasan Dusun Grintingan ini masuk dalam kawasan Merapi-Merbabu Complexes (MMC). Bayangkan jika dusun-dusun yang terletak dalam kawasan MMC melakukan seperti yang dilakukan warga Dusun Grintingan. Tentu kawasan kedua gunung yang kini gersang akibat penjarahan dan kebakaran hutan tahun 2000-an lalu, bisa hijau kembali. Ini secuil contoh kecil di suatu daerah. Mungkin bisa dibayangkan jika di beberapa, bahkan semua daerah di wilayah Indonesia melakukan konservasi alam. Luar biasa, bukan?</p>
<p>Pemahaman akan pentingnya alam sudah ditanamkan sejak bangku sekolah dasar. Terlepas dari mereka benar-benar paham atau tidak, itu telah masuk dalam kurikulum. Ini tergantung tindak lanjut jenjang pendidikan berikutnya dan kondisi lingkungan, tentunya. Jika kedua aspek tersebut menerapkan budaya acuh terhadap lingkungan, niscaya tingkat kepedulian terhadap lingkungan pun nol, bukan?</p>
<p>Saya 100 persen mendukung konservasi alam. Namun, konservasi yang saya harapkan adalah di mana masyarakat (si Pengonservasi) benar-benar sadar akan pentingnya alam. Bukan atas dasar mencari eksistensi. Lebih parah lagi jika menyelipkan untuk kepentingan lain di luar tujuan konservasi, urusan politik misalnya. Satu lagi, penanaman seribu pohon semoga bukan hanya simbolis yang wujud nyatanya tak ada seribu pohon. Kalau bisa beribu-ribu pohon di tanah yang makin gersang ini. Apa tidak malu Indonesia yang konon dikenal dengan ”Zamrud Khatulistiwa” tampak gersang?</p>
<p>Meminjam lirik lagu The Scorpion “Under the Same Sun”, hidup di bumi yang sama, menghirup udara yang sama, dan menikmati siraman sinar mentari yang sama. Semoga kita sepakat menjadikan hal ini semboyan dan menjadi dasar untuk menjaga kelestarian alam ini. Bagaimana?</p>
<p><em><strong>SUBIHARTO</strong>. Mahasiswa program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://scientiarum.com/2010/08/26/konservasi-alam-benarkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KKR 2010</title>
		<link>http://scientiarum.com/2010/08/24/kkr-2010/</link>
		<comments>http://scientiarum.com/2010/08/24/kkr-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Aug 2010 04:48:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Daniel Pekuwali</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://scientiarum.com/?p=3047</guid>
		<description><![CDATA[Campus Ministry (CM) UKSW menyelengarakan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) 2010, pada Senin, 23 Agustus 2010 di Balairung Universitas. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka penyambutan mahasiswa baru.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Campus Ministry (CM) UKSW menyelengarakan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) 2010, pada Senin, 23 Agustus 2010 di Balairung Universitas. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka penyambutan mahasiswa baru.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://scientiarum.com/2010/08/24/kkr-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>OMB Per Fakultas</title>
		<link>http://scientiarum.com/2010/08/16/omb-per-fakultas/</link>
		<comments>http://scientiarum.com/2010/08/16/omb-per-fakultas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 12:04:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lidya Annisa Widyastuti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://scientiarum.com/?p=3030</guid>
		<description><![CDATA[OMB (Orientasi Mahasiswa Baru) UKSW hari pertama dilaksanakan pada hari Senin, 16 Agustus 2010 di berbagai tempat di UKSW.  Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang dilaksanakan secara serempak oleh universitas, OMB tahun ini dilaksanakan oleh tiap fakultas, seperti fakultas Teknik Informatika melaksanakan di lapangan basket, Fakultas Bahasa dan Sastra di ruang auditorium gedung FTI, Fakultas Hukum di lantai 4 gedung F, dan sebagainya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>OMB (Orientasi Mahasiswa Baru) UKSW hari pertama dilaksanakan pada hari Senin, 16 Agustus 2010 di berbagai tempat di UKSW.  Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang dilaksanakan secara serempak oleh universitas, OMB tahun ini dilaksanakan oleh tiap fakultas, seperti fakultas Teknik Informatika melaksanakan di lapangan basket, Fakultas Bahasa dan Sastra di ruang auditorium gedung FTI, Fakultas Hukum di lantai 4 gedung F, dan sebagainya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://scientiarum.com/2010/08/16/omb-per-fakultas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa UKSW Bungkam Soal Pembangunan SPBE</title>
		<link>http://scientiarum.com/2010/08/06/mahasiswa-uksw-bungkam-soal-pembangunan-spbe/</link>
		<comments>http://scientiarum.com/2010/08/06/mahasiswa-uksw-bungkam-soal-pembangunan-spbe/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Aug 2010 15:51:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yodie Hardiyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://scientiarum.com/?p=3000</guid>
		<description><![CDATA[Mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, belum menyokong warga memprotes pembangunan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) oleh PT Capital Realm Indonesia (CRI) di Dusun Pamot, Kelurahan Noborejo, Kecamatan Argumulyo, Kota Salatiga, Jawa Tengah.
