<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Scientiarum</title>
	<atom:link href="http://scientiarum.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://scientiarum.com</link>
	<description>Universitas Kristen Satya Wacana &#124; Salatiga</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Mar 2010 01:37:46 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>The Planet is Fine, the People are Fucked</title>
		<link>http://scientiarum.com/2010/03/15/the-planet-is-fine-the-people-are-fucked/</link>
		<comments>http://scientiarum.com/2010/03/15/the-planet-is-fine-the-people-are-fucked/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 01:22:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Satria Anandita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Salatiga & Sekitarnya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://scientiarum.com/?p=2307</guid>
		<description><![CDATA[Komunitas Tanam Untuk Kehidupan (TUK) menggelar acara bincang-bincang dan pemutaran film pada Sabtu, 13 Maret 2010 di Break Coffee House, Salatiga. Direktur Pelaksana Komunitas TUK Titi Permata, tampil sebagai pembicara dengan tema “The Planet is Fine, the People Are Fucked”. Ada sekitar 50 orang hadir di acara ini.
Titi menjelaskan bahwa pada hakikatnya tujuan konservasi lingkungan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_2309" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img src="http://scientiarum.com/wp-content/uploads/2010/03/talkshow-TUK-500x333.jpg" alt="Talkshow Komunitas TUK di Break Coffee House, 13 Maret 2010. {Foto oleh Danang Satrio}" title="talkshow-TUK" width="500" height="333" class="size-large wp-image-2309" /><p class="wp-caption-text">Talkshow Komunitas TUK di Break Coffee House, 13 Maret 2010. {Foto oleh Danang Satrio}</p></div>
<p>Komunitas Tanam Untuk Kehidupan (TUK) menggelar acara bincang-bincang dan pemutaran film pada Sabtu, 13 Maret 2010 di Break Coffee House, Salatiga. Direktur Pelaksana Komunitas TUK Titi Permata, tampil sebagai pembicara dengan tema “The Planet is Fine, the People Are Fucked”. Ada sekitar 50 orang hadir di acara ini.</p>
<p>Titi menjelaskan bahwa pada hakikatnya tujuan konservasi lingkungan adalah demi kepentingan manusia sendiri. Bumi mungkin tidak akan protes jika alamnya dirusak oleh manusia, karena sebetulnya bumi memunyai mekanisme pertahanan diri. Pertanyaannya, apakah manusia sanggup bertahan dari mekanisme pertahanan diri bumi?</p>
<p>Titi mengutip data Earth Policy Institute tahun 2009 tentang pencairan es dunia akibat pemanasan global. Di Alaska, 98 persen gletser (lapisan besar es) menipis. Di Himalaya, 90 persen gletser mencair. Di Greenland, area pencairan es meluas, menyebabkan aliran gletser mengencang, hingga terjadi gempa glasial. Dan masih banyak lagi. Permukaan air laut mengalami kenaikan signifikan. Luas daratan berkurang.</p>
<p>Pemanasan global berkaitan erat dengan industrialisasi era modern. Asap-asap pabrik dan kendaraan bermotor banyak berkontribusi dalam pembentukan efek gas rumah kaca, sementara di belahan dunia ketiga terjadi penggundulan hutan besar-besaran demi kepentingan ekonomis. Penggunaan kloroflorokarbon (CFC) yang umum pada alat-alat pendingin juga mempercepat pemanasan karena mampu merusak lapisan ozon (O3) yang berfungsi menangkal radiasi sinar matahari. Berbagai macam penyakit kulit dan pernafasan muncul.</p>
<p>Aristi Paramita, salah satu hadirin, melancarkan kritik pada gereja-gereja yang banyak menggunakan pendingin ruangan pada gedungnya. Kimpul, hadirin yang lain, menimpali dengan seruan bahwa spiritualitas yang sehat haruslah ramah dan peduli lingkungan.</p>
<p>Titi mengajak para hadirin untuk menggencarkan gerakan reduce-reuse-recycle, baik secara komunal maupun individual, untuk meminimalisir pencemaran lingkungan dan pemborosan sumber daya alam. Gerakan reduce-reuse-recycle ini perlu diterjemahkan dalam wujud-wujud kreatif. Di sinilah generasi muda dituntut partisipasinya dalam program-program seperti Australian Network for Art and Technology maupun Climate-Smart Leaders.</p>
<p>Acara bincang-bincang ini berakhir dengan pemutaran film <em>The Story of Stuff</em> yang dinarasi oleh Annie Leonard, seorang aktivis lingkungan hidup Amerika Serikat yang gencar mengkritik konsumerisme berlebihan. Film berdurasi sekitar 20 menit ini secara runtut menggambarkan alur konsumerisme dunia dan dampaknya bagi lingkungan global.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://scientiarum.com/2010/03/15/the-planet-is-fine-the-people-are-fucked/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Audisi Gebyar Teater Tilar</title>
		<link>http://scientiarum.com/2010/03/14/audisi-gebyar-teater-tilar/</link>
		<comments>http://scientiarum.com/2010/03/14/audisi-gebyar-teater-tilar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Mar 2010 15:06:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Viona Alamanda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://scientiarum.com/?p=2297</guid>
		<description><![CDATA[Tilar merupakan salah satu kegiatan bakat minat (KBM) yang dimiliki Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) sejak tahun 1992. KBM Tilar mengadakan audisi untuk acara Gebyar Teater Tilar (GTT) yang akan dipentaskan pada pertengahan bulan Mei 2010. Audisi telah dilakukan di gedung Lembaga Kemahasiswaan Universitas (LKU) sejak 8 -10 Maret 2010 pukul 09.00-14.00.

GTT diadakan satu tahun sekali menjelang pergantian kepemimpinan Badan Pengurus Harian (BPH) KBM Tilar. BPH periode 2009-2010 diketuai oleh Ferdiles Gabriel Maukar, mahasiswa FEB angkatan 2008.

