Hargai Pesparawi
Telah dilihat 937 kali sejak 5 November 2008Tak ada yang gratis dan serba baik di dunia, termasuk Pesparawi yang baru usai. Selalu ada cacat dan harga yang harus dibayar.
Tak ada yang gratis dan serba baik di dunia, termasuk Pesparawi yang baru usai. Selalu ada cacat dan harga yang harus dibayar.
SALATIGA — Tanam Untuk Kehidupan adalah satu komunitas yang punya perhatian untuk isu-isu lingkungan di Salatiga. Komunitas ini punya macam-macam kegiatan seni budaya, seperti kegiatan tahunan Festival Mata Air, yang pertama kali digelar pada 2006.
SALATIGA — Pada 8 Agustus 2008, Pusat Studi Kawasan Timur Indonesia bekerjasama dengan Program Pascasarjana Studi Pembangunan mengadakan seminar bertema “Sejarah untuk Masyarakat Tanpa Sejarah, Kasus Indonesia Timur.”
SALATIGA — Hashim Djojohadikusumo datang ke kampus Universitas Kristen Satya Wacana pada 15 Juli 2008. Kedatangan tersebut disambut rektor dan para wakil rektor, serta mantan rektor, John Andreas Titaley. Menurut Wakil Rektor IV, Agna Sulis Krave, Hashim datang untuk bersilaturahmi karena kebetulan sedang di Salatiga.
Puspa Aprilia, Puspita Triana Gustin, dan Retno Safitri tiba di kampus Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, usai berlaga di Pekan Olahraga Nasional XVII, Kalimantan Timur. Puspita berhasil mendapatkan satu medali emas dan satu perunggu. Sedangkan Retno dan Puspa masing-masing memenangkan satu perunggu. Ketiganya berlaga pada cabang olahraga karate.
Bagi Fakultas Teknologi Informasi UKSW, promosi pendidikan tinggi bisa dilakukan lewat olahraga. Basket jadi pilihannya.