Menurut Ketua Umum Badan Perwakilan Mahasiswa Universitas (BPMU) Lussua, belum bersikapnya BPMU sebagai lembaga karena beberapa kendala seperti masa peralihan periode, masalah Pembekalan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, belum menyokong warga memprotes pembangunan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) oleh PT Capital Realm Indonesia (CRI) di Dusun Pamot, Kelurahan Noborejo, Kecamatan Argumulyo, Kota Salatiga, Jawa Tengah.</p>
<p>Menurut Ketua Umum Badan Perwakilan Mahasiswa Universitas (BPMU) Lussua, belum bersikapnya BPMU sebagai lembaga karena beberapa kendala seperti masa peralihan periode, masalah Pembekalan Lembaga Kemahasiswaan Raya, permasalahan dengan Pembantu III Rektor dan pemilihan Ketua Umum Senat Mahasiswa Universitas.</p>
<p>“Itu sangat menyita waktu,” kata Lussua, ketika diwawancara pada Jumat, 30 Juli 2010.</p>
<p>Menurut Lussua, atas inisiatifnya, dalam waktu dekat Komisi Eksternal BPMU akan menghimpun informasi mengenai persoalan SPBE PT CRI. Tambahnya, agenda yang akan dijalankan adalah diskusi dengan mahasiswa intra-universitas, maupun organisasi serta mahasiswa ekstra-universitas.</p>
<p>”Intinya ya yang perlu ditekankan adalah bagaimana mahasiswa di Salatiga bergerak bersama,” ujar Lussua. </p>
<p>Menurut pegiat Forum Kerukunan Masyarakat Pamot (Fokermapa) Muh Nas’at, belum ada elemen kemahasiswaan yang terlibat dalam penolakan SPBE PT CRI.</p>
<p>Alasan SPBE PT CRI ditolak oleh Fokermapa, seperti tertulis dalam surat yang ditujukan kepada Wali Kota Salatiga dan ditembuskan kepada sejumlah pejabat pemerintahan, antara lain karena SPBE dibangun di tengah pemukiman, dekat dengan sarana pendidikan serta bengkel las.</p>
<p>Fokermapa menggelar aksi protes pertamanya di depan SPBE PT CRI pada 19 Juli 2010. Yang kedua di depan SPBE PT CRI dan di halaman kantor Wali Kota Salatiga pada 5 Agustus 2010.</p>
<p>Menurut mantan Ketua Umum BPMU Yesaya Sandang, BPMU harus memiliki kepekaan tertentu terhadap isu-isu yang ada di sekitar masyarakat.</p>
<p>“Seperti yang kita ketahui juga, mahasiswa merupakan bagian dari gerakan-gerakan  sosial yang seringkali justru menjadi motor utamanya,” ujar Yesaya. Karenanya, sebetulnya BPMU memiliki peran penting terhadap berbagai persoalan kemasyarakatan.</p>
<p>Lembaga kemahasiswaan luput terlibat bukan hanya dalam persoalan SPBE PT CRI. Menurut Yesaya, patut disayangkan jika kepekaan lembaga kemahasiswaan semakin pudar. Yang perlu dilakukan BPMU, tutur Yesaya, adalah memperkuat analisis sosial melalui Komisi Eksternal.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://scientiarum.com/2010/08/06/mahasiswa-uksw-bungkam-soal-pembangunan-spbe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perlawanan Warga Terus Dilancarkan</title>
		<link>http://scientiarum.com/2010/08/06/perlawanan-warga-terus-dilancarkan/</link>
		<comments>http://scientiarum.com/2010/08/06/perlawanan-warga-terus-dilancarkan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Aug 2010 15:51:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yodie Hardiyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Salatiga & Sekitarnya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://scientiarum.com/?p=3005</guid>
		<description><![CDATA[Warga kembali melancarkan aksi protes menolak kehadiran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang dibangun PT Capital Realm Indonesia (CRI) di Dusun Pamot, Kelurahan Noborejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Jawa Tengah, Kamis, 5 Agustus 2010.
