Perihal Toleransi, Belajarlah ke Salatiga

Rasanya bukan sebuah kebetulan jika Salatiga menjadi satu-satunya kota di pulau Jawa yang berhasil menduduki peringkat ke-2 kota paling toleran di Indonesia. Kota mungil dengan hiruk pikuk yang tak seriuh rendah kota tetangga ternyata mampu menjadi contoh nyata dalam hal bertoleransi antar umat beragama. (Baca juga: 10 Kota Toleran di Indonesia) Di tengah kemelut umat beragama di Indonesia yang akhir-akhir ini meraung di media massa, Salatiga justru mempersiapkan sebuah misi menolak disintegrasi. Sebagai sikap toleransi dengan bukti yang nyata, digelarlah sebuah konser lintas iman yang menyuarakan semangat pluralisme pada Sabtu malam…

Mpu Jaya Prema: Darah Wartawan, Jiwa Pendeta

Wartawan pun bisa jadi pendeta, inilah sosok Ida Pandita Mpu Jaya Prema Ananda. Dahulu memakai nama Putu Setia, saat menjadi jurnalis dan redaktur senior di Tempo Media Grup. Sejak 21 Agustus 2009, Mpu Jaya Prema menjadi pendeta Hindu dan tinggal di Pasraman Dharmasastra Manikgeni, Desa Pujungan, Kabupaten Tabanan, Bali. Namun, tidaklah sosok Mpu Jaya Prema berhenti dari dunia jurnalistik. Sampai saat ini, Mpu Jaya Prema masih menulis di kelompok media Tempo. Tulisan rutinnya dapat dibaca di koran Tempo edisi Minggu. “Darah saya adalah wartawan sementara jiwa saya adalah pendeta,” tuturnya…

Pengalaman Seorang Muslim di Kampus Kristen

Banyak yang sudah tahu kalau saya adalah seorang dosen di sebuah universitas Kristen di Jawa Tengah. Tapi tak banyak yang tahu, kalau saya ini seorang Muslim. Iya, saya memeluk agama Islam sejak 15 tahun yang lalu, setelah sebelumnya 24 tahun beragama Katolik. Unik sekali, kan? Seorang yang dulunya beragama Katolik, kini beragama Islam. Sudah begitu, sekarang bekerja di sebuah universitas Kristen pula. Saya kerap bercanda dengan kawan, kalau saya tinggal mendalami Hindu, Budha, dan Kong Hu Cu saja. ”biar komplit jadi orang Indonesia”, seloroh saya. Yang jelas, di universitas tempat saya bekerja…

Mengurai Makna Dalam Sang Alkemis

Judul : Sang Alkemis Penulis : Paulo Coelho (Brasil) Penerbit : Gramedia Pustaka Utama (2013), edisi Bahasa Indonesia Beberapa orang mengatakan kepada saya, bahwa buku Sang Alkemis ini bagus. Pada akhirnya, saya pun tertarik untuk membacanya. Saya meminjam novel ini di perpustakaan kampus, yang kebetulan mengoleksi beberapa novel karya Paulo Coelho. Setahun kemudian, setelah membaca Sang Alkemis edisi 2008, saya mempunyai keinginan untuk membacanya lagi. Kebetulan teman saya mempunyai Sang Alkemis edisi 2013, saya pun meminjamnya. Bagi saya, baik pada edisi 2008 dan 2013 cover yang ditampilkan terkesan agak boring….

Spiritualitas Facebook

Di sini, saya ingin memfokuskan tulisan ini pada gejala yang mewabah di dunia, yaitu Facebook. Media komunikasi yang membentuk komunitas manusia satu dengan yang lainnya. Facebook bila tidak diperhatikan dengan bijaksana, malah akan menjadikan kita menjadi manusia individu, tertutup untuk orang lain. Relasi saya dan anda menjadi kering yang hanya dalam batasan kulitnya saja. Karena hubungan saya dan anda tidak dilandasi oleh spiritualitas cinta kasih. Yang seharusnya menjadi kesadaran penuh ketika saya mulai berhubungan dengan orang lain. Namun, saya dengan sadar, tidak juga mengatakan “Mari kita tinggalkan Facebook demi intensnya…