Hingga Rabu, 10 Maret 2010, ada 10 orang, baik dari anggota KBM Tilar maupun mahasiswa  lain telah mengikuti audisi. Kriteria penilaian berdasarkan ekspresi atau mimik muka, suara, intonasi dan <em>eye contact</em> yang ditunjukkan peserta audisi.

 “Oh, grogi (canggung) <em>banget</em>!” ujar peserta audisi terakhir, Sindy Permatasari Sabbatya, mahasiswi program studi manajemen FEB angkatan 2007. Saat ditanya mengenai motivasi mengikuti audisi, Sindy menyatakan ingin lebih mengasah kemampuannya dalam bidang seni peran. “Saya mau mengubah komunitas dan dunia <em>aja</em>, selama ini aku masih <em>cupu</em> (hanya memiliki sedikit pengalaman). <em>Udah</em> lumayan lega, sekarang <em>udah</em> bisa berekspresi di depan pelatih dan sutradara,” ujarnya sambil menghela nafas.

“Untuk GTT  kali ini, KBM Tilar membawakan cerita yang bertemakan feminisme dalam konteks ajaran Hindu. Kisahnya tentang ketegaran dan keanggunan seorang perempuan zaman Mahabrata,” tutur Agung Ariawan, salah satu pelatih KBM Tilar yang ikut menyeleksi. Ia berharap kelompok KBM Tilar memperoleh pemeran yang tepat melalui audisi ini. “Tujuan diadakan seleksi juga untuk memasyarakatkan teater dan men-teaterkan masyarakat,” tambahnya.

Pendaftaran untuk audisi gelombang kedua akan dilaksanakan pada tanggal 17-19 Maret 2010 pukul 10.00 hingga 14.00 di gedung LKU.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tilar merupakan salah satu kegiatan bakat minat (KBM) yang dimiliki Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) sejak tahun 1992. KBM Tilar mengadakan audisi untuk acara Gebyar Teater Tilar (GTT) yang akan dipentaskan pada pertengahan bulan Mei 2010. Audisi telah dilakukan di gedung Lembaga Kemahasiswaan Universitas (LKU) sejak 8 -10 Maret 2010 pukul 09.00-14.00.</p>
<p>GTT diadakan satu tahun sekali menjelang pergantian kepemimpinan Badan Pengurus Harian (BPH) KBM Tilar. BPH periode 2009-2010 diketuai oleh Ferdiles Gabriel Maukar, mahasiswa FEB angkatan 2008.</p>
<p>Hingga Rabu, 10 Maret 2010, ada 10 orang, baik dari anggota KBM Tilar maupun mahasiswa  lain telah mengikuti audisi. Kriteria penilaian berdasarkan ekspresi atau mimik muka, suara, intonasi dan <em>eye contact</em> yang ditunjukkan peserta audisi.</p>
<p> “Oh, grogi (canggung) <em>banget</em>!” ujar peserta audisi terakhir, Sindy Permatasari Sabbatya, mahasiswi program studi manajemen FEB angkatan 2007. Saat ditanya mengenai motivasi mengikuti audisi, Sindy menyatakan ingin lebih mengasah kemampuannya dalam bidang seni peran. “Saya mau mengubah komunitas dan dunia <em>aja</em>, selama ini aku masih <em>cupu</em> (hanya memiliki sedikit pengalaman). <em>Udah</em> lumayan lega, sekarang <em>udah</em> bisa berekspresi di depan pelatih dan sutradara,” ujarnya sambil menghela nafas.</p>
<p>“Untuk GTT  kali ini, KBM Tilar membawakan cerita yang bertemakan feminisme dalam konteks ajaran Hindu. Kisahnya tentang ketegaran dan keanggunan seorang perempuan zaman Mahabrata,” tutur Agung Ariawan, salah satu pelatih KBM Tilar yang ikut menyeleksi. Ia berharap kelompok KBM Tilar memperoleh pemeran yang tepat melalui audisi ini. “Tujuan diadakan seleksi juga untuk memasyarakatkan teater dan men-teaterkan masyarakat,” tambahnya.</p>
<p>Pendaftaran untuk audisi gelombang kedua akan dilaksanakan pada tanggal 17-19 Maret 2010 pukul 10.00 hingga 14.00 di gedung LKU.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://scientiarum.com/2010/03/14/audisi-gebyar-teater-tilar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kompetisi Band di Puncak Acara World of IT 2010</title>
		<link>http://scientiarum.com/2010/03/14/kompetisi-band-di-puncak-acara-world-of-it-2010/</link>
		<comments>http://scientiarum.com/2010/03/14/kompetisi-band-di-puncak-acara-world-of-it-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Mar 2010 15:06:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Melisa Ester Lolindu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://scientiarum.com/?p=2289</guid>
		<description><![CDATA[Senat Mahasiswa (SM) Fakultas Teknologi Informasi (FTI) menggelar berbagai kegiatan terangkai dalam World of IT 2010, tanggal 8 hingga 13 Maret 2010. Kegiatan-kegiatan itu antara lain, workshop film, lomba melukis mural (grafiti), seminar  dan workshop XNA, lomba karikatur, lomba permainan dalam jaringan (<em>games online</em>), lomba fotografi, seminar dan workshop Oracle, kompetisi grup band serta bazar.

Puncak acara World of IT 2010 digelar pada Sabtu, 13 Maret 2010 di Balairung Universitas. Acara tersebut dimeriahkan oleh peserta kompetisi grup band yang terdiri atas band pelajar SMA, mahasiswa dan umum. Dalam acara tersebut, diumumkan juga para pemenang, sekaligus penyerahan hadiah kepada pemenang masing-masing perlombaan yang telah diselenggarakan sebelumnya.

Kompetisi grup band dimulai pukul 09.15 hingga 17.00. Ada 19 peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. Setiap peserta membawakan satu lagu wajib, yaitu lagu daerah yang diaransemen ulang oleh setiap peserta, serta satu lagu pilihan.

Pilihan lagu daerah sebagai lagu wajib antara lain Cublak-cublak Suweng (Jawa Timur), Yamko Rambe Yamko (Papua), Lir-ilir (Jawa Tengah), Jali-jali (DKI Jakarta), Butet (Sumatera Utara), Kampuang nan Jauh di Mato (Sumatera Barat), Ampar-ampar Pisang (Kalimantan Selatan), dan Sigulempong (Sumut).

 “Lomba band ini merupakan rangkaian kegiatan dari acara World of IT. World of IT sendiri termasuk dalam kegiatan terstruktur SM FTI. Untuk pesertanya sendiri, tidak tertutup dari kalangan mahasiswa UKSW saja tapi juga terbuka untuk umum. Ada 2 orang juri yang menilai dalam lomba band ini, yaitu Yudi Novrian yang juga merupakan salah satu dosen Fakultas Seni Pertunjukan UKSW, dan Erick Setiawan yang merupakan pemilik dari JB Studio,” jelas Andreas Victor selaku koordinator acara.

Grup band yang berhak menjadi pemenang harus bisa memenuhi kriteria penilaian juri, seperti keserasian syair dan lirik, intonasi, gaya (<em>style</em>), penampilan (<em>performance</em>), penghayatan, dan ketepatan waktu.

Masing-masing peserta tampil membawakan 2 buah lagu dengan gaya dan ciri khas masing-masing. Salah satunya adalah band yang menamai dirinya Bubble’s. Datang dari Magelang, dan sukses menghibur penonton dengan lagu Kopi Dangdut, serta lagu wajib Cublak-cublak Suweng. Penampilan yang menghibur disambut dengan antusias sehingga para penonton terpancing untuk bergoyang mengikuti alunan lagu yang mereka bawakan.

Sebelum diumumkannya para juara, penonton dihibur oleh After Twenty, grup band asal Semarang yang membawakan 4 lagu.

Saat yang dinanti-nanti pun tiba. Pengumuman dan penyerahan hadiah kepada masing-masing pemenang kompetisi grup band. Panitia mengumumkan para pemenang dalam kompetisi grup band tersebut. Sebagai juara pertama adalah Cap Elang Band yang berhak mendapatkan uang tunai Rp 500.000. Juara kedua adalah Bubble’s Band, dengan hadiah senilai Rp 300.000. Dan juara ketiga adalah Deru Band yang mendapatkan uang tunai senilai Rp 200.000. Selain uang tunai, para pemenang juga memperoleh tropi dan piagam penghargaan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Senat Mahasiswa (SM) Fakultas Teknologi Informasi (FTI) menggelar berbagai kegiatan terangkai dalam World of IT 2010, tanggal 8 hingga 13 Maret 2010. Kegiatan-kegiatan itu antara lain, workshop film, lomba melukis mural (grafiti), seminar  dan workshop XNA, lomba karikatur, lomba permainan dalam jaringan (<em>games online</em>), lomba fotografi, seminar dan workshop Oracle, kompetisi grup band serta bazar.</p>
<p>Puncak acara World of IT 2010 digelar pada Sabtu, 13 Maret 2010 di Balairung Universitas. Acara tersebut dimeriahkan oleh peserta kompetisi grup band yang terdiri atas band pelajar SMA, mahasiswa dan umum. Dalam acara tersebut, diumumkan juga para pemenang, sekaligus penyerahan hadiah kepada pemenang masing-masing perlombaan yang telah diselenggarakan sebelumnya.</p>
<p>Kompetisi grup band dimulai pukul 09.15 hingga 17.00. Ada 19 peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. Setiap peserta membawakan satu lagu wajib, yaitu lagu daerah yang diaransemen ulang oleh setiap peserta, serta satu lagu pilihan.</p>
<p>Pilihan lagu daerah sebagai lagu wajib antara lain Cublak-cublak Suweng (Jawa Timur), Yamko Rambe Yamko (Papua), Lir-ilir (Jawa Tengah), Jali-jali (DKI Jakarta), Butet (Sumatera Utara), Kampuang nan Jauh di Mato (Sumatera Barat), Ampar-ampar Pisang (Kalimantan Selatan), dan Sigulempong (Sumut).</p>
<p> “Lomba band ini merupakan rangkaian kegiatan dari acara World of IT. World of IT sendiri termasuk dalam kegiatan terstruktur SM FTI. Untuk pesertanya sendiri, tidak tertutup dari kalangan mahasiswa UKSW saja tapi juga terbuka untuk umum. Ada 2 orang juri yang menilai dalam lomba band ini, yaitu Yudi Novrian yang juga merupakan salah satu dosen Fakultas Seni Pertunjukan UKSW, dan Erick Setiawan yang merupakan pemilik dari JB Studio,” jelas Andreas Victor selaku koordinator acara.</p>
<p>Grup band yang berhak menjadi pemenang harus bisa memenuhi kriteria penilaian juri, seperti keserasian syair dan lirik, intonasi, gaya (<em>style</em>), penampilan (<em>performance</em>), penghayatan, dan ketepatan waktu.</p>
<p>Masing-masing peserta tampil membawakan 2 buah lagu dengan gaya dan ciri khas masing-masing. Salah satunya adalah band yang menamai dirinya Bubble’s. Datang dari Magelang, dan sukses menghibur penonton dengan lagu Kopi Dangdut, serta lagu wajib Cublak-cublak Suweng. Penampilan yang menghibur disambut dengan antusias sehingga para penonton terpancing untuk bergoyang mengikuti alunan lagu yang mereka bawakan.</p>
<p>Sebelum diumumkannya para juara, penonton dihibur oleh After Twenty, grup band asal Semarang yang membawakan 4 lagu.</p>
<p>Saat yang dinanti-nanti pun tiba. Pengumuman dan penyerahan hadiah kepada masing-masing pemenang kompetisi grup band. Panitia mengumumkan para pemenang dalam kompetisi grup band tersebut. Sebagai juara pertama adalah Cap Elang Band yang berhak mendapatkan uang tunai Rp 500.000. Juara kedua adalah Bubble’s Band, dengan hadiah senilai Rp 300.000. Dan juara ketiga adalah Deru Band yang mendapatkan uang tunai senilai Rp 200.000. Selain uang tunai, para pemenang juga memperoleh tropi dan piagam penghargaan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://scientiarum.com/2010/03/14/kompetisi-band-di-puncak-acara-world-of-it-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seni dan Teknologi dalam Acara World of IT</title>
		<link>http://scientiarum.com/2010/03/14/seni-dan-teknologi-dalam-acara-world-of-it/</link>
		<comments>http://scientiarum.com/2010/03/14/seni-dan-teknologi-dalam-acara-world-of-it/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Mar 2010 15:04:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chyntia Sheila Elok Paemdong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://scientiarum.com/?p=2290</guid>
		<description><![CDATA[Rangkaian acara World of IT 2010 digelar oleh Fakultas Teknologi Informasi (FTI), tanggal 8 hingga 13 Maret 2010. Acara yang bertema “IT Community Blended With Art” ini diikuti oleh mahasiswa se-Jawa Tengah. 

Rangkaian acara tersebut meliputi workshop film, lomba melukis mural (grafiti), seminar  dan workshop XNA, lomba karikatur, lomba permainan dalam jaringan (<em>games online</em>), lomba fotografi, seminar dan workshop Oracle, serta kompetisi grup band.

World of IT 2010 merupakan perpaduan seni dengan komunitas yang ada di FTI. Komunitas yang dimaksud ialah kegiatan bakat dan minat (KBM) di fakultas yang termasuk dalam <em>professional skill</em>. “Perpaduan tersebut juga didukung oleh <em>humanistic</em> skill juga penting dalam diri mahasiswa, karena mereka juga memunyai bakat atau ketertarikan dalam seni yang sayang untuk diabaikan,” ungkap Raphael Fabiano Chamelion Sudibyo, ketua panitia kegiatan.

Sebanyak 8 tim mengikuti lomba melukis mural dengan tema Teknologi yang diadakan pada hari pertama. Ada yang memadukan tulisan grafiti mereka dengan gambar-gambar yang mengisyratkan dunia teknologi informasi, seperti ikon jejaring sosial Facebook, Yahoo Messenger, Twitter, dan Google yang sedang populer. Sepanjang perlombaan ini juga dimeriahkan oleh aksi <em>skateboard</em> mahasiswa di lapangan basket kampus.

World of IT juga mengadakan seminar dan workshop mengenai teknologi informasi. Seminar ini didukung oleh Bistek FTI dalam rangka pengembangan aplikasi mobil milik Bistek. Setelah mengikuti seminar ini diharapkan mahasiswa akan memunyai rancangan bisnis gadget yang selanjutnya diakomodasi oleh Bistek. Seminar Bisnis Gadget menghadirkan Diyanto Imam dari New Ventures Indonesia dan Aloysius Bambang dari Business Technology Center Jawa Tengah sebagai pembicara.

Raphael menjelaskan tujuan diadakan seminar ini adalah memperkenalkan perkembangan gadget kepada mahasiswa, karena sekarang peluang bisnis ini sedang terbuka lebar, baik dalam hal perangkat lunaknya maupun pelayanannya. Seminar yang terbagi dalam dua sesi dimulai pukul 09.00 dan diikuti oleh 140 mahasiswa dari UKSW serta universitas lain se-Jawa Tengah.

Selain Seminar Bisnis Gadget, diselenggarakan pula Seminar Oracle dengan pembicara Hanson Hutabarat dari Oracle Certified Master (Oracle Indonesia) dan Bernaridho Hutabarat. Workshop diadakan di laboratorium FTI Kampus 2 UKSW. Sedangkan untuk Seminar XNA menghadirkan Arif Widhiasa dari Agathe Studio Bandung sebagai pembicara.

Pada hari keempat, lomba fotografi diselenggarakan di Balairung Universitas dan di kompleks kampus. Mereka tak hanya membawa delman ke area kampus sebagai objek foto, namun juga gerobak ronde, becak dan beberapa model yang ditempatkan di depan Perpustakaan Universitas Notohamidjojo dan di sekitar gedung FTI yang tengah dibangun.

Acara World of IT didukung pula dengan bazar yang digelar pada pelataran pakir depan Gedung Administrasi Pusat. Bazar ini diisi perlombaan memakan mi instan. Hanya dengan biaya Rp 4.000, para peserta diharuskan memakan 5 porsi mi instan. 

Acara komunitas TI yang berpadu dengan seni ini akan berakhir Sabtu, 13 Maret 2010 dengan acara penutup, kompetisi grup band yang dimeriahkan oleh Even Twenty, grup band tamu dari Semarang.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rangkaian acara World of IT 2010 digelar oleh Fakultas Teknologi Informasi (FTI), tanggal 8 hingga 13 Maret 2010. Acara yang bertema “IT Community Blended With Art” ini diikuti oleh mahasiswa se-Jawa Tengah. </p>
<p>Rangkaian acara tersebut meliputi workshop film, lomba melukis mural (grafiti), seminar  dan workshop XNA, lomba karikatur, lomba permainan dalam jaringan (<em>games online</em>), lomba fotografi, seminar dan workshop Oracle, serta kompetisi grup band.</p>
<p>World of IT 2010 merupakan perpaduan seni dengan komunitas yang ada di FTI. Komunitas yang dimaksud ialah kegiatan bakat dan minat (KBM) di fakultas yang termasuk dalam <em>professional skill</em>. “Perpaduan tersebut juga didukung oleh <em>humanistic</em> skill juga penting dalam diri mahasiswa, karena mereka juga memunyai bakat atau ketertarikan dalam seni yang sayang untuk diabaikan,” ungkap Raphael Fabiano Chamelion Sudibyo, ketua panitia kegiatan.</p>
<p>Sebanyak 8 tim mengikuti lomba melukis mural dengan tema Teknologi yang diadakan pada hari pertama. Ada yang memadukan tulisan grafiti mereka dengan gambar-gambar yang mengisyratkan dunia teknologi informasi, seperti ikon jejaring sosial Facebook, Yahoo Messenger, Twitter, dan Google yang sedang populer. Sepanjang perlombaan ini juga dimeriahkan oleh aksi <em>skateboard</em> mahasiswa di lapangan basket kampus.</p>
<p>World of IT juga mengadakan seminar dan workshop mengenai teknologi informasi. Seminar ini didukung oleh Bistek FTI dalam rangka pengembangan aplikasi mobil milik Bistek. Setelah mengikuti seminar ini diharapkan mahasiswa akan memunyai rancangan bisnis gadget yang selanjutnya diakomodasi oleh Bistek. Seminar Bisnis Gadget menghadirkan Diyanto Imam dari New Ventures Indonesia dan Aloysius Bambang dari Business Technology Center Jawa Tengah sebagai pembicara.</p>
<p>Raphael menjelaskan tujuan diadakan seminar ini adalah memperkenalkan perkembangan gadget kepada mahasiswa, karena sekarang peluang bisnis ini sedang terbuka lebar, baik dalam hal perangkat lunaknya maupun pelayanannya. Seminar yang terbagi dalam dua sesi dimulai pukul 09.00 dan diikuti oleh 140 mahasiswa dari UKSW serta universitas lain se-Jawa Tengah.</p>
<p>Selain Seminar Bisnis Gadget, diselenggarakan pula Seminar Oracle dengan pembicara Hanson Hutabarat dari Oracle Certified Master (Oracle Indonesia) dan Bernaridho Hutabarat. Workshop diadakan di laboratorium FTI Kampus 2 UKSW. Sedangkan untuk Seminar XNA menghadirkan Arif Widhiasa dari Agathe Studio Bandung sebagai pembicara.</p>
<p>Pada hari keempat, lomba fotografi diselenggarakan di Balairung Universitas dan di kompleks kampus. Mereka tak hanya membawa delman ke area kampus sebagai objek foto, namun juga gerobak ronde, becak dan beberapa model yang ditempatkan di depan Perpustakaan Universitas Notohamidjojo dan di sekitar gedung FTI yang tengah dibangun.</p>
<p>Acara World of IT didukung pula dengan bazar yang digelar pada pelataran pakir depan Gedung Administrasi Pusat. Bazar ini diisi perlombaan memakan mi instan. Hanya dengan biaya Rp 4.000, para peserta diharuskan memakan 5 porsi mi instan. </p>
<p>Acara komunitas TI yang berpadu dengan seni ini akan berakhir Sabtu, 13 Maret 2010 dengan acara penutup, kompetisi grup band yang dimeriahkan oleh Even Twenty, grup band tamu dari Semarang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://scientiarum.com/2010/03/14/seni-dan-teknologi-dalam-acara-world-of-it/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Forum Terbuka FBS Sepi</title>
		<link>http://scientiarum.com/2010/03/11/forum-terbuka-fbs-sepi/</link>
		<comments>http://scientiarum.com/2010/03/11/forum-terbuka-fbs-sepi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 00:08:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Steaven Octavianus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://scientiarum.com/?p=2270</guid>
		<description><![CDATA[Forum Terbuka Fakultas Bahasa dan Sastra (English Department Open Forum) adalah forum yang membahas tentang sistem perkuliahan di FBS, Sistem Informasi Akademik Satya Wacana (Siasat), dan sistem registrasi, baik akademik maupun keuangan. “Sebagai ajang share (berbagi) semua unek-unek dari mahasiswa FBS,” kata Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FBS Victoria Usadya Palupi. Forum ini dihadiri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Forum Terbuka Fakultas Bahasa dan Sastra (English Department Open Forum) adalah forum yang membahas tentang sistem perkuliahan di FBS, Sistem Informasi Akademik Satya Wacana (Siasat), dan sistem registrasi, baik akademik maupun keuangan. “Sebagai ajang <em>share</em> (berbagi) semua unek-unek dari mahasiswa FBS,” kata Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FBS Victoria Usadya Palupi. Forum ini dihadiri oleh beberapa dosen dan mahasiswa FBS di ruang F 114, Rabu, 10 Maret 2010, pukul 11.00 hingga 13.00.</p>
<p>Eko Imam Slamet dari Bagian Admisi dan Registrasi (Bara) UKSW mengisi sesi pertama. Dia menjelaskan registrasi ulang mahasiswa pada setiap semester dan Siasat. Penjelasan berkisar di seputar pencetakan Kartu Hasil Studi (KHS), Kartu Studi Tetap, dan tagihan keuangan. Eko mengatakan bahwa mahasiswa dapat mencetak tagihan keuangan di beberapa mesin Anjungan Layanan Akademik Mahasiswa yang memiliki mesin pencetak di Gedung Administrasi Pusat.</p>
<p>Eko juga menyinggung tentang pencetakan KHS dan transkrip nilai, di mana terkadang mahasiswa mengalami kesulitan mencetaknya. Untuk itu, akan diusahakan pengadaan kupon bagi mahasiswa agar lebih mudah mencetak KHS.</p>
<p>Yang paling penting adalah penjelasan tentang Siasat yang baru, serta pembayaran tagihan keuangan semester baru. Siasat FBS pada semester ini dilakukan pada waktu bersamaan untuk seluruh angkatan, sehingga pengguna yang sedang dalam jaringan (<em>online</em>) mencapai ratusan mahasiswa hingga sistem sering mengalami gangguan. Eko menjelaskan bahwa <em>error message</em> (pesan eror) yang kadang muncul saat Siasat bisa diakibatkan karena mahasiswa belum memenuhi kewajiban keuangan atau belum melakukan perwalian.</p>
<p>Siasat yang baru dilengkapi dengan permintaan matakuliah. Hal ini memungkinkan mahasiswa untuk meminta matakuliah bila matakuliah tersebut sudah penuh. Namun, penambahan matakuliah dikembalikan kepada kebijakan fakultas. Penambahan dilakukan pada masa pemantapan (<em>adjustment</em>).</p>
<p>Eko menciptakan suasana sesi yang santai dan kocak, tetapi serius. Hal ini membuat peserta forum memberikan atensi penuh. “Kalau misalnya kami yang salah mengolah data, kalian bisa berhadapan dengan Bara, tetapi kalau kalian ternyata yang salah, maka saya akan aniaya,” guraunya, kala ia membahas status kuliah mahasiswa.</p>
<p>Dekan FBS Hendro Setiawan Husada SPd MA mengisi sesi kedua. Di sesi ini Hendro menjelaskan sistem perkuliahan FBS, yang meliputi Siasat untuk mahasiswa FBS, evaluasi perkuliahan dan prosedur skripsi. Hendro menjelaskan bahwa FBS sekarang memakai sistem dwimester bukan lagi trimester. Dia juga menerangkan bahwa tahun ini, semester pengayaan tidak ada lagi, karena sesuai dengan rapat kerja fakultas yang diadakan terdahulu, semester pengayaan hanya akan berlangsung sampai dua tahun saja.</p>
<p>Hendro menjelaskan bahwa angkatan 2008 dan 2009 akan mengikuti kurikulum baru, karena matakuliah yang diambil masih sedikit, sehingga peralihannya tidak akan terlalu banyak. Sedangkan angkatan 2007 masih tetap mengikuti kurikulum lama, karena matakuliah yang diambil sudah banyak dan kalau dialihkan, akan terlalu banyak.</p>
<p>Pada sesi ini Hendro juga memperkenalkan dosen baru FBS, Cecilia Maria Theresia Fanny Novita Atmadjaja. Dia juga menyinggung proses reakreditasi FBS yang sedang berjalan tahun ini.</p>
<p>Banyak mahasiswa menanyakan isu-isu seputar perkuliahan di FBS, seperti sidang bagi mahasiswa tingkat akhir atau seputar Siasat FBS yang menurut beberapa pihak dinilai kacau, karena tidak semua mahasiswa mendapat matakuliah yang mereka inginkan.</p>
<p>Menurut Victoria, acara ini cukup baik karena selain menjadi ajang tukar pikiran, acara ini juga sebagai ajang untuk menyatakan pendapat. Namun demikian, peserta yang hadir tidak sebanyak yang diharapkan. Pertanyaan yang muncul pun belum mewakili semua pertanyaan mahasiswa FBS.</p>
<p>Yusuf Setyawan, mahasiswa FBS angkatan 2007, berpendapat bahwa bagian yang simpang siur dari isu-isu perkuliahan di FBS sudah jelas dan dia merasa cukup puas dengan jawaban dan penjelasan yang diberikan dalam forum ini. Menurut Yusuf, forum terbuka ini perlu diadakan rutin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://scientiarum.com/2010/03/11/forum-terbuka-fbs-sepi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Front Germas Turun ke Jalan</title>
		<link>http://scientiarum.com/2010/03/10/front-germas-turun-ke-jalan/</link>
		<comments>http://scientiarum.com/2010/03/10/front-germas-turun-ke-jalan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 01:30:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lidya Annisa Widyastuti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://scientiarum.com/?p=2248</guid>
		<description><![CDATA[Front Gerakan Solidaritas Mahasiswa Bersatu (Germas) menggelar aksi menentang sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terhadap hasil Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat tentang Bank Century, menentang korupsi, dan aksi solidaritas untuk Himpunan Mahasiswa Islam cabang Makassar dengan berjalan diiringi orasi dari Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri, Bundaran Taman Sari, Kantor DPRD Kota Salatiga dan Polres Kota Salatiga, Senin, 8 Maret 2010.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Front Gerakan Solidaritas Mahasiswa Bersatu (Germas) menggelar aksi menentang sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terhadap hasil Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat tentang Bank Century, menentang korupsi, dan aksi solidaritas untuk Himpunan Mahasiswa Islam cabang Makassar dengan berjalan diiringi orasi dari Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri, Bundaran Taman Sari, Kantor DPRD Kota Salatiga dan Polres Kota Salatiga, Senin, 8 Maret 2010. Baca berita selengkapnya <a href="http://scientiarum.com/2010/03/10/aksi-solidaritas-untuk-hmi-makassar/">di sini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://scientiarum.com/2010/03/10/front-germas-turun-ke-jalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aksi Solidaritas untuk HMI Makassar</title>
		<link>http://scientiarum.com/2010/03/10/aksi-solidaritas-untuk-hmi-makassar/</link>
		<comments>http://scientiarum.com/2010/03/10/aksi-solidaritas-untuk-hmi-makassar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 18:05:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Daniel Pekuwali</dc:creator>
				<category><![CDATA[Salatiga & Sekitarnya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://scientiarum.com/?p=2264</guid>
		<description><![CDATA[Masa yang menamakan dirinya Front Gerakan Solidaritas Mahasiswa Bersatu (Germas) menggelar aksi damai, dimulai dari Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri, Bundaran Taman Sari, Kantor DPRD Kota Salatiga hingga Markas Polres Kota Salatiga, Senin, 8 Maret 2010.
&#8220;Kepala Polda Sulawesi Selatan turun&#8221;, &#8220;Usut oknum kepolisian&#8221;, &#8220;Sri Mulyani harus mundur&#8221;, &#8220;Boediono juga mundur&#8221;, demikian tulisan-tulisan yang mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masa yang menamakan dirinya Front Gerakan Solidaritas Mahasiswa Bersatu (Germas) menggelar aksi damai, dimulai dari Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri, Bundaran Taman Sari, Kantor DPRD Kota Salatiga hingga Markas Polres Kota Salatiga, Senin, 8 Maret 2010.</p>
<p>&#8220;Kepala Polda Sulawesi Selatan turun&#8221;, &#8220;Usut oknum kepolisian&#8221;, &#8220;Sri Mulyani harus mundur&#8221;, &#8220;Boediono juga mundur&#8221;, demikian tulisan-tulisan yang mereka bawa.</p>
<p>Aksi ini menyuarakan pertentangan atas pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam menyikapi hasil sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat tentang Bank Century. Mereka menganggap bahwa SBY tidak tegas dalam menyelesaikan persoalan tersebut.</p>
<p>“Sangat tidak jelas dalam hal ini, SBY menghormati dan mengapresiasi proses dan hasil pansus. Akan tetapi tidak jelas apa tindak lanjut dari rekomendasi tersebut,” ucap Reza Ahmadiansyah, koordinator aksi.</p>
<p>Reza menambahkan, di satu sisi DPR mengatakan bahwa <em>bailout</em> adalah salah, tetapi SBY menyatakan bahwa <em>bailout</em> tidak salah. Pernyataan-pernyataan yang disampaikan SBY dalam pidatonya seolah menjadi legitimasi eksekutif dalam menyikapi hasil yang dilakukan oleh DPR.</p>
<p>Massa gabungan antara Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) ini, menyampaikan tuntutan mereka di hadapan anggota DPRD Kota Salatiga. Mereka menuntut kepada Presiden untuk tegas dan tidak tebang pilih dalam program penuntasan korupsi di negeri ini, serta mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi dalam pemberantasan kasus korupsi, terutama penyelesaian kasus Bank Century.</p>
<p>Di Mapolres Kota Salatiga, aksi tersebut merepresentasikan diri sebagai buntut penyerangan markas HMI yang terjadi di Makassar, Sulsel, yang mana pada saat itu HMI setempat sedang mengadakan rapat evaluasi aksi dan persiapan aksi selanjutnya untuk mengawal Pansus Angket DPR tentang Bank Century. Aksi ini merupakan simbol penentangan tindak penyerangan markas HMI di Makassar yang dilakukan oleh oknum kepolisian setempat pada Rabu, 3 Maret 2010, lalu. Saat itu anggota HMI Cabang Makassar secara tiba-tiba diserang oleh 10 orang yang diduga kuat oknum polisi.</p>
<p>“Secara tidak langsung ada upaya-upaya untuk melemahkan gerakan mahasiswa. Memberikan cetak biru bahwa mahasiswa identik dengan kekerasan,” ujar Wahyu Budi Utomo, Ketua Umum HMI Cabang Salatiga.</p>
<p>Aksi yang mendapat pengawalan ketat dari kepolisian ini, disambut oleh Wakil Kapolres Kota Salatiga Komisaris Rugaya Renwarin di gerbang masuk Mapolresta. Di hadapan Rugaya, mereka menuntut kepada Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri untuk meminta maaf kepada kader HMI se-Indonesia atas nama institusi. “Kami juga menuntut kepada Kapolri untuk segera menyelesaikan dengan tuntas persoalan antara HMI dan kepolisian,” tambah Wahyu yang ditemui secara terpisah setelah aksi ini selesai.</p>
<p>Menanggapi tuntutan tersebut, Rugaya mengatakan dia akan menindaklanjuti tuntutan tersebut, dilaporkan kepada atasannya kemudian mencari jalan keluar dalam penyelesaian masalah ini. “Mari kita sama-sama mendukung penyelesaian masalah ini,” kata Rugaya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://scientiarum.com/2010/03/10/aksi-solidaritas-untuk-hmi-makassar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Art of IT</title>
		<link>http://scientiarum.com/2010/03/09/it-of-art/</link>
		<comments>http://scientiarum.com/2010/03/09/it-of-art/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 16:26:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alvin Leopold Tumewu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://scientiarum.com/?p=2243</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu peserta lomba grafiti yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknologi Informasi UKSW dengan tema art of  IT, Senin, 8 maret 2010 di lapangan basket UKSW. Lomba ini merupakan salah satu rangkaian acara World of IT. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu peserta lomba grafiti yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknologi Informasi UKSW dengan tema Art of  IT, Senin, 8 Maret 2010 di lapangan basket UKSW. Lomba ini merupakan salah satu rangkaian acara World of IT. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://scientiarum.com/2010/03/09/it-of-art/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sharing Bersama BPMU</title>
		<link>http://scientiarum.com/2010/03/08/sharing-bersama-pimpinan-uksw/</link>
		<comments>http://scientiarum.com/2010/03/08/sharing-bersama-pimpinan-uksw/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 16:05:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alvin Leopold Tumewu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://scientiarum.com/?p=2238</guid>
		<description><![CDATA[Sharing yang diadakan oleh Badan Perwakilan Mahasiswa Universitas ini membahas mengenai masalah fasilitas-fasilitas di lingkungan kampus, seperti Sistem Informasi Akademik Satya Wacana (Siasat) dan pembayaran uang kuliah. Acara ini berlangsung pada Jumat, 5 Maret 2010, di Gedung Lembaga Kemahasiswaan Universitas, pukul 16.00. Hadir dalam acara ini adalah perwakilan fakultas dan perwakilan Biro Teknologi dan Sistem Informasi (BTSI).]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sharing yang diadakan oleh Badan Perwakilan Mahasiswa Universitas ini membahas mengenai masalah fasilitas-fasilitas di lingkungan kampus, seperti Sistem Informasi Akademik Satya Wacana (Siasat) dan pembayaran uang kuliah. Acara ini berlangsung pada Jumat, 5 Maret 2010, di Gedung Lembaga Kemahasiswaan Universitas, pukul 16.00. Hadir dalam acara ini adalah perwakilan fakultas dan perwakilan Biro Teknologi dan Sistem Informasi (BTSI).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://scientiarum.com/2010/03/08/sharing-bersama-pimpinan-uksw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anak Kreatif Tidak Perlu Dibelenggu</title>
		<link>http://scientiarum.com/2010/03/08/anak-kreatif-tidak-perlu-dibelenggu/</link>
		<comments>http://scientiarum.com/2010/03/08/anak-kreatif-tidak-perlu-dibelenggu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 01:12:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Daniel Pekuwali</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://scientiarum.com/?p=2234</guid>
		<description><![CDATA[Masa depan bangsa membutuhkan generasi yang mampu dan berani menghadapi tantangan maupun perubahan. Sistem pendidikan menjadi pondasi untuk menyediakan individu yang siap mental, mampu menyesuaikan diri, dan memecahkan masalah secara kritis dan kreatif.
Sistem pendidikan di Indonesia belum sepenuhnya mempersiapkan peserta didik untuk berpikir kreatif serta kurang memberikan peluang menjadi lifelong learner.
Raymond Wlodkowski menuliskan bahwa untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_2235" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img src="http://scientiarum.com/wp-content/uploads/2010/03/bahruddin.jpg" alt="Bahruddin, penggagas sekaligus pendiri lembaga pendidikan alternatif Qaryah Thayyibah, Salatiga, sedang berbicara dalam seminar nasional “Sistem Pendidikan Belenggu Anak Kreatif” di Balairung Universitas, Kamis, 4 Maret 2010. {Foto oleh Daniel Pekuwali}" title="bahruddin" width="500" height="395" class="size-full wp-image-2235" /><p class="wp-caption-text">Bahruddin, penggagas sekaligus pendiri lembaga pendidikan alternatif Qaryah Thayyibah, Salatiga, sedang berbicara dalam seminar nasional “Sistem Pendidikan Belenggu Anak Kreatif” di Balairung Universitas, Kamis, 4 Maret 2010. {Foto oleh Daniel Pekuwali}</p></div>
<p>Masa depan bangsa membutuhkan generasi yang mampu dan berani menghadapi tantangan maupun perubahan. Sistem pendidikan menjadi pondasi untuk menyediakan individu yang siap mental, mampu menyesuaikan diri, dan memecahkan masalah secara kritis dan kreatif.</p>
<p>Sistem pendidikan di Indonesia belum sepenuhnya mempersiapkan peserta didik untuk berpikir kreatif serta kurang memberikan peluang menjadi <em>lifelong learner</em>.</p>
<p>Raymond Wlodkowski menuliskan bahwa untuk menjadi negara dengan generasi muda yang sukses membutuhkan “<em>children who posses a strong motivation to learn have a future blessed with discovery, opportunity, and contribution. They have a natural best to do those things that will lead to occupational success in the 21st century and benefit the positive evaluation of society. People who posses motivation to learn may find external barriers of circumstance and prejudice-but they are not their own enemies, and they are the most fit to learn ways to overcome such obstacles. They are the most likely to be capable of creativity and excellence because the best in science, scholarship, or art cannot be coerced from unwilling heart.</em>”</p>
<p>“Oleh karena itu, diperlukan perubahan sistem pendidikan dari parsial menjadi keseluruhan <em>multidisciplinary and holistic aproarch to reality</em> dan peserta didik dapat menjadi seorang pembelajar sejati,” kata Diana Kartika Kusumawati, salah satu pembicara seminar nasional bertema <em>Sistem Pendidikan Belenggu Anak Kreatif</em>, Rabu, 4 Maret 2010.</p>
<p>Seminar yang diselenggarakan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ini, meghadirkan tiga pembicara. Selain Diana Kartika Kusumawati, ada pula Hengky Kusworo, Ketua Yayasan Terang Bangsa Semarang, dan Bahruddin, pendiri lembaga pendidikan Qaryah Thayyibah Salatiga.</p>
<p>Acara ini diselenggarakan di Balairung Universitas. Sebagai pembicara pertama, Diana menyampaikan problem-problem yang dihadapi anak usia dini dalam belajar, salah satunya adalah kompetensi guru atau orangtua dalam mengembangkan dan mendukung potensi kreatif anak. Diana menawarkan adanya perubahan sistem pendidikan, karena sistem pendidikan saat ini, sama sekali tidak mendukung anak untuk kreatif.</p>
<p>Lain halnya dengan Hengky. Dia menceritakan awal berdirinya Yayasan Terang Bangsa, bagaimana membantu anak-anak dari kelurga yang tidak mampu. Tak dapat dipungkiri lagi, pendidikan di Indonesia relatif mahal, tetapi jaminan mutunya masih dipertanyakan.</p>
<p>Hengky memotivasi para dosen maupun mahasiswa agar tidak membedakan latar belakang perekonomian murid. Karena sikap membedakan dapat mengekang anak dan berakibat si anak menjadi tidak kreatif.</p>
<p>Pembicara ketiga adalah Bahruddin. Ia hanya menggunakan waktu 15 menit untuk berbicara, sisanya digunakan untuk berdiskusi. “Kalau siswa mengantuk saat pelajaran, beri saja mereka bantal, jangan disuruh cuci muka,” kata Bahruddin. Sontak para peserta seminar kaget. Aneh memang. Namun, itulah metode belajar yang diterapkan pada sekolah alternatif yang dirintis oleh Bahrudin dan teman-temannya.</p>
<p>Pendidikan alternatif yang digagas oleh Bahruddin merupakan konsep yang dikembangkannya berdasar pengalaman dan buku-buku yang dibacanya. Prinsip dasarnya adalah memberi kebebasan pada siswa untuk belajar apa pun yang mereka sukai. Guru merupakan pendamping, tugasnya hanya memberikan ide atau masukan, apakah nanti akan diterima anak atau tidak, semua dikembalikan ke siswa.</p>
<p>“Anak-anak itu ‘liar’, nah seharusnya kita dukung jiwa ‘keliaran’-nya ke arah yang positif. Anak-anak yang ada sekarang merupakan korban dari sistem pendidikan di Indonesia. Biarkan anak itu belajar, kita hanya bisa sebagai pendamping, bukan guru. Makanya guru di tempat saya (Qaryah Thayyibah) tidak perlu harus lulus SMP, yang penting punya kemauan belajar bersama, itu saja,” terang Bahruddin.</p>
<p>Ardi Bangkit Purwoko selaku ketua panitia mengatakan bahwa antusiasme peserta dalam acara ini cukup baik. Ini terlihat dari komentar dari pertanyaan yang mereka ajukan pada setiap sesi.</p>
<p>“Kami mengangkat tema ‘Sistem Pendidikan Belenggu Anak Kreatif’, karena terinspirasi dari Muhammad Yunus pemenang Nobel Perdamaian tahun 2006. Muhammad menang Nobel karena memperjuangkan kaum papa dan miskin,” kata Ardi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://scientiarum.com/2010/03/08/anak-kreatif-tidak-perlu-dibelenggu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