Dalam aksi yang digelar di halaman kantor Wali Kota Salatiga dan di depan SPBE PT CRI, warga menuntut pembangunan SPBE tersebut dihentikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><img alt="Foto : Filipus Septian" src="http://i424.photobucket.com/albums/pp330/filipustian/photoscientiarum/DemoSPBU.jpg" title="Demo Warga Notorejo" width="500" height="334" /><p class="wp-caption-text">Foto : Filipus Septian</p></div><br />
Warga kembali melancarkan aksi protes menolak kehadiran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang dibangun PT Capital Realm Indonesia (CRI) di Dusun Pamot, Kelurahan Noborejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Jawa Tengah, Kamis, 5 Agustus 2010.</p>
<p>Dalam aksi yang digelar di halaman kantor Wali Kota Salatiga dan di depan SPBE PT CRI, warga menuntut pembangunan SPBE tersebut dihentikan dan ditutup. </p>
<p>Alasan-alasan penolakan, seperti tertera pada rilis pers Forum Kerukunan Masyarakat Pamot (Fokermapa), yakni warga belum pernah memberikan izin atau persetujuan atas berdirinya SPBE PT CRI.</p>
<p>“Warga yakin suatu saat nanti bencana dari SPBE akan datang, baik faktor alam atau kesalahan manusia,” tulis Fokermapa dalam rilis persnya.</p>
<p>SPBE PT CRI dibangun di tengah pemukiman dan dekat bangunan sekolah. Menurut situs resmi PT Pertamina (Persero), lokasi penempatan SPBE bisa dibangun di daerah mana saja yang bukan merupakan daerah pemukiman dan berada di sekitar Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).</p>
<p>Warga juga meminta Pemerintah Kota Salatiga mengganti Camat Argomulyo Yayat Nurhayat karena dianggap bersikap melecehkan ketika warga meminta pendapat terkait SPBE PT CRI saat aksi protes pertama pada 19 Juli 2010.</p>
<p>Dalam aksi protes kedua ini, seratusan warga menggelar doa bersama, membawa keranda dan menabur bunga di depan Kantor Wali Kota sekitar pukul 13.30. Wali Kota Salatiga John Manuel Manoppo tidak menemui warga.</p>
<p>Seperti dikutip <em>Solopos.com</em>, John mengaku tidak menghiraukan aksi tersebut dan menganggap pihak yang menolak SPBE bukanlahlah warga yang tinggal di sekitar SPBE.</p>
<p>“Silahkan saja (mereka demo), tapi substansi yang mereka demo itu apa? Saya kira semuanya sudah sesuai dengan prosedur yang ada dengan memikirkan risiko yang terberat,” kata John, dikutip dari harian <em>Suara Merdeka</em>.</p>
<p>Sekitar satu jam kemudian, warga kembali ke Dusun Pamot dan berorasi serta menggelar spanduk di depan SPBE PT CRI. Sebagian ruas jalan masuk menuju SPBE PT CRI dibongkar oleh warga dan dipasangi patok-patok besi.</p>
<p>”Apabila patok-patok diturunkan maka warga akan mengamuk,” kata salah seorang warga yang berorasi di atas mobil bak terbuka.</p>
<p>Rencananya, warga akan menggelar aksi berikutnya berupa Istighosah di depan SPBE PT CRI pada Sabtu malam, 7 Agustus 2010.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://scientiarum.com/2010/08/06/perlawanan-warga-terus-dilancarkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesadaran Palsu</title>
		<link>http://scientiarum.com/2010/08/05/kesadaran-palsu/</link>
		<comments>http://scientiarum.com/2010/08/05/kesadaran-palsu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Aug 2010 03:46:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Coen Husain Pontoh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://scientiarum.com/?p=2974</guid>
		<description><![CDATA[Karl Marx sendiri sebenarnya tidak pernah menggunakan istilah kesadaran palsu dalam menjelaskan fenomena kesadaran kelas proletariat. Terma ini pertama kalinya muncul dalam tulisan Friedrich Engels, yakni dalam suratnya kepada Franz Mehring (14 July 1898), dimana ia menulis:
