Awas Pecah!
Telah dilihat 109 kali sejak 15 April 2008Seorang pekerja proyek renovasi dan perluasan Balairung Universitas bertelanjang kepala saat bekerja di bawah peralatan berat.
Seorang pekerja proyek renovasi dan perluasan Balairung Universitas bertelanjang kepala saat bekerja di bawah peralatan berat.
Balairung Universitas (BU) UKSW dibangun dan mulai dioperasikan pada 1971. Gedung ini biasa digunakan untuk student/community center, sedangkan fungsi utamanya adalah sebagai auditorium universitas. Dengan usia yang sudah terbilang tua, desas-desus renovasi BU mulai terdengar sejak akhir 2006, namun realisasinya baru dilaksanakan pada 2008.
Pendidikan dan kegiatan belajar saat ini banyak diidentikkan dengan sekolah. Makin mahal bayaran sekolah, kualitas pengajar pun makin mendukung. Semakin bagus seragam yang dikenakan, lengkap pula fasilitas di dalamnya.
Perjuangan Stevanus Theodurus, dalam memperjuangkan hak lesbian, gay, biseks, transgender dan transseksual (LGBT) menuai pro dan kontra. Terbukti, sejak pengakuan tentang jati dirinya di situs web Scientiarum, timbul komentar dari berbagai kalangan mengenai kaum LGBT. Tak jarang komentar pedas ia terima. Tapi ada pula sebagian yang memahami dan menerima dirinya.
Organisasi ini berawal dari keresahaan para sais dokar, kala keberadaannya terusik kebijakan Pemerintah Kota Salatiga. Beberapa orang yang peduli pun omong punya omong agar dokar diorganisir. Tak heran, dengan segala kisah dan likunya, para sais dokar berhasil membuat organisasi yang diberi nama Persatuan Sais Dokar (PSD).
Beberapa waktu yang lalu, dunia pendidikan dikejutkan dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), yang mengabulsckan uji materi terhadap UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), oleh seorang guru dan seorang dosen dari Sulawesi Selatan.
SALATIGA — Setetes darah anda sangat berharga bagi sesama. Kalimat ini merupakan ajakan dari Panitia Paskah Bersama 2008 UKSW kepada seluruh sivitas akademika UKSW untuk mendonorkan darah bagi sesamanya di halaman parkir lama UKSW, Senin (6/3).
Stevanus Theodurus Gary Natanael merasa dirinya sudah ditakdirkan untuk menjadi seorang gay sejak lahir. Meski sejak SD sudah diikutkan pencak silat oleh keluarganya, namun hal itu tidak dapat memudarkan naluri kewanitaannya.
Ojud dan Cheker dari Solidaritas Rakyat Anti Fasis datang ke Salatiga. Saya menyempatkan diri untuk mengobrol “intim” dengan mereka agar dapat menuliskan cerita tentang kasus pendudukan kampus HKBP Nommensen dan sengketa tanah masyarakat dengan pihak PT Perkebunan Nusantara.
SALATIGA — Kamis (21/2) siang, di depan kampus UKSW terdapat pemandangan yang tidak biasa. Sekelompok anak muda berkumpul membagi-bagikan makanan dan selebaran. Kelompok tersebut adalah kolektif Food Not Bombs (FNB) dari Salatiga, atau yang lebih dikenal secara lokal dengan nama kolektif “Pangan untuk Semua (PUS).” Semangat yang mereka bawa sama dengan kolektif FNB seluruh dunia, yaitu kebersamaan, kesetaraan, solidaritas, nonprofit oriented, dan tanpa pemimpin.