Browse By

Category Archives: Puisi

Akeh Wong Kang Lali karo Asline

Untuk aktivis yang lupa pada kritiknya sendiri Dek biyen banter swarane Lan landep ukarane Nganti gawe panas kupinge birokrasi Sak polah-polahe diawasi, dicurigai… diintimidasi… Kendel pikire lan swarane Mbengok masalah keadilan… Lingkungan… Lan rasa kamanungsan Mesti dadi pangarepan lan dadi uber-uberan polisi Rasa wedine wis

Hujan itu Mesin Waktuku

hujan itu mesin waktuku, sedari tadi belum juga turun awan gelap hanya menggelayut disana tak kuasa melepaskan butir-butir pengingat kembali padahal aku berharap segera turun hujan deras tak apalah sejenak menikmati suasana romantis nan pedih hanya menikmati bukan hendak menangisi hanya mengenang bukan hendak mengulang

Manusia Balairung

Hanya sebuah kata, hanya sebuah cerita. Para human di sana, banyak macam lakunya. Senja menjelang bak dibasahi, banyak tetesan air mengalir. Menunggu selang waktu, tak kunjung bertemu hai kau human! Di manakah kau human? Dimanakah engkau? Langkah kupindahkan ditemani tetes air mengalir. Sosok human terlihat

Kuhabiskan Berjam-jam

Aku pernah berbincang dengan seorang kawan, kawan yang baru aku temui pertama kali. Pintar, bahkan sangat cerdas. Ia berbicara panjang lebar mengenai banyak topik bab-bab kehidupan. Aku kagum akan ia, ia tak mau mendapat semangat dari penderitaannya, karena ia beranggapan bahwa kata “semangat” itu hanya