Browse By

Category Archives: Sastra

Fiktif dalam Ilusi

Tuan.. Mimik wajahmu adalah ilusiku Pupil matamu adalah perspektif di dalamnya Bibirmu satu-satunya canduku   Tuan.. Sepertinya aku terjebak Terperangkap dalam imajiku sendiri Sungguh, Ini sangat menggodaku   Tuan.. Tolong bangunkan aku Bangunkan aku dari belenggu imaji ini   Oh Tuan.. Aku mendengarmu! Suaramu merdu

Surat Kutu

Sadewa yang dikara, yang sani, yang jalak lawa, yang kirana Entah dibelahan bumi mana kau istirahatkan kakimu? Apakah kau berkedok menjadi secangkir senja yang diteguk si petang tukang berkuasa? Atau jangan-jangan terlalu jemawa kau dengan tahumu akan segala hal hingga kau malu bersanding dengan aku,

Nirmana

“Adakah dunia setelah kematian?” batinku separuh melamun. Hari-hari semakin larut saja dan pikiranku semakin berantakan. Belum lagi suara rengekan bayi yang tak henti-hentinya mengusik tidurku di dalam bus. Ibu si bayi pun kewalahan meyusuinya. Lagi, kondisi jalan yang berlubang-lubang semakin memperparah lengkingan tangis makhluk tak

Siasat

Siasat Tak akurat Pelayanan kendat Jaringan ngadat tak semudah buang hajat Siasat oh siasat Potret sistem kampus yang usang dan berkarat Siasat Kompetisi rebut kelas sampai padat Yang telat yang sekarat Yang ningrat yang selamat Dosen tercinta diembat tinggal hasrat Sisanya? Jangan harap angka tiga