“Ideologi adalah sebuah proses yang dicapai dengan sadar oleh seorang pemikir, atau lebih tepatnya sebuah kesadaran palsu. Motif nyata [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Karl Marx sendiri sebenarnya tidak pernah menggunakan istilah kesadaran palsu dalam menjelaskan fenomena kesadaran kelas proletariat. Terma ini pertama kalinya muncul dalam tulisan Friedrich Engels, yakni dalam suratnya kepada Franz Mehring (14 July 1898), dimana ia menulis:</p>
<p>“Ideologi adalah sebuah proses yang dicapai dengan sadar oleh seorang pemikir, atau lebih tepatnya sebuah kesadaran palsu. Motif nyata yang mendorongnya sesungguhnya adalah sesuatu yang asing baginya; jika tidak demikian maka itu bukanlah sebuah proses ideologis. Makanya ia hanya membayangkan sesuatu yang palsu atau yang tampak permukaan saja. Karena ideologi ini adalah sebuah proses pemikiran, maka bentuknya berasal dari murni hasil pemikiran, apakah itu pemikirannya sendiri atau orang lain sebelum dirinya. Ia bekerja melulu dengan materi pikirannya, yang ia terima tanpa mengujinya sebagai sebuah produk pemikiran dan tidak menginvestigasi lebih lanjut demi kepentingan pemikiran independen yang lebih rinci; tentu saja ini adalah masalahnya sendiri, karena seluruh tindakan yang dimediasi oleh pikiran, pada akhirnya muncul padanya atas dasar pikirannya.”</p>
<p>Dari surat Engels ini, Christoper L. Pines dalam bukunya “Marx and His Historical Progenitors” mengatakan, yang dimaksud dengan kesadaran palsu adalah (1) agen manusia tidak peduli atau atau cuek terhadap motivasi kekuasaan yang mendorong pikiran dan tindakannya atau dengan kata lain, kesadaran palsu mencakup lemahnya pengetahuan nyata atau sebuah wujud ketidakpedulian atas sebab-sebab yang memengaruhinya; (2) apa yang orang “bayangkan” sebagai penyebab (apa yang agen manusia rasakan sebagai pendorong nyata) sesungguhnya bukanlah penyebab senyatanya; yakni ideologi yang mencakup setumpuk keyakinan palsu atau ilusif, bahkan penipuan diri; dan (3) agen manusia memiliki kesadaran palsu karena mereka menafsirkan motivasinya sendiri dan sumber gagasan mereka dengan cara idealistik (yakni,. “…karena seluruh tindakan yang dimediasi oleh pikiran, pada akhirnya muncul padanya atas dasar pikirannya)”.</p>
<p>Intinya, apa yang disebut sebagai kesadaran palsu adalah ketika kelas pekerja gagal merealisasikan kesadaran sejatinya sebagai sebuah kelas. Ilmuwan politik Ralph Miliband menulis, apa yang disebut kesadaran palsu adalah kegagalan kelas proletarian dalam merealisasikan tugas-tugas universalnya: class for itself.</p>
<p>Untuk lebih jelas lagi mengenai kesadaran palsu ini, mari kita lihat sebuah deskripsi yang agak rinci dari filsuf Bertell Ollman tentang pengertian kesadaran kelas dan darinya kita coba lihat pada momen seperti apa muncul kesadaran palsu itu. Balam bukunya “Social and Sexual Revolution”, Ollman memerinci sembilan ciri pokok yang menandai adanya kesadaran kelas: (1) kelas pekerja harus mengerti bahwa mereka memiliki kepentingan; (2) mereka harus mampu melihat kepentingannya sebagai individu adalah bagian dari kepentingannya sebagai anggota kelas; (3) mereka harus mampu membedakan apa yang Marx maksud sebagai kepentingan utamanya sebagai kelas pekerja dan kepentingan ekonomi yang kurang penting; (4) mereka harus percaya bahwa kepentingannya sebagai anggota kelas adalah lebih utama ketimbang kepentingannya sebagai anggota dari bangsa, ras, atau etnis; (5) mereka harus benar-benar membenci para kapitalis yang mengeksploitasinya; (6) mereka harus punya gagasan, betapapun gagasan itu tidak terdefinisikan dengan jelas, bahwa situasi mereka secara kualitatif bisa meningkat; (7) mereka harus percaya bahwa mereka sendiri, melalui satu dan lain cara, bisa mewujudkan peningkatan kualitatif itu; (8) mereka harus percaya bahwa strategi Marx, atau strategi yang diusung para pemimpin marxist merupakan metode terbaik dalam menggolkan tujuan-tujuan mereka; (9) ketika saat-saat yang menentukan itu tiba, mereka harus berani bertindak untuk menggolkan kepentingan kelasnya.</p>
<p>Kita ambil beberapa poin dari sembilan poin ini untuk menunjukkan apa yang dimaksud dengan kesadaran palsu: (1) ketika kelas pekerja tidak mengerti bahwa mereka memiliki kepentingan sendiri; (2) mereka lebih mendahulukan kepentingan individualnya di atas kepentingan kelasnya. Ambil contoh, sebagai bagian dari kelas pekerja, kesadaran anda boleh jadi berbeda dengan rekan sekerja anda: anda mungkin berpikir jika anda bekerja lebih rajin, lebih giat, dan bisa menabung sebagian dari pendapatan, kelak suatu ketika anda bisa menjadi seorang bos pemilik alat-alat produksi sosial. Atau mungkin saja anda malah berpikir apa yang anda lakukan sekarang ini (sebagai buruh), seberapapun susahnya adalah demi masa depan anak-anak anda, sehingga nantinya mereka tidak menjadi buruh lagi seperti anda.</p>
<p>Dengan kesadaran seperti itu, anda menganggap adalah berbahaya atau tidak bermanfaat ikut organisasi serikat buruh atau bergabung dalam sebuah partai buruh, turut aktif mengorganisir buruh dan kemudian memimpin aksi-aksi kaum buruh melawan penindasan kapital. Bahkan sebaliknya, anda menganggap buruh lainnya sebagai kompetitor anda, baik ketika masih berada di depan pintu pabrik (bersaing untuk mendapatkan pekerjaan), atau ketika telah berada di tempat kerja (bersaing untuk memperoleh gaji dan jabatan yang lebih baik), maupun setelah pulang dari tempat kerja (bersaing untuk membeli barang kebutuhan pokok yang paling murah).</p>
<p>Contoh lain dari kesadaran palsu adalah (4) ketika kelas pekerja lebih mendahulukan kepentingannya sebagai anggota dari bangsa, ras atau etnis. Misalnya, ketika kelas pekerja di Indonesia turut memusuhi kelas pekerja di Malaysia, karena merasa terhina karena pakaian bermotif batik diklaim sebagai milik Malaysia, padalah baik kelas pekerja di Malaysia maupun di Indonesia sama-sama ditindas oleh kapital di kedua bangsa tersebut. Atau ketika kelas pekerja di pulau Jawa tidak peduli dengan penindasan yang dilakukan oleh kapital yang didukung oleh polisi dan militer terhadap kelas pekerja di Papua, karena merasa secara etnis dan ras berbeda; (5) karena ada kapitalis perorangan yang suka bagi-bagi angpao di tahun baru atau ramai-ramai potong kambing di hari raya Kurban, lalu kelas pekerja menganggap bahwa kapitalis perorangan itu adalah manusia yang baik, yang berbeda dengan kapitalis perorangan lainnya yang tahunya bagaimana menumpuk kekayaan semata-mata. Atau karena kapitalis asing begitu merajalela dan sadis dalam memperlakukan buruhnya, lalu kelas pekerja menganggap bahwa kapitalis lokal lebih baik dibandingkan dengan kapitalis asing.</p>
<p>Kini kita melaju pada pertanyaan, apa penyebab dari kesadaran palsu ini? Sebagian besar merujuk sumber dari kesadaran palsu ini ada pada ideologi, yakni ketika kelas pekerja menerima dan mengadopsi ideologinya kelas borjuasi. Penerimaan dan adopsi itu terjadi, misalnya, melalui media massa, pendidikan, lembaga-lembaga keagaaman, keluarga, dan aktivitas kultural lainnya yang memang dikuasai dan dikontrol oleh borjuasi.</p>
<p>Tetapi, Richard Schmitt dalam bukunya “Introduction to Marx and Engels A Critical Reconstruction” mengatakan, sumber dari kesadaran palsu itu terletak pada kondisi hidupnya yang teralienasi di bawah sistem produksi sosial kapitalis.</p>
<p>Untuk lebih mengerti pernyataan Schmitt ini, saya kutipkan satu riset yang dilakukan oleh Albert Szymanski dalam bukunya “the capitalis state and the politics of class” dimana ia menemukan ada dua penyebab umum terjadinya kesadaran kelas atau sebaliknya kesadaran palsu: pertama, apa yang disebutnya komunikasi interclass; dan kedua, mobilitas. Pada yang pertama, semakin kelas pekerja saling berkomunikasi maka semakin besarlah peluang terwujudnya kesadaran kelas, dan begitu sebaliknya. Szymansky memberi contoh, sebelum pembuatan rokok kretek termekanisasi (masih mengandalkan kerja tangan), buruh duduk di sekeliling meja penggulung rokok kretek. Proses ini berlangsung dengan tenang dan masing-masing buruh memiliki kedekatan personal satu sama lain setiap harinya, sehingga memungkinkan mereka berkomunikasi secara intensif tentang berbagai persoalan yang dihadapinya, dari urusan keluarga hingga urusan tempat kerja; dari kesulitan membeli barang kebutuhan hidup yang harganya terus menanjak, hingga kondisi kerja yang semakin eksploitatif. Konsekuensinya, di banyak negara, demikian Szymansky, buruh pabrik rokok kretek adalah salah satu yang pertama-tama membentuk serikat buruh dan mendukung partai Marxists ataupun anarkhis.</p>
<p>Tetapi, kondisi berbeda terjadi pada buruh di pertokoan kecil, dimana hubungan personalnya dengan sang bos lebih sering terjadi (komunikasinya lebih sering dengan bosnya ketimbang sesama buruh) maka kesadaran kelasnya sulit berkembang. Ia malah bercita-cita, suatu hari kelak ia akan menjadi seperti bosnya itu, walaupun cuma bos kecil-kecilan.</p>
<p>Dalam kasus mobilitas, Szimansky mengatakan bahwa kesadaran kelas sangat tergantung pada derajat mobilitas individu, apakah meningkat atau malah mundur. Individu yang orang tuanya adalah borjuis kecil atau ia yang sebelumnya hidup dalam lingkungan borjuis kecil, tetapi kemudian dipaksa untuk menjadi kelas pekerja manual, secara umum berharap (dan mengharapkan) untuk bisa kembali menjadi seorang borjuis kecil atau lebih dari itu menjadi borjuis. Dengan demikian, mereka ini kurang tertarik untuk bergabung dengan serikat buruh atau mendukung partai politik kelas pekerja, dan juga secara umum lebih konservatif dibandingkan rekan buruh lainnya. Sebaliknya, buruh yang orang tuanya adalah juga buruh memiliki kesadaran kelas, karena mereka mendapat pembelajaran sejak kanak-kanak tentang perilaku kelas pekerja dan politik kiri. Pengalaman hidup mereka dari hari ke hari membuat nila-nilai yang diserapnya sejak kecil makin mengental menjadi kesadaran kelas.</p>
<p>Mobilitas pekerja pedesaan yang berpindah ke perkotaan, juga turut menentukan maju mundurnya kesadaran kelas. Demikian juga penindasan kejam oleh negara melalui aparatus represifnya (militer, polisi, pengadilan, dan penjara) terhadap kelas pekerja, ikut menyumbang menguatnya kesadaran palsu. Pembantaian besar-besaran setelah kasus G30S 1965, adalah contoh bagaimana negara mengancurkan kesadaran kelas yang tumbuh mekar saat itu, dan selanjutnya memberi ruang bagi menguatnya kesadaran palsu.</p>
<p>Saya sendiri setuju dengan pendapat Schmitt, bahwa penyebab kesadaran palsu itu adalah pada kondisi kelas pekerja yang teralienasi, yakni pada hubungan produksi kapitalis yang antagonistik ketimbang pada ideologi. Dengan demikian (melihatnya sebagai akibat dari alienasi) maka perjuangan mengenyahkan kesadaran palsu itu berpusat pada perjuangan menghapuskan hubungan produksi yang antagonistik itu, yang dimulai pada kondisi-kondisi riil kelas pekerja itu sendiri, yakni memeriksa struktur ekonominya, hukum-hukum kerja yang berlaku, konteks sosial-budaya dimana kelas pekerja itu eksis, hingga sistem politik yang berlaku saat itu.</p>
<p>Sebaliknya, jika kita melihat ideologi merupakan sumber utama kesadaran palsu, maka konsekuensinya perjuangan kelas pekerja melawan kesadaran palsunya ada di level kultural, bukan pada penghapusan hubungan produksi yang antagonistik. Kesadaran kelas yang muncul dari kelas pekerja pada akhirnya bersifat subyektif, terpisah dari standar obyektifnya. Seakan-akan, jika kelas pekerja telah diberikan pendidikan politik kiri secara berkelanjutan, maka kesadaran palsunya lenyap.</p>
<p>Dalam hubungannya dengan partai kelas pekerja, tugas partai kemudian adalah terus-menerus memompakan kesadaran kelas pada kelas pekerja, sehingga partai akhirnya hanya menjadi sekolah bagi kelas pekerja. Yang terjadi kemudian, peran agen perantara menjadi sangat dominan dan kelas pekerja ikut dari belakang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://scientiarum.com/2010/08/05/kesadaran-palsu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Virus Laten Korupsi</title>
		<link>http://scientiarum.com/2010/08/05/virus-laten-korupsi/</link>
		<comments>http://scientiarum.com/2010/08/05/virus-laten-korupsi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Aug 2010 02:07:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ninon Melatyugra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://scientiarum.com/?p=2969</guid>
		<description><![CDATA[“Yang paling susah itu mencari hakim yang berkualitas dan berkomitmen bagus, daripada membangun sistem peradilannya” ujar Donal Fariz. 
Donal menjadi pembicara dalam sebuah seminar yang diselenggarakan LTC (Language Training Center) pada 4 Agustus 2010 di lantai 6 gedung perpustakaan universitas. Seminar dimulai pukul 11.30 WIB dengan moderator Ashley Arzy, seorang peserta COTIM 2010 dari Ohio [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Yang paling susah itu mencari hakim yang berkualitas dan berkomitmen bagus, daripada membangun sistem peradilannya” ujar Donal Fariz. </p>
<p>Donal menjadi pembicara dalam sebuah seminar yang diselenggarakan LTC (Language Training Center) pada 4 Agustus 2010 di lantai 6 gedung perpustakaan universitas. Seminar dimulai pukul 11.30 WIB dengan moderator Ashley Arzy, seorang peserta COTIM 2010 dari Ohio University. </p>
<p>Tema yang diusung seminar ini adalah ‘Korupsi di Indonesia’, terbuka bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum. Tak kurang dari 20 peserta mengikuti seminar yang digelar di ruang Theater LTC.</p>
<p>Donal Fariz adalah lulusan Universitas Andalas sekarang menjadi peneliti hukum di Indonesia Corruption Watch (ICW). Ia menjelaskan aspek pemberantasan korupsi di Indonesia dengan memulai penjabaran indeks korupsi Indonesia yang masih berada pada titik 2,8 pada tahun 2009, titik yang masih jauh dari angka 8 (titik standar negara dikatakan bersih).</p>
<p>Berdasarkan data Global Corruption Barometer (GCB) 2005-2008– TI Indonesia–¬merupakan sebuah organisasi kemasyarakatan yang memfokuskan diri melawan korupsi,  dipaparkan parlemen mendapat peringkat pertama tahun 2008 untuk institusi potensial korup. “Hal ini salah satunya disebabkan pada masa pemilu dimana mereka aktif mencari dana sehingga potensial korup” ucap Donal. </p>
<p>Ia juga menjelaskan sembilan area dalam lingkaran mafia meliputi mafia peradilan, korupsi, pajak dan bea cukai, kehutanan, tambang dan energi, narkoba, tanah, perbankan dan pasar modal, dan perikanan. “Setiap menit, hutan seluas delapan kali lapangan sepak bola di Indonesia ini habis. Sebenarnya ini menjadi salah satu dari 13 modus korupsi”.</p>
<p>Kenyataan yang sering dihadapi adalah, penegak hukum secara struktural berada di bawah pemerintah sehingga sulit untuk memasuki wilayah pemerintah karena adanya tekanan politis. Bagi lembaga independen seperti KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) pun tak luput dari kesulitan, tergambar dari kasus Cicak vs Buaya. </p>
<p>Seminar berakhir pada pukul 13.00 WIB</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://scientiarum.com/2010/08/05/virus-laten-korupsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kampung Buku Murah Salatiga 2010: Kembali Berikan Kesegaran</title>
		<link>http://scientiarum.com/2010/08/04/kampung-buku-murah-salatiga-2010-kembali-berikan-kesegaran/</link>
		<comments>http://scientiarum.com/2010/08/04/kampung-buku-murah-salatiga-2010-kembali-berikan-kesegaran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Aug 2010 20:18:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Maria Dorotea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Salatiga & Sekitarnya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://scientiarum.com/?p=2962</guid>
		<description><![CDATA[Kampung Buku Murah Salatiga 2010 kembali menyajikan acara fresh tiap harinya. Selasa, 3 Agustus 2010, bertempat di GPD Salatiga, pada pukul 13.00-15.00 saat berita ini diambil, acara yang sedang berlangsung adalah Bedah buku oleh Scientiarum, dengan buku “Hukum Itu Kepentingan” oleh Ninon Melatyugra, awak dari Lembaga Pers Mahasiswa Scientiarum dan Gerry Neno Aprilia, mahasiswa Fakultas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Kampung Buku Murah Salatiga 2010 kembali menyajikan acara <em>fresh</em> tiap harinya. Selasa, 3 Agustus 2010, bertempat di GPD Salatiga, pada pukul 13.00-15.00 saat berita ini diambil, acara yang sedang berlangsung adalah Bedah buku oleh <a href="http://scientiarum.com/">Scientiarum</a>, dengan buku “Hukum Itu Kepentingan” oleh Ninon Melatyugra, awak dari Lembaga Pers Mahasiswa Scientiarum dan Gerry Neno Aprilia, mahasiswa Fakultas Hukum UKSW. Jalannya acara bedah buku cukup lancar, dan antusias dari peserta bedah buku yang sebagian besar mahasiswa UKSW tinggi. Diskusi yang begitu hidup ini membuat acara Bedah Buku pun begitu dinikmati dengan dibumbui <em>guyonan</em> ala mahasiswa.</p>
<p>Namun pada hari ini acara Kampung Buku Murah  tidak hanya menggelar acara bedah buku saja, Festival Band pun dihelat guna memeriahkan acara. Festival band ini diikuti oleh pelajar dan mahasiswa, dan pemilihan juara pun diumumkan hari ini, namun saat pengambilan berita ini, festival band sedang berlangsung dengan antusias penonton yang luar biasa. Ini mengesankan secara implicit bahwa segala hal berhubungan dengan buku, bukanlah hal yang “berat” karena bisa menikmati nikmatnya membaca dengan menikmati hal-hal kesenangan masing-masing individu. </p>
<p>Yang tak kalah menarik, esok Rabu 4 Agustus 2010, sederet acara menarik digelar. Diantaranya Lomba Tumpeng, Lomba SMS tercepat, dan performance juara-juara lomba <em>dance</em>, <em>band, fashion show</em>. Untuk Lomba tumpeng, pendaftaran masih dibuka hingga malam ini. Target <em>audience</em> utamanya adalah ibu PKK dan Dharma Wanita se-Kelurahan di Salatiga, tidak menutup kemungkinan untuk siapapun boleh bergabung. Lomba SMS tercepat juga menarik diikuti, sembari pengunjung berkeliling melihat-lihat pameran buku. Karena tersedia <em>handphone</em> bagi sang jawara. </p>
<p>“Pada hari terakhir diselenggarakannya Kampung Buku Murah Salatiga 2010 ini, biasanya beberapa stand buku membanting harganya, namun itu pun dadakan, jadi kami tidak tahu jam berapa begitu” kata Seta, salah satu <em>crew</em> Buka Buku Production. Semoga anda pengunjung yang beruntung untuk mendapatkan kesempatan banting harga ini. Kesempatan emas lainnya adalah bagi pengunjung dengan angka pembelian tertinggi tersedia hadiah menarik yang sayang dilewatkan. Jadi manfaat banyak keuntungan ini sebaik-baiknya. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://scientiarum.com/2010/08/04/kampung-buku-murah-salatiga-2010-kembali-berikan-kesegaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
