Browse By

Category Archives: Cerpen

Balada Mahasiswa Tingkat Akhir

Dering telepon genggam di kala subuh itu mengagetkanku. Bagaimana tidak? Selain memecahkan langit yang masih sunyi, juga membunuh mimpi indahku. Padahal, kalau tidak salah, aku baru saja tidur sekitar dua jam-an. Seharian sebelumnya, aku mengerjakan permintaan tulisan dari editorku yang terkenal galak dan bengis. Aku

Foto Keempat

“Lihat saja. Siapa tahu setahun lagi, Haris menggandeng Miranda. Aku akan jadi orang pertama yang tertawa paling kencang!” canda Adit diikuti gelak tawa seisi ruangan. “Tapi jika memang Haris takdirku, aku bisa berbuat apa?” jawab Miranda tenang, namun ia membatin. Bagaimana jika itu benar? Haris

Bayangkan Saja

Pagi ini tak seperti biasanya. Bukan udara sejuk kota mungil yang kuhirup, tapi bau busuk. Sumber baunya juga tidak jelas dari mana. Aku beranjak dari tikar kuning yang sudah kusam, hendak mencari asal muasal aroma tak sedap, sepagi ini. Awalnya kupikir bahwa bau bangkai tikus di pojokan

Di Sebuah Persimpangan Jalan

  LANGIT HARI ITU CERAH. Awan putih tampak menggantung. Sinar matahari juga tak terlalu menusuk kulit. Puluhan ribu orang asing terlihat berlalu lalang keluar lobi bandara Antonio Carlos Jobim. Ini membuat lalu lintas di depan bandara internasional mendadak padat merayap. Polisi lalu lintas terlihat siap