Donor Darah PMI Salatiga di Student Center UKSW: Strategi Tangani Kekurangan Pasokan Kantong Darah

Rubrik Kampus oleh

 

Salah satu pusat kegiatan dan ruang umum Perguruan Tinggi UKSW Student Center, menjadi lokasi pilihan dalam pelaksanaan kegiatan donor darah. Kegiatan tersebut telah dilaksanakan pada  20 sampai 23 April, dan 26 sampai 29 April lalu.

Kegiatan donor darah ini terlaksana atas kerjasama Tim Unit Donor Darah PMI Kota Salatiga bersama Lembaga Layanan Kemahasiswaan UKSW. Sebelumnya, para pendonor darah yang berpartisipasi mendapatkan informasi melalui surat elektronik seluruh Civitas Akademika Universitas Kristen Satya Wacana.

Salah satu tim Marketing P2D2S (Pencari Pelestari Donor Darah Sukarela) Malihah menjelaskan, kegiatan donor darah sebenarnya sudah dilaksanakan secara rutin di PMI Salatiga setiap hari dari pukul 07.00 sampai 19.00 WIB,  namun karena bertepatan dengan bulan puasa dan wabah pandemi, maka kegiatan ini dilangsungkan dengan maksud untuk mengatasi kekurangan stok pasokan darah. “Karena masih corona, apalagi sedang bulan puasa, kami dari PMI menyelenggarakan kegiatan ini di kampus, karena mayoritas pendonor darah nasrani yang tidak berpuasa, jadi kemungkinan darah tidak drop lebih besar”, jelasnya pada Jumat (29/4).

Malihah juga menambahkan, sebagai pemenuhan syarat donor darah, pendonor perlu memenuhi syarat hemoglobin dengan kadar 12,5 sampai 17, serta tensi yang terendah 100/70 hingga tensi yang tertinggi 160/90. Bagi pendonor yang telah menerima vaksin Covid-19, tidak diperkenankan melakukan donor darah sebelum 14 hari masa tunggu pasca penerimaan vaksin. Hal ini berlaku bagi penerima vaksin pertama maupun kedua.

Per Jumat (29/4) total telah terkumpul sebanyak 48 kantong darah dalam kurun waktu dua pekan. Kantong donor darah dikumpulkan di kantor PMI Salatiga per harinya untuk kemudian didistribusikan ke rumah sakit Kota Salatiga seperti RSUD Salatiga, RSPAW, dan RSDKT Dr. Asmir.

Melalui kegiatan donor darah ini Malihah juga berharap, semoga masyarakat semakin peduli sesama, terutama bantuan kemanusiaan berupa pendonoran darah bagi yang membutuhkan.

 

 

Tulisan oleh: Fransiscus Xaverius Bagus Caesar, mahasiswa Fakultas Teknologi Informatika 2017, wartawan magang Scientiarum periode 2020/2021

Redaktur: Vinka Agusta

 

 